System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 93


__ADS_3

"Ya sudah, aku akan beli kamera dulu," ucap Ferzo.


"Jangan! Kita pakai kamera ponsel saja," ucap Syahila.


"Nggak, aku beli kamera aja agar hasil video dan foto kita bagus," ucap Ferzo. Ferzo pun melajukan mobilnya dan mencari toko penjual kamera.


Sampainya di toko kamera, Ferzo pun memberhentikan mobilnya.


"Ayo, kita cari kamera yang bagus," ajak Ferzo. Mereka pun turun dan masuk ke dalam toko.


"Cari kamera yang seperti apa Dek?" tanya pemilik toko datang mendekati Ferzo dan Syahila sedang memilih kamera.


"Canon 1200D berapa Bang?" tanya Ferzo memegang sebuah kamera yang ada di dalam kotak.


"5.125.000 Dek," jawab penjual itu.


"Yah, nanggung banget sih Pak, kasih 5 juta aja deh," tawar Ferzo.


"Nggak bisa Dek. Ini sudah harga pasnya lah, mana bisa di tawar lagi," ucap penjual itu.


"Lah Pak, kurang lah, mana tau nanti kalau harganya segitu nanti aku bisa tawarin sama teman aku," ucap Ferzo.


"Aduh, gimana ya? Ini untungnya cuma sedikit yang ku ambilnya Dek."


"Maulah Pak, mana tau kita bisa kerja sama, aku akan tawarkan toko bapak sama yang lain juga," ucap Ferzo.


"Ya udahlah kalau begitu, ambillah 5 juta," jawab bapak itu akhirnya pasrah.


"Terima kasih Pak," ucap Ferzo. Bapak itu pun mengambil kotak tersebut dan membawanya ke kasir.

__ADS_1


Ferzo mengeluarkan black card-nya dan mengeseknya di mesin pembayaran.


[Ding Ding]


[Saldo Anda di kurang 5.000.000]


[Sisa saldo Anda 366.000.000]


Ferzo menerima paper bag dan mereka pun kembali masuk ke dalam mobil.


"Nih pegang, coba kamu gunain deh," ucap Ferzo memberikan paper bag itu kepada Syahila.


Syahila menerimanya dan ia pun mengetesnya.


[Ding Ding]


[Misi baru]


[Hadiah 10.000.000]


[Status misi Sedang berlangsung]


'Kira-kira di ATM mana ya?' batin Ferzo.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Sekitar 800 meter dari tempat ia berada sekarang, Ferzo pun langsung melajukan mobilnya untuk menuju tempat tersebut.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di ATM.


"Kamu tunggu di sini ya, aku ke sana sebentar," ucap Ferzo.


"Iya." angguk Syahila yang sibuk dengan kameranya.


Ferzo pun keluar dan ia pun menuju ke ATM tersebut, saat sampai di pintu, di sana ada tulisan sedang masa perbaikan.


Pantas saja tidak ada yang datang, karena tulisannya yang terpampang lebar-lebar di sana. Yang membanggongkan lagi di mana security-nya.


Akan tetapi pintu ATM terkunci dari dalam, Ferzo melihat dari luar bahwa tempat itu di kunci dengan sapu untuk mengganjal pintu.


"Buka pintunya!" teriak Ferzo menggedor-gedor pintu ATM.


"Kamu nggak lihat di sana ada tulisan perbaikan! Mata mu buta ya!" teriak dari dalam.


"Heh! Mereka ya." Ferzo langsung menendang pintu ATM itu hingga kacanya pecah berderai.


Mereka terkejut dan memberhetikan aksinya. Terlihat penjaga keamanan pingsan di sudut ruangan.


Ferzo menghampiri petugas itu dan menggoyang-goyangkan tubuhnya.


"Pak! Pak! Bangun!" teriak Ferzo.


Mereka yang ingin melancarkan aksinya tadi dan berlari untuk melarikan diri. Ferzo pun langsung mengejarnya.


"Hm … Ferzo kenapa lari ya?" tanya Syahila melihat Ferzo yang sedang berlari.


Ferzo mengejar mereka sampai di jalanan, mereka pun lari secara berpencar satunya ke gang kiri dan satunya gang kanan.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang lagi, Ferzo memilih mengejar ke sebelah kiri saja, ketangkap salah satunya saja sudah cukup untuk menangkap satunya lagi apa bila di bawa ke kantor polisi.


__ADS_2