System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 57


__ADS_3

Tak lama sampai mereka di lantai dasar dan keluar dari lift tersebut.


Ferzo berlari menuju mobilnya, ia membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.


"Kamu nggak ada keluar tadi kan?" tanya Ferzo menginjak pedal gas mobilnya, dan mobilnya pelan-pelan melaju.


"Enggak." Syahila menggeleng.


"Syukurlah, karena di luar sangat bahaya," ucap Ferzo.


"Memangnya ada apa di sana tadi? Polisi juga banyak yang datang?" tanya Syahila penasaran.


"Di dalam apartemen itu tadi ada orang lagi bunuhan, tapi untungnya aku datang, kalau tidak habislah temannya itu di bunuh sama teman rekan bisnisnya," jawab Ferzo. Syahila mengangguk-angguk.


"Hm … itu … kalau aku bilang sekarang aku CEO sebuah perusahaan, apa kamu percaya?" tanya Ferzo.


Syahila mengangkat alisnya. "Hm? Kau serius?" tanya Syahila menegakan badannya dan melihat ke arah Ferzo.


"Nggak ah, aku becanda," jawab Ferzo tersenyum. Syahila kembali menyenderkan tubuhnya ke kursi.


"Sekarang kamu saja sudah punya cafe, bisa jadi nanti kamu juga punya perusahaan," jawab Syahila mengangguk yakin.

__ADS_1


"Iya, kamu benar." angguk Ferzo.


Mobil pun sampai di depan rumah Syahila, terlihat ibu Syahila sudah bersiap dan menunggu di depan teras rumah.


Ferzo membuka jendela mobilnya.


"Ayo Bi masuk, kita langsung ke Cafe saja," ucap Ferzo.


Ibu Syahila pun masuk ke dalam mobil duduk di kursi penumpang di belakang. Perlahan-lahan mobil pun meninggalkan rumah Syahila.


"Jadi nanti kita bertemu juga sama pegawai yang lain juga, jadi kita diskusi bersama mereka juga," ucap Ferzo.


"Oh gitu, cari mana yang baiknya saja," ucap ibu Syahila.


"Oh ya, kamu ada tugas dari guru nggak?" tanya Syahila.


"Oh ada, kamu juga?" Ferzo balik bertanya.


"Iya, kami tentang apa?"


"Tadi di kasih Bu guru sih terserah penelitian apa saja," jawab Ferzo mengangkat bahunya.

__ADS_1


"Nah sama, jadi aku punya rencana bagaimana jika kita meneliti tentang makanan saja, kamu setuju?" saran Syahila dengan mata berbinar.


"Wah, kamu pinter banget sih, tentu saja aku sangat setuju," ucap Ferzo mengangguk.


Perjalanan yang tak berapa lama itu dan mereka pun sampai di cafe Ferzo.


Di sana sudah ada 3 orang wanita duduk di depan teras cafe Ferzo yang sedang menunggunya.


Mobil Ferzo pun masuk ke pekarangannya dan berhenti, mereka pun turun dari mobil.


"Sudah lama menunggu?" tanya Ferzo kepada 3 wanita itu. Mereka terlihat malu-malu.


"Enggak, baru saja," jawab salah satu wanita berbaju putih itu.


"Ya udah, ayo kita masuk, berhubungan sudah ada beberapa orang dan karena ini juga masih permulaan, jadi aku cabut saja lowongan pekerjaan ini," ucap Ferzo segera mencabut balihonya dan menyimpannya di bawa meja kasir.


"Oke, perkenalkan dulu nama kalian," pinta Ferzo.


"Nama Saya Ana, umur 21 tahun," ucap wanita yang memakai baju putih.


"Nama Saya Lusi, umur 20 tahun," ucap wanita memakai baju crem

__ADS_1


"Nama Saya Resti, umur 20 tahun," ucap wanita yang memakai baju kemeja kotak-kotak hitam.


"Baiklah, nama ku Ferzo, umur 16 tahun, selamat datang Kakak-kakak semua, berhubungan kalian lebih tua dari ku, ku panggil Kakak saja ya? Jadi sepertinya kita masih ke kekurangan orang satu lagi, jadi jika masih ada yang ingin melamar jadi terima saja ya," ucap Ferzo.


__ADS_2