
Luna yang sudah sampai di Indonesia, langsung menuju rumah Malik, walau Luna sudah menolaknya, Malik berkeras hati mengajak Luna kerumahnya dan bertemu kedua orang tuanya.
" Kau tenang saja, ibu ku tak sejahat yang kau pikirkan" ucap Malik berusaha menenangkan Luna.
" Bukan begitu, tapi.. " Belum sempat Luna menyelesaikan ucapannya Malik sudah lebih dahulu memotong pembicaraan dengan menawarkan air minum.
" minum lah dulu, jangan kau buat muka imutmu jadi hilang"
Luna yang memang merasa panik akhirnya meminum air yang diberikan malik untuknya.
" Harus bagaimana ini, Hubunganku saja dengan mas malik belum jelas, ini malah di suruh ikut bertemu kedua orang tuanya. " Batin luna
Sesampainya dikediaman Malik. luna langsung digandeng masuk, membuat luna hanya bisa pasrah mengikuti jalan hidup yang akan dilaluinya.
" ma... pa.. aku pulang"
Ibu malik dan ayahnya langsung berdiri mendengar anak satu satunya pulang. namun saat ibu malik hendak memeluk putranya, dia langsung berhenti saat melihat sosok gadis yang digandeng putranya.
"siapa dia nak? "
"Saya teman mas malik tante" jawab Luna sebelum Malik mengatakan yang tidak tidak.
" Teman"
" iya tante"
" Hanya teman"
__ADS_1
" iya tante" jawab Luna sekali lagi menegaskan hubungan nya
" Sudah sudah.. ayo duduk dulu" ucap ayah malik melihat istrinya yang selalu bertanya.
Malik dan Luna pun akhirnya duduk disofa.
ibu malik yang sangat senang anaknya pulang, begitu antusias, bercerita kesana kemari
Hampir 1 jam Luna mendengarkan cerita ibu Malik akhirnya Luna dipersilahkan istirahat di kamar tamu.
" akhirnya aku bisa meluruskan pinggang ku" ucap Luna yang langsung membaringkan tubuhnya dikasur yang empuk.
" nak Luna" panggil ibu maluk dari balik pintu
Luna yang mendengar suara ibu malik langsung mendudukkan kembali tubuhnya.
" Tante masuk'ya"
" iya tante"
Luna yang tak suka dengan kebohongan menjawab dengan jujur pertanyaan demi pertanyaan yang diberikan oleh ibu malik.
" Nak sebenarnya ibu suka dengan kejujuranmu, tante juga suka dengan kamu berteman dengan malik, tapi kalau untuk menjadikan mu sebagai menantuku,, "
" tante aku mengerti dengan maksud tante. aku akan berusaha menjauh dari mas malik" jawab Luna memotong kalimat ibu malik
" Perlahan lahan saja, tante tau sifat malik nak"
__ADS_1
" iya tante"
" kalau begitu kau istirahat lah, kau pasti lelah"
Setelah ibu malik mengutarakan semua isi hatinya, akhirnya ibu malik pergi dan meninggalkan Luna sendiri.
" aku tau jalanku pasti tak akan semudah itu" Batin Luna, tanpa sadar air mata Luna menetes setelah sekian lama.
Malik yang berada dikamarnya sangat senang melihat reaksi orang tuanya yang sangat ramah pada Luna.
" kenapa aku tak mengenalkan Luna sebagai pacarku... ahhhhh... sial kenapa Luna menjawab aku hanya teman"
Dilain sisi ibu malik sedang menceritakan setatus Luna yang sudah pernah menikah, dan menyuruhnya meninggalkan malik secara halus.
" kenapa seperti itu shanyang, kalau memang mereka saling mencintai, kenapa kau larang" tanya ayah malik
" dia tak pantas ayah, bersanding dengan putra kita, apa ayah tak melihat ada bekas luka ditelapak tangannya. statusnya yang janda, apa kata orang"
" itu hanya bekas luka ibu. itu kan hanya status janda, yang penting bukan status masih istri orang"
" tidak kalau ibu bilang tidak ya tidak"
" lalu Luna bagaimana, apa jawabnya "
" dia menyutujuinya, dia sangat patuh"
" terserah kamu lah... ' jawab ayah malik, dan pergi meninggalkan istrinya, yang sedang tersenyum karna permintaan nya dituruti oleh Luna.
__ADS_1
" Dasar wanita... " Batin ayah malik
Bersambung.... 😊😊