
"Mereka ada di tengah jalan alamatnya jalan mangga, saat ini sedang pingsan, lebih baik cepat pergilah melihatnya atau mereka di di bawa orang," ucap Ferzo mengingatkan.
"Baiklah, kami akan ke sana sekarang," ucap polisi itu bergegas pergi.
"Baiklah, jika tidak ada lagi saya permisi dulu Pak," ucap Ferzo kepada polisi yang lain.
"Iya silahkan." angguk polisi itu yang sedang mengurus anak itu agar tidak menangis.
Saat Ferzo balik badan, anak itu menangis ingin ikut, bukan hanya itu saja, polwan yang mengejar-ngejarnya juga berpapasan dengannya.
"Oh, tidak menyangka kamu datang sendiri ke kantor polisi. Kalau begitu ayo ikut aku," ucap Polwan itu menarik tangan Ferzo.
Akan tetapi anak itu terus menangis sambil melihat Ferzo pergi.
__ADS_1
"Tunggu dulu, lihatlah anak itu menangis, mungkin dia tidak ingin jauh dari ku, apa sebaiknya aku menunggunya saja menjelang orang tuanya datang," ucap Ferzo melihat ke arah anak kecil itu.
"Jangan banyak alasan kamu! Ayo ikut aku," ucap polwan itu sebisa mungkin membawa Ferzo.
"Syakira, dia benar, sepertinya anak ini sangat menyukainya, biarkan dia bersama anak ini dulu," ucap polisi itu.
Polwan yang di panggil Syakira itu melepaskan tangan Ferzo dan Ferzo mendekati anak itu dan seketika anak itu diam. Ferzo mengangkatnya dan mendudukkan anak itu di pangkuannya.
"Ya sudah, interogasi di sini saja," ucap Syakira.
"Mau interogasi apa lagi? Bukankah kalian sudah menangkap pelakunya waktu itu? Kan sudah tahu jawabannya," ucap Ferzo mendengus kesal karena ia terus saja di kejar oleh polwan itu.
"Kasusnya memang sudah selesai, tapi keterangan dari mu belum kami dapatkan untuk melengkapi berkasnya. Aku ada beberapa pertanyaan, jadi kamu jawab dengan jujur," ucap Syakira menatap tajam Ferzo.
__ADS_1
"Ibu polisi, tolonglah, aku gara-gara menyelamatkan anak ini rela bolos sekolah, jadi apa yang perlu di curigai dari ku?" tanya Ferzo memelas.
"Lalu kenapa kamu malah menolong menemukan mayat istri pria yang terbunuh itu?" tanya Syakira sambil membuka sebuah berkas, entah apa yang ia periksa.
"Apa menolong itu butuh alasan?" Ferzo balik bertanya.
Syakira melihat ke arah Ferzo. "Karena ini bukan sekedar menolong saja, tidak tahu kenapa kamu bisa menemukan mayat wanita di dalam kebun sawit," ucap Syakira datar.
"Kan sudah aku katakan waktu itu, aku di beri tahu oleh wanita simpanan itu," sahut Ferzo sedikit kesal.
"Lalu kenapa kamu bisa berada di rumah mereka sedangkan kamu tidak ada hubungan apa pun dengan mereka," ucap Syakira lagi.
"Aku habis bermain dengan temanku dan tidak sengaja lewat di depan rumah itu, aku mendengar percakapan mereka dan sebelum itu aku juga sudah menonton berita masalah istrinya hilang, mungkin Tuhan sudah mengirim ku ke sana untuk mengungkapkan kasus ini, karena kejadian ini secara tidak sengaja. Aku saja masih binggung kenapa aku bisa lewat di rumah dia padahal jarak rumahku dan rumah mereka lumayan jauh, jika Ibuk polisi tanya lagi kenapa, aku sendiri tidak tahu," ucap Ferzo dengan sedikit bumbu-bumbu kebohongan agar ia tidak di tanya lagi. Karena yang ia tahu dari system'.
__ADS_1