System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 73


__ADS_3

"Semoga aja Papa, baik-baik saja," ucap Alila tiba-tiba pingsan.


Shopia dan Lazi langsung menghampiri Alila yang terjatuh ke lantai. Ferzo pun langsung membopongnya.


"Kalian cepat panggil suster!" perintah Ferzo.


Shopia dan Lazi berlari mencari suster, untung saja mereka cepat menemukannya.


"Suster, tolong teman kami pingsan," ucap Shopia panik.


"Di mana teman kalian?" tanya suster itu. terlihat Ferzo membawa Alila dengan tubuh lemas.


"Ya udah, ayo ikut saya ke ruangan," ucap suster itu berjalan terlebih dahulu menuju sebuah ruangan.


"Ayo, baringkan dia di sini," ucap suster itu. Ferzo membaringkan Alila pelan-pelan di atas brankar. Suster itu pun segera mencari urat nadi Alila untuk di pasang infus.


"Kalian tunggu sebentar di sini, saya akan panggilkan dokternya," ucap suster itu keluar dari ruangan.


"Ya ampun Alila, kenapa malah jadi seperti ini," ucap Shopia memegang pembatas brankar.


Suster pun datang bersama dokter. Dokter itu memeriksa kondisi Alila.


"Siapa walinya?" tanya dokter itu.

__ADS_1


"Papanya sekarang ada di ruang UGD, tapi Mamanya sebentar lagi akan datang," jawab Ferzo.


"Begitu. Tapi karena kalian temannya jadi saya memberitahu kepada kalian bahwa teman kalian ini terlalu lelah dan juga sedikit mengalami seperti getaran jiwa ia seperti baru saja mengalami suatu kejadian yang membuatnya ketakutan, jadi saya harap kalian tidak membicarakan hal yang menakutkan itu dulunya, saat ini dirinya benar-benar lemah," ucap dokter.


Ferzo, Shopia dan Lazi mengangguk mengerti.


"Baiklah, jika begitu, kalian beri tahu jika orang tuanya sudah datang ya," ucap dokter itu.


"Baik Dok." angguk Ferzo.


Hari sudah menunjuk pukul 17:50 menit. Ferzo merasa sedikit bimbang, mana malam ini Ferzo sudah berjanji dengan Syahila jika ia dan Syahila akan meneliti tentang makanan malam ini. Tapi saat ini keadaan Alila malah belum sadarkan diri.


Triring! Triring! Triring!


"Halo," jawab Ferzo.


"Lho, di mana Alila?" tanya mama Alila saat mendengar suara Ferzo.


"Oh, Mama Alila ya, Tante sudah sampai di rumah sakit?" tanya Ferzo.


"Sudah, barusan."


"Ya udah, aku jemput sekarang." Ferzo memutuskan panggilannya dan ia pun berjalan keluar ruangan dan berlari ke pintu utama rumah sakit.

__ADS_1


Ferzo melihat seorang wanita yang berumur kisaran 40 tahun itu sedang bersama beberapa pria yang memakai jas lengkap.


"Mamanya Alila?" tebak Ferzo.


"Iya, saya Mama Alila. Di mana Alila?" tanya mamanya melihat ke dala rumah sakit.


"Ayo Tante ikut aku ke dalam." Ferzo tidak menyahuti pertanyaan mama Alila, biarlah nanti dia melihatnya sendiri nanti.


Mama Alila bergegas mengikuti Ferzo masuk ke dalam dan Ferzo pun masuk ke dalam ruangan.


Sungguh membuat mama Alila terkejut, ia terbelalak dan menutup mulutnya saat melihat Alila terbaring tak sadarkan diri.


Ia berlari dan segera menghampirinya dan memeluk Alila.


"Alila! Alila, kamu kenapa Nak." Mama Alila langsung menangis di dada anaknya.


"Tante jangan khawatir, Alila hanya kelelahan saja kok," ucap Shopia mengelus punggung mama Alila.


Mendengar itu ia sedikit lega dan melepaskan pelukannya.


"Lalu di mana Papanya?" tanya Mama Alila dengan wajah sendu.


"Hm … sekarang dia masih di UGD Tante, tapi Tante nggak perlu khawatir ya, dokter sedang menanganinya," jawab Shopia tersenyum meskipun saat ini mereka belum tahu keadaannya.

__ADS_1


__ADS_2