
"I-iya iya," ucap wanita itu menangis.
Wanita itu terpaksa mencari tubuh wanita yang mereka bunuh seminggu yang lalu. Ia mencakar-cakar tanah itu untuk mencari di mana ia dan pria itu kuburkan.
Dengan tubuh gemetaran karena ketakutan ia mencarinya.
"Di … di sini," ucap wanita itu menunjuk ke arah sebuah gundukkan tanah. Ferzo pun mendekati gundukkan itu.
Ferzo mengambil ponselnya dan menghidupkan lampu senter lalu melihat kiri dan kanan untuk mencari sesuatu agar bisa mengeluarkan tubuh di dalam tubuh itu.
Terlihat pelepah sawit dan Ferzo mengambilnya. Ia pun mencongkel tanah yang sudah padat itu.
Wanita itu melihat sekilas ke arah Ferzo lalu ia pun lari.
"Mau ke mana kamu!" teriak Ferzo menarik baju belakang wanita itu membuatnya tak bisa kabur.
"Kamu bantu cepat, atau akan ku kuburkan kau di sini," ucap Ferzo.
"I-iya." angguk wanita terpaksa. Mereka pun bersama-sama mencongkel-congkel tanah itu. Dan terlihatlah tubuh yang sudah membusuk.
"Ini bagaimana? Tubuhmu sudah di temukan," ucap Ferzo. Wanita itu kembali berubah menjadi bayangan, ia pun tersenyum.
"Terima kasih sudah membantu menemukan tubuhku, sekarang aku sudah tenang."
Bayangan itu pun berubah menjadi asap dan menuju langit.
__ADS_1
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapatkan restoran sea food]
[Selamat Anda mendapatkan penambahan saldo sebesar 20.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 50 poin]
[Selamat Anda naik level]
[Level kekayaan 20]
Poin [160]
Reward [restoran sea food]
Saldo [372.400.000]
Ferzo pun menelpon polisi dan memberi tahu jika tubuh wanita itu sudah ada di temukan di kebun sawit, setelah menelpon Ferzo mematikan panggilannya agar tubuh wanita itu di temukan segera.
Bayangan itu juga sudah sampai di langit dan tenang di sana.
Ferzo pun keluar dari kebun sawit dan meninggalkan wanita itu.
__ADS_1
"Hey, tunggu aku!" teriak wanita.
Tapi Ferzo tidak mempedulikannya, toh nanti di temukan polisi. Ferzo masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil.
Dari jauh terdengar suara sirine mobil polisi untuk menuju kebun sawit itu. Ferzo pun melajukan mobilnya agar tidak berurusan dengan polisi, itu pasti akan ribet.
Akan tetapi sebuah mobil polisi mengikuti mobil Ferzo dari belakang, sedangkan mobil yang lain menuju tempat tujuan mereka.
"Hm … Kenapa dengan mobil polisi itu?" tanya Ferzo melihat dari kaca spionnya.
Ferzo menambah kecepatan mobilnya tapi mobil itu juga melaju kecepatannya.
"Apa dia curiga dengan ku?" tanya Ferzo dalam hati.
Dan akhirnya, Ferzo memberhentikan mobilnya karena ada mobil polisi yang lain berhenti di tengah jalan. Mobil polisi itu juga memberhetikan mobilnya di depan mobil Ferzo, seorang polwan keluar dari mobil dan menghampiri mobil Ferzo.
"Buka mobilmu!" perintah polwan itu. Ferzo membuka kaca jendela mobil.
"Ada apa buk polisi mencari ku?" tanya Ferzo.
"Keluar kamu!" perintah polwan itu. Dengan terpaksa Ferzo keluar dari mobil dan ia pun berdiri di samping mobilnya.
Polisi itu pun melihat Ferzo dari atas sampai bawah karena baju Ferzo kotor akibat terkena tanah tadi.
"Kamu dari mana?" tanya Polwan itu curiga. Ferzo diam, ia tak mau menjawabnya.
__ADS_1
"Katakan kamu dari mana!" bentak polwan itu.
"Aku yang menelpon polisi tadi tentang mayat yang di temukan di kebun sawit tadi," Jawa. Ferzo terpaksa jujur.