System Level Up Super Rich

System Level Up Super Rich
BAB 37


__ADS_3

Ferzo melihat peta digitalnya dan melihat posisi cafenya itu dan ia terus mengikuti jalan yang mengarah ke cafenya.


Tak lama kemudian, ia pun sampai di sana, tapi ia bingung karena di sana berderet semua cafe, ia bingung yang mana satu miliknya.


Ferzo melihat lagi peta digitalnya dan ia keluar dari mobil.


"Hm … sepertinya di sini," ucap Ferzo masuk ke dalam sebuah cafe yang berwarna abu-abu.


"Waw ... ini sangat keren, sepertinya aku tinggal kasih papan tamplet untuk mencari pegawai deh." Ferzo masuk kembali ke dalam mobil dan pergi ke sebuah toko bangunan, ia membeli papan triplek putih dan membeli spidol, lalu menuliskan di sana lowongan pekerjaan dan mencatat nomor HP-nya di sana.


"Oke sudah jadi, aku tinggal memasangnya lagi," ucap Ferzo. Ia memasang di tengah cafenya itu dan terlihat jelas tulisannya.


"Oke! Saatnya pulang, hanya menunggu orang untuk menghubungiku saja lagi, aku ingin melihat apa pekerjaan mereka sudah selesai apa belum," ucap Ferzo masuk ke dalam mobilnya dan melaju di jalanan.


Saat di perjalan, Ferzo melihat ada penjual makanan, ia pun berhenti di sana.


"Pak, sate Madura 4 porsi," pinta Ferzo.


"Sebentar ya," ucap penjual itu segera memanggang satenya.

__ADS_1


"Akhhhh! Mana ini Ferzo kenapa lama sekali, perutku sudah keroncongan nih, dia ini sengaja ya!" denggus Iyan kesal. Sedangkan Mul sibuk dengan gamenya duduk di pojokan.


Tukang pembuat rumah untuk Comot dan Cimot juga sudah siap. Mereka masih menunggu di teras rumah Ferzo.


"Berapa pak?" tanya Ferzo.


"60 ribu," jawab penjual itu. Ferzo mengeluarkan uang 60 ribu dari sakunya dan memberikan kepada penjual itu.


"Terima kasih," ucapnya.


"Sama-sama." Ferzo mengangguk dan ia pun masuk ke dalam mobil dan kembali melajukan mobilnya.


[Ding Ding]


[Sisa saldo Anda 39.500.000]


Perjalanan yang tak berapa lama itu, akhirnya Ferzo pun sampai di rumahnya.


Melihat mobil Ferzo datang, Iyan kembali bersemangat.

__ADS_1


Ferzo keluar dengan kedua anabulnya dan menenteng bungkus sate.


"Mana game ku?" tanya Iyan.


"Aku harus periksa dulu kerjaan mu," ucap Ferzo masuk ke dalam rumahnya dan mengecek keadaannya. terlihat bersih dan licin. Ferzo tersenyum.


"Nah gitu donk, lain kali bolehlah aku panggil kamu lagi buat bersihkan rumahku," ucap Ferzo menyengir.


"Sialan! Kau pikir aku pembantu! Cepat kembalikan game ku!" seru Iyan kesal. Ferzo melempar game itu ke arah Iyan, hampir saja ia terpeleset dan terjatuh karena berusaha menangkap game yang di lempar Ferzo secara asal-asalan itu dan ia sebisa mungkin menangkap game itu agar tidak rusak.


Buk!


"Argghhh! Sialan kau Ferzo!" teriak Iyan yang kepala kejedut meja sofa ruang tamu.


"Siapa suruh nangkapnya nggak bener," sahut Ferzo tanpa merasa bersalah.


"Kau yang sengaja melemparnya asal-asalan, kau sengaja ingin merusak game ku kan!" tuduh Iyan.


"Cepat sana pergi, sungguh merusak suana hati ku saja melihat wajahmu!" ujar Ferzo kesal.

__ADS_1


"Seharusnya aku berkata begitu, kalau bukan karena game ini aku sungguh ogah datang ke sini. Ayo pergi," ajak Iyan kepada Mul.


"Kalau tidak suka dengan ku kenapa terus menganggu ku dulu, menyebalkan! Benar juga, mulai sekarang aku yang akan menganggu kalian," ucap Ferzo terkekeh.


__ADS_2