System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 110


__ADS_3

Terlihat Dandi meneteskan air mata. "Aku … melakukan ini juga karena terpaksa, ibu aku sakit, aku butuh uang untuk ibu berobat, aku tidak bisa mengatakan ini pada mu kau sudah banyak membantu ku," ucap Dandi.


"Begitu ya, dengan cara kau mengkhianati ku baru kau merasa tidak berhutang budi pada ku? Begitu kah? Sia-sia selama ini aku baik pada mu. Pikirkan selama ini, pernah kah aku mengeluh karena pernah membantu mu? Kau bahkan sudah ku anggap saudara sendiri, lalu apa pengorbanan ku selama ini!" hardik Yuse dengan berlinangan air mata.


"Sangat lambat, bisakah kalian tidak menyita waktu ku dengan melawan kalian satu persatu," ucap Ferzo menekuk kaki teman pria itu ke belakang lalu menendang punggungnya dan menghentakkan ke tanah.


"Ayo, jika begini kita bisa kalah," ucap pria itu.


Di antara mereka sisa 9 orang lagi dari 15 orang.


Mereka pun beramai-ramai menyerang Ferzo, dengan kecepatan yang ia miliki, Ferzo menghantam para murid itu. Ia menendang perut murid yang lain juga menarik kepala murid yang ada di sampingnya dan membantingnya ke murid yang ada di belakang.

__ADS_1


Mereka pun tumbang, masih ada sisa 4 orang lagi dan bersiap langsung menyerang Ferzo. Ferzo pun dengan sigap menghindarinya dan langsung menarik tangan salah satu murid itu dan menaikkan ke atas tubuhnya lalu menghempaskannya ke tanah dan ia juga mengserkel kepala murid yang lain hingga tumbang.


Tak hanya habis di situ, ia juga mempiting leher murid yang lain dan menjatuhkannya ke arah temannya yang sudah ambruk.


Sisa pria selingkuhan mantan pacar Yuse, tangannya masih sakit karena tadi di putar oleh Ferzo.


Ferzo mendekatinya membuat pria itu ketakutan.


"Kau kan tahu jika dia dan pacar mu itu sudah putus? Lalu kenapa kau masih mengincarnya? Seberharga itukah wanita yang kau cintai itu sehingga ingin menyingkirkan Yuse yang sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan pacarmu itu?" tanya Ferzo.


"Dia itu … pria macam apa yang sudah mengambil kalung dari Monika, kalau sudah di beri ya sudahlah, untuk apa mengambilnya lagi," ucap pria itu mencoba menjelaskan sambil melihat kebelakang agar ia tak menabrak bebatuan.

__ADS_1


"Itukan hak dia, lalu memangnya pantas Monika itu menerima kalung yang di berikan Yuse? Yang pantas menerimanya adalah wanita yang setia, buka yang tukang selingkuh, lagian ia mendapatkan uang untuk membeli kalung itu penuh pengorbanan, untuk apa dia mengorbankan usahanya untuk wanita yang menyakitinya, dan kau membelanya. Ck! Hanya saja takutnya jika nanti kau juga jadi korbannya," ucap Ferzo menyengir.


Pria itu terjatuh kebelakang. Ferzo berjongkok di depan pria yang sedang gemetaran dan ketakutan itu.


"Aku peringatkan satu hal pada mu, jika nanti aku melihat kau menganggu Yuse, atau berani melakukan apa pun di belakang ku, aku akan mematahkan lehermu dan mengirimkan kepalamu kepada orang tuamu!" ancam Ferzo.


Ferzo pun berdiri dan balik badan meninggalkan pria itu, dan terlihat jika pria itu merasa lega. Mendadak Ferzo berbalik badan lalu mendekati pria itu lagi dan ia menjadi ketakutan lagi.


"Oh ya, rasanya tidak adil jika hanya mereka saja yang di pukuli, kau yang sebagai bos juga donk, jika tidak mereka pasti akan mengutukku karena membiarkan kamu baik-baik saja," ucap Ferzo mengangkat tangannya.


"Tunggu! Tangan ku tadi sudah sakit karena kamu pelintir," ucap pria itu memegang tangannya yang tadi sempat Ferzo putar.

__ADS_1


__ADS_2