
Luna yang pingsan... kini terbangun diruang kesehatan....
sayup sayup Luna melihat sosok laki laki... berwajah tampan... kulit yang sawo matang.. hidung yang mancung... rambut yang lurus... membuat laki laki dihadapannya semakin mempesona...
" kau sudah bangun... " ucap laki laki itu
" emmm" jawab singkat Luna yang masing memegang kepalanya.
Luna yang berusaha mendudukan tubuhnya pun, dibantu oleh laki laki yang duduk disamping ranjangnya..
" terimakasih... " ucap Luna
" tak apa... lagi pula kau jatuh tepat didepanku... semua orang pasti akan melakukan hal yang sama, oohh... ya... namaku Arka pratama.... panggil aja Arka" ucap Arka sambil menyodorka tangannya.
Luna yang melihat Arka tulus membantunya pun, menerima uluran tangan Arka... dan tersenyum...
"Luna... " jawab Luna...
" oh.. ya... tadi... dokter yang bertugas disini.. memintamu memeriksakan diri kerumah sakit... dan ini surat rujukannya... " ucap Arka yang memberikan surat rujukan pada Luna..
" terimakasih... Arka... kau sudah banyak membantuku.. " ucap Luna tak enak hati
" oh.. ya.. kau mau pulangkan... aku antar ya? "
" tidak.... tidak usah... sebentar lagi suamiku akan menjemput ku... " jawab Luna jujur... karna bagi Luna... dalam pernikahan... tidak baik berteman dengan lawan jenis... karna bisa membuat hadirnya fitnah dan salah paham...
" oh... kau sudah menikah... kalau begitu maaf karna lancang padamu. " jawab Arka
" tak apa... lagi pula... semua orang pasti akan menawarkan hal yang sama jika dalam posisimu.. " jawab Luna pengertian...
" kalau begitu.... aku permisi dulu.. dan jangan lupa periksakan dirimu... " ucao Arka yang berpamitan pergi, namun dibibirnya tersimpul... senyum manis bak permen coklat...
Setelah kepergian Arka... Luna melangkahkan kakinya, tak lupa... memasukan surat rujukan kerumah sakit.. kedalam tasnya..
Sesampainya didepan gerbang kampus... Luna menunggu kehadiran... sang suami... hampir lima menit Luna menunggu... udara yang panas, membuat Luna berteduh dan duduk dibawah pohon yang rindang...
tes....
__ADS_1
tes...
tes....
Luna terperanjat... melihat... tetesan darah yang mengenai kemeja putihnya...
" mba... hidung mba berdarah tu... " ucao Seorang gadis yang tengah lewat dihadapan Luna...
" aahhh... terimakasih.. mba... " ucap Luna yang langsung mengambil tisu ditanya, menariknya dan memasukan ujung tisu kedalam lubang hidungnya..Reflek Luna mengadahkan kepalanya keatas... berharap aliran darahnya berhenti...
kedua bola matanya berkedip kedip... menahan silaunya matahari yang sesekali mengenai matanya karna silau...
Dirasa... darah tak mengalir... lagi dari lubang hidungnya... Luna langsung membuang tisu kedalam tempat sampah.... dan mengambil beberapa tisu...membersihkan tetesan darah dari kemeja putihnya...
tin....
tin...
tin...
Suara klakson mobil... mengagetkan Luna.. membuat Luna berhenti dari aktifitas nya.
Luna yang menyadari Rehan telah menjemputnya.. langsung berlari kecil... dan langsung masuk kedalam mobil..
" maaf shayang... kantor hari ini sedikit sibuk... " bohong Rehan...
Author...Sibuk ngomelin bawahan kali... sapa yang salah sapa yang kena imbasnyaπ€π€π€
Luna yang masih kecewa dengan suaminya lebih memilih diam seribu bahasa...
" shayang.. ayolah... jangan diam terus... akukan sudah minta maaf... " ucap Rehan yang menghentikan mobilnya ditepi jalan yang sepi
" kalau begitu... katakan... kapan kau berbuat itu pada sisil...? " ucap Luna yang mulai emosi
" itu.. itu apa.. "
" kau tak mau jujur.. ha... kalau begitu... kau bicara sama batu aja... dan jangan harap aku akan memasak untukmu... dan kau... tidur diluar... " ancam Luna..
__ADS_1
" loh.. ko gitu... sakit tau shayang.. harus tidur didepan pintu terus... lagi pula didepan pintu itu dingin... dan aku ga bisa tidur.. kalau ga meluk kamu... " jawab Rehan dengan memohon
"aku ga nyuruh kamu tidur didepan pintu... itu pilihanmu sendiri... lagipula banyak kamar tidur... dan banyak bantal guling disana.. " omel Luna...
" lah betul kata Luna.. diakan ga nyuruh aku tidur didepan pintu.. ahh.. sial.. Bodohnya aku... " Batin rehan...
" Bantal gulingnya.. ga bisa nafas... terus bantal gulingnya juga ga ada bukit kembarnya... " ucap Rehan yang merengek dan bersandar di lengan Luna...
" kalau begitu cari sisil... jadikan dia bantal guling... lagi pula itu yang kau lakukan dibelakangku... "
" ok baik... aku akan cari sisil.. dan mengadu padanya... bahwa istri kecilku.. tak sanggup lagi menjadi bantal guling... " ucap Rehan yang melepas pelukannya ditangan Luna...
Luna yang mendengar... ucapan Rehan.. langsung mengambil tasnya.. memukul kepala Rehan dengan membabi buta...
" ampun.. ampun shayang... " mohon Rehan dengan kedua tangannya melindungi kepalanya
" coba kau katakan sekali lagi... kau akan mencari sisil.. dan menjadikan dia bantal guling ha... sebaiknya.. kau mat* saja.. tak usah hidup.. dengan orak kotormu itu.. " ucap Sisil yang masih memukul Rehan dengan tasnya...
Bahkan Luna yang sudah emosi sedari kemaren langsung mengambil botol mineral yang masih tersegel.. dan menggantikan tasnya untuk memukul Rehan... tak sampai disitu... Luna yang geram kini mulai menggigit tangan Rehan yang sedari tadi melindungi kepalanya...
" aaaaaaaa...... " teriak Rehan yang merasakan sakit ditangannya karna mendapat gigitan dari istri kecilnya.
.
.
.
Bersambung.... ππππ€¦ββοΈπ€¦ββοΈπ‘π‘
jangan lupa tinggalkan jejek...
like....
komen....
vote.....
__ADS_1
Dan hadiah walau sekuntum bunga πΊπ»πΉπ·