System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 108


__ADS_3

"Udah, nggak apa-apa, kamu adalah pegawai ku juga, aku harus memberikan terbaik untuk karyawan ku juga," ucap Ferzo tersenyum.


"Hm … terima kasih," ucap Syahila menundukkan kepalanya tersenyum sambil malu-malu.


"Karyawan? Dia kerja apa dengan mu?" tanya Yuse.


"Ibu Syahila menjadi koki di cafe ku, berati Syahila juga karyawan ku," jawab Ferzo.


"Ooh, tidak menyangka, kamu bisa menggaet hati Syahila," ucap Yuse tersenyum melihat Syahila.


"Apaan sih kamu," ucap Syahila manyun tapi tersenyum.


"Jadi nanti malam, kalau sudah selesai kalian bisa tinggal di sini ya," ucap Ferzo.


"Terima kasih," ucap Syahila lagi.


"Ya sudah, masalah hotel sudah siap, ayo aku antar kamu ke Cafe," ajak Ferzo.


Mereka pun beranjak dari tempat duduknya dan mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan hotel.


Baru beberapa meter mobil Ferzo berjalan dan saat membelokkan mobilnya mendadak saja para pemotor yang tadi menyerang sekolahnya berhenti di depan mobil Ferzo. Terpaksa Ferzo memberhetikan mobilnya. Para pemotor itu mengelilingi mobil Ferzo.

__ADS_1


"Gawat nih, mereka banyak banget," ucap Ferzo melihat ke arah Syahila. Saat ini ia membawa Syahila dan khawatir jika Syahila bakal terluka, jika hanya dirinya saja mungkin Ferzo tidak akan khawatir.


Bruuum!


Bruuum!


Bruuum!


Suara motor berdengung dan sengaja mereka gas dengan kuat hingga mengeluarkan asap putih yang mengepul.


"Apa-apaan ini! Kenapa mereka mengelilingi mobil mu Ferzo, dan kenapa mereka tahu jika aku ada di dalam mobilmu?" tanya Yuse panik.


"Aku juga tidak tahu kenapa mereka bisa tahu kamu ada di dalam mobil mu," jawab Ferzo menggeleng.


Duk! Duk!


"Buka pintunya wey! Jika tidak ku bakar mobil mu," ucap salah satu murid itu mengendor-gedorkan kaca jendela mobil Ferzo.


"Kalian tunggu di dalam ya, jangan keluar," pesan Ferzo melihat ke arah Syahila lalu melihat ke arah Yuse.


"Kamu hati-hati," ucap Syahila sedikit khawatir.

__ADS_1


"Ferzo, kamu jangan keluar, tabrak saja mereka, mereka terlalu banyak, bagaimana jika kamu di hajar mereka," ucap Yuse khawatir.


"Iya Ferzo, jika kamu di hukum aku siap mempertanggung jawabkan ini juga," ucap Syahila.


"Kamu yakin mau menghadapi mereka semua? Kalau gitu aku juga akan keluar membantu mu," ucap Yuse memegang gagang pembuka pintu mobil.


"Asalkan kalian tidak terluka itu sudah membantuku, jadi tidak perlu khawatir dan jaga diri kalian, Yuse kamu jaga Syahila ya," ucap Ferzo. Ia pun keluar dari mobil dan menutup kembali pintu mobilnya dan berdiri di samping mobil.


"Kalian kenapa tiba-tiba memberhetikan mobil ku? Ada masalah apa aku dengan kalian?" tanya Ferzo melipat tangannya.


"Oh, kau satu sekolahan juga dengan banci itu ya? Jadi kau juga adalah musuh kami juga," ucap salah satu pria itu melihat Ferzo menyengir.


"Katakan kau siapa dan mau apa?" tanya Ferzo menatap mereka semua.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku, cepat kamu bawa keluar pria yang bernama Yuse itu, biar sekalian aku menghabisi kalian sekaligus!" ucap pria itu dengan nada tinggi.


"Yuse? Siapa dia? Aku tidak mengenalnya, jika kau ada masalah dengan ku, ayo kita selesaikan di sini," tantang Ferzo.


"Kamu jangan membuat kesabaran ku habis ya, atau aku akan memukul mu hingga masuk rumah sakit! Cepat suruh dia keluar!" perintah pria itu.


Bruuk!

__ADS_1


Pintu terbuka dan Dandi mendarat di aspal.


"Ada apa?" tanya Ferzo saat melihat Yuse keluar dari mobil.


__ADS_2