
Dengan sekuat tenaga dokter hendrawan memeriksa keadaan nyonya wulan...
satu....
dua....
tiga....
Hitung dokter Gunawan yang menggunakan alat pacu jantung...
sekali lagi....
satu...
dua...
tiga...
Ucap Dokter Hendrawan.. namun layar monitor pendeteksi tetap sama... garis lurus... terus berjalan..
" waktul kematian.... jam 14.25 WIB... tempat kematian Rumah sakit Mahardika... " ucap Dokter hedrawan yang membacakan waktu kematian nyonya wulan..
Seketika... Luna... terasa pengap... stok oksigen diruang VIP.. terasa habis... nafasnya mulai terasa sesak... cairan bening kini mulai menjatuhkan dirinya tepat mengenai pipi mulus Luna.
Sedangkan Ratih yang mendengar ucapan Dokter Hendrawan langsung menangis... berlari memeluk Majikannya yang mulai terasa dingin...
" nyonya... nyonya.. bangun... " ucap Ratih dengan dibarengi tangisan.
Sedangkan Luna tetap... terpuruk dilantai... kakinya tak mampu menopang berat badannya lagi...
__ADS_1
Luna terus saja memegang dadanya yang terasa sesak... Hiks... hiks... hiks....
Tubuh Luna bergetar... entah apa yang membuat Luna merasa sangat nyeri didadanya.. melihat.. wanita paru baya.. yang mengaku sebagai ibu kandungnya telah pergi...
Dengan sekuat tenaga... Ratih mengurus semua pemakaman... Majikannya....
Luna yang mengikuti semua proses pemakaman... terkejut mengetahui bahwa tempat peristirahatan ter'akhir ibu wulan tepat di samping makam ayahnya...
Tubuh Luna kembali terasa lemas ...Luna begitu takut menghadapi kenyataan.. bahwa wanita yang baru saja bertemu untuk yang pertama dan yang ter'akhir kalinya adalah ibu kandung Luna sendiri..
Setelah semua acara selesai... Ratih dengan mata sebabnya... memberikan amplop coklat... dan buku catatan... kepada Luna.
" aku akan menunggumu dimobil... bacalah... kau akan mengetahui semuanya... " ucap Ratih yang penuh penekanan... supaya Luna membacanya...
Selepas kepergian Ratih... dengan hati hati Luna membaca kalimat demi kalimat.
Dear.... Luna anak ku
maafkan ibumu nak.. yang memberikan dirimu yang masih begitu kecil kepada ayahmu.. Bayu..
Aku sungguh menyesal.... walau begitu... doaku... selalu menyertaimu....
tanggal 20 Maret 93
Maafkan ibu yang terlalu lemah... dengan semuanya... maafkan ibumu nak...
Tanggal 1 april 93
Luna anakku... apa kau baik baik saja disana... sekarang ibu sudah berada diluar negri... walau semua makanan berbau nusantata.. tapi hatiku terasa hampa... karna meninggalkan separuh nyawaku...
__ADS_1
Tanggal... 07 Januari 94
Selamat ulang tahun yang pertama anakku sayang... walau tak bisa mengucapkannya langsung... tapi ibu senang ayahmu menjagamu dengan baik... "
Tanggal 15 februari 94...
Nak... ibu sekarang sangat terluka... suami ibu telah mempunyai anak dengan wanita lain... bahkan ibu harus menjaga anak hasil buah cinta mereka.... bahkan umurnya lebih tua 2 tahun darimu nak...
Belum selesai membaca isi dari buku deary wulan... Luna menutup nya... tak mau melanjutkan namun kini Luna tertarik .. dengan isi surat dari amplop coklat...
Setelah membukanya... Luna membaca dengan teliti... dan kedua bila mata Luna sukses membulat... mulut Luna terbuka.. tak percaya dengan apa yang dibacanya...
Dalam surat tersebut.. tertulis bahwa Luna benar benar anak kandung Wulan... bahkan 100℅ Akurat...
" ibu... ibu... " tangis Luna memeluk pusara... ibu kandungnya... yang masih basah...
" ibu... kenapa kau tak mencariku.. sedari dulu... kenapa kau meninggalkan aku begitu saja... seharusnya kau menebus semua kesalahan mu padaku.. kenapa kau datang dengan waktu yang sangat singkat.. bahkan aku belum memaki makinmu.. karna sudah berani menelantarkan anak secantik diriku... kau seharusnya datang padaku... meminta maaf padaku... bukan dengan cara seperti ini... kau datang dan pergi sesuka hatimu...
cepat bangun... tebus semua kesalahanmu padaku... "teriak Luna tepat diatas pusara ibunya...
air mata yang lolos sedari tadi... tanpa terasa... lendir berwarna putih.. keluar dari kedua hidung luna.. tanpa ada kendala sama sekali...
Penyesalan.. diraut wajah Luna begitu terlihat..
" seandainya.. aku... datang lebih cepat... seandainya aku percaya dengan ucapan Ratih... seandainya... aku tak pernah datang menemuimu... mungkin kau tak akan berada disini... " sesal Luna yang masih saja menangis dalam setiap ucapannya...
.
.
__ADS_1
.
Bersambung... 😭😭😭