Takdir Luna

Takdir Luna
Menikah...


__ADS_3

" Luna... nanti jam 2 siang kau ikut denganku"


ucap Rehan sambil mengunyah makanannya


" Kemana tuan... "


" Tak usah kau banyak bertanya.. " Ucap Rehan dan pergi meninggalkan meja makan dan berangkat ke kantornya


Luna yang melihat majikan yang pergi langsung membereskan meja makan dan mengambil nasi untuk dirinya sendiri.


Dilain sisia Rangga yang melihat Rehan sudah berada dikantor pun langsung masuk kedalam ruangan dengan setumpuk berkas..


" kenapa Banyak sekali kau membawa berkas" tanya Rehan


" Kau saja yang terlalu sibuk dengan Luna, sehinga Berkas berkas ini kau telantarkan.


" Benarkah... " jawab Rehan dengan senyum dibibirnya


" sebegitu menarikkah Luna...? "


" Sangat menarik... membuatnya menangis membuat hatiku senang.. " jawab Rehan


" Aku senang melihatmu senang... " jawab Rangga dan melangkah pergi


" Tunggu... nanti kau hadirilah pernikahan ku"


" Nikah... kau mau menikah dengan siapa? " tanya Rangga


" Tentulah dengan luna "


" Benarkah... apa aku tidak salah dengar... "


" Tidak... aku akan membuat Luna semakin menderita dengan pernikahan ini"

__ADS_1


jawab Rehan dengan senyum yang menakutkan


dan kembali membaca berkas berkas


Sedangkan Luna yang berada didalam Rumah masih membersihkan Rumah sendirian.


" Hueeekkkk... " Luna yang merasa perutnya tak bersahabat pun memuntahkan isi perutnya didalam kamar mandi.


" Kenapa akhir akhir ini perutku tak enak... rasanya ingin muntah terus.. apa aku masuk angin.. " Batin Luna dan kembali melanjutkan aktifitas nya


Jam kini sudah menunjukan jam 2. Luna pun sudah menyelesaikan tugasnya. dan menunggu Rehan pulang.


Cukup lama Luna menunggu.


Hingga Rehan datang dan langsung menarik Luna kedalam mobilnya


" Mau kemana kita Tuann...? "


" ke KUA... "


" Tentulah menikah... "


" Siapa yang menikah tuan... "


" kau Bodoh atau apa.. Tentulah kita yang akan menikah... "


" Apa menikah... tapi Tuan"


" Sudah jangan banyak bertanya.. atau kau mau mendapat hukuman "


Luna yang mendengar kata Hukuman langsung terdiam..


" Apa menikah... menikah dengan Tuan Rehan. "

__ADS_1


" Kenapa.. Apa kau tak mau menikah denganku... seharusnya kau Beruntung menikah denganku.. " Ucapan Rehan dengan senyum yang penuh arti


" Beruntung... ini namanya bukan Beruntung tapi sebuah Hukuman.. " Batin Luna.


Sesampainya dikantor KUA. alangkah terkejutnya Luna melihat ayahnya yang sedang duduk dikursi Rodanya..


" Ayah... " Teriak Luna dan langsung berlari memeluk ayahnya


" Apa kabar ayah... bagaimana keadaan ayah selama ini.. " ucap Rehan yang ikut menghampiri ayah Luna.. dengan senyum dibibirnya


" Ba.. ba.. baik.. " ucap Bayu dengan terbata bata..


Luna yang melihat Rehan pun. menatap tuannya dengan Heran


" Kenapa Tuan bisa berkata selembut itu pada ayah... Biasanya dia akan berkata kasar" Batin Luna..


" Ayo... " ajak Rehan dan menggandeng tangan Luna dengan sangat keras membuat Luna kesakitan. tapi ditahan karna ada beberapa orang disana


" SAH..." ucap 2 orang saksi.


Pernikahan yang dulu diimpikan Luna adalah Pernikahan yang sangat indah walau tak seindah pernikahan orang kaya, yang berada didalam gedung dan memakai baju cantik bagaikan putri dalam sehari itu.


Tapi impian Luna adalah menikah dengan orang yang sangat dicintai dengan dekorasi panggung yang sederhana dan baju kebaya dengan senyum ayahnya yang sangat diinginkannya.


Tapi kini semuanya sirna, Pernikahan yang dialaminya sekarang adalah pernikahan yang dilakukan Dikantor KUA dengan Dua orang saksi yang tak tau dari mana rimbanya, sedangkan ayahnya duduk dikursi roda dengan air mata di pipinya..


dengan baju kemeja yang terlihat biasa, tanpa riasan sedikitpun yang menempel diwajahnya


Sedangkan suaminya kini adalah laki laki yang sangat dibencinya..


Setelah ucapan SAH.. dan beberapa tanda tangan Rehan langsung menarik Luna kembali kerumahnya.. tanpa menghirauka Luna yang Rindu dengan ayahnya...


Bayu yang melihat anaknya ditarik pergi dari hadapannya hanya bisa menangis tak tau harus bagaimana dengan keadaanya..

__ADS_1


" Ayoo.. pak aku antarkan pulang" Ucap Rangga yang langsung menarik Kursi roda kedalam mobil


Terimakasih...🙏🙏


__ADS_2