System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 31


__ADS_3

Ferzo masuk ke perkarangan motornya dan mengstandarnya, ia pun menuju mobilnya dan melihatnya sambil berputar-putar.


"Wih, keren banget! Aku punya mobil!" teriak Ferzo, ia masuk ke dalam mobil dan memutar stir mobil itu.


"Oh iya, aku mau belajar mobillah dari system'," ucap Ferzo.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Ferzo meng-klik gambar toko di systemnya.


[Mengendarai mobil secara instan]


[Poin 10 uang 200.000]


"Baiklah, gunakan." Ferzo meng-klik gambar tersebut.


[Menggunakan pembelajaran secara instan]


Memuat…


Loading…


Mulai…


10%…


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…

__ADS_1


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai.


[Poin Anda di kurang 10 poin]


[Sisa poin Anda 60 poin]


[Saldo Anda di kurang 200.000]


[Sisa saldo Anda 19.100.000]


[Mengendarai Anda siap di gunakan]


Di kepala Ferzo masuk seperti data-data ke dalam otaknya, serasa ia sudah memahami betul cara mengendari mobil.


"Meong ... meong ...."


"Guk ... guk ...."


Ferzo menongolkan kepalanya dan melihat ke arah rumahnya, dan melihat kedua anabulnya sedang ada di jendela sedang menunggunya.


"Haishh ... aku melupakan kalian ya." Ferzo membuka pintu mobilnya dan menuju ke arah rumahnya dan membuka pintu, kedua anabulnya itu berlari dan meminta Ferzo mengendongnya.


"Kalian menunggu ku ya? Maaf aku terlalu lama, ya sudah kalau begitu mari kita naik mobil baru, kalian pasti akan senang kan?" Ferzo memeluk kedua anabulnya dan membawanya masuk ke dalam mobil dan meletakan di kursi penumpang.


"Kalian diam-diam ya, jangan liar ke sana kemari," pesan Ferzo.


Ia pun menghidupkan mesin mobilnya dan perlahan-lahan menginjak pedal gas mobil. Mobil pun melaju di jalanan.


"Wah, naik mobil baru emang beda ya, apa lagi baru pertama kali naik," ucap Ferzo.

__ADS_1


Mobil terus melaju mengelilingi kota malam itu. Ferzo ada penjual sate dan ia pun berhenti di depan penjual itu dan turun.


"Bang mau sate 10 tusuk, di bungkus ya," ucap Ferzo duduk di kursi untuk menunggu pesanannya selesai.


Seseorang datang membawa anaknya ke tempat penjual sate itu, Ferzo terkejut karena ia sangat mengenali pria paruh baya itu.


"Ferzo," lirih bapak itu saat melihat Ferzo, dengan terpaksa Ferzo melayangkan senyumnya, bersembunyi juga sudah tak sempat lagi. Pria paruh baya itu adalah majikannya dulu.


Akan tetapi, pak Keri tidak membalas senyuman Ferzo dan malah membuang wajahnya ke samping dengan sinis, Ferzo terdiam, ia tak merasa sakit hati meskipun pak Keri tak lagi menyukainya, karena hidupnya jauh lebih baik dari yang dulu. Ferzo menatap jalan yang masih ramai orang lalu lalang meskipun sudah sangat malam.


"Ini pesanannya," ucap penjual itu datang ke arah Ferzo.


"Oh iya, berapa Bang?" tanya Ferzo.


"10 ribu saja, karena nggak pake lontong," ucap penjual itu. Ferzo merogoh kantong celananya dan memberikan uang 100 ribu kepada penjual.


"Sebentar ya," ucap penjual itu kembali dan mencari uang di laci penjualannya sebagai kembalian.


"Ini uangnya, terima kasih," ucap penjual itu.


"Sama-sama." angguk Ferzo menerima uangnya dan ia pun beranjak dari tempat duduknya.


Pak Keri melihat ke arah Ferzo yang naik mobil, ia mengerutkan dahinya, merasa heran kenapa Ferzo naik mobil, padahal dia tak pandai mengendari mobil.


Setelah membeli sate, Ferzo pun memilih untuk pulang.


"Jangan-jangan dia kerja jadi supir sekarang? Atau jadi asisten kepal rumah, hm … udah enak sekarang hidupnya," ucap pak Keri mencibir.


[Ding Ding]


[Saldo Anda di kurang 10 ribu]


[Sisa saldo Anda 19.090.000]


Di perjalanan Ferzo memakan satenya hingga habis sekalian sambil berkeliling sebentar untuk menikmati pemandangan malam dengan mobil barunya.


Setelah berkeliling, Ferzo pun memilih h

__ADS_1


untuk pulang, lagian pula Comot sudah tidur.


__ADS_2