Takdir Luna

Takdir Luna
kesambet...


__ADS_3

Sesampainya.. diruangan Rehan... Arman langsung..berdiri tegap.. seperti prajurit yang siap mendapatkan hukumannya..


" lama sekali kau.. " keluh Rehan


"maaf.. tuan... "


"ini.. makanlah.. " ucap Rehan sambil menggeser Ransel makanannya tepat didepan sang asisten


" Terimakasih tuan.. " ucap Arman yang langsung mengambil tas ransel yang diberikan oleh atasannya dan siap pergi dari ruangan yang menyeramkan itu


" mau kau bawa kemana...? " tanya Rehan yang melihat sang asisten bersiap pergi


" mau makan tuan... " jawab polos Arman..


" Makan di sini.. "


" haaa... jawab Arman tak mengerti


" makan disini... lagi pula aku ingin melihatmu makan disini... ".perintah Rehan sambil menunjuk salah satu meja didalam kantor...


"haaa... " jawab Arman tak percaya dengan sikap big bos nya yang terbalik 180°


" aku menyuruhmu.. makan... bukan hanya haaa.. haaa... dan haaaa... , cepat.. " ucap Rehan yang langsung menuju meja yang cukup luas


Sedangkan Arman langsung mengekor.. dan menyiapkan makanan yang ada didalam ransel...


" wah.. boss... ini banyak sekali..tumben kau baik sekali" ucap Arman yang sudah menyiapkan makanan nya.


" hemmm... maksudmu selama ini aku tak baik begitu.... " ucap Rehan.. tak percaya mendengar ucapan sang asisten...


" heee... . . " tawa Arman tak berani menjawab hanya gigi kudanya yang dapat dia tunjukkan

__ADS_1


" ketawa ketawa.. cepat makan dan habiskan semuanya... " perintah Rehan penuh penekanan...


" haaa... semuanya... "


" iya... semuanya.. "


" kau tidak salah bos... kau ingin aku seperti ba*i... " ucap Arman tak percaya dengan perintah bosnya


" cepat makan atau kau tak akan mendapat gaji bulan ini.. " ancam Rehan dengan wajah tanpa dosanya..


" Ngancem terooos... " ucap Arman


" kau benar benar tega padaku.. setelah aku membantumu menyingkirkan wanita gil* itu.. bukannya berterima kasih., kau palah.. membuat kangker di Dompetku.. dan sekarang kau membuat aku seperti bab* memakan makanan sebanyak ini... " gerutu Arman panjang Lebar


" cepat makan... " perintah Rehan kembali..


Dengan hati pasrah Arman mengambil nasi dan laik pauk... dan..memakanya...


" heeyyyy... kenapa kau memuntahkannya.. " teriak Rehan


" kau.. sebenarnya mau memberiku makan atau mau membunuhku... siapa yang memasak ini semua... " tanya Arman yang sudah kembali dari kamar mandi


" aku yang masak semua ini... " jawab Rehan santai


Arman yang sedang meminun air putih pun langsung menyemburkan air yang ada di mulutnya.. tepat diwajah big bosnya...


Membuat wajah rehan langsung memerah menahan amarah...


" maaf.. maaf bos... " ucap Arman sambil mengelap sisia air dengan tisu diwajah atasannya itu...


" gaji bulan.. ini kau benar benar tak akan menerimanya... " ucap Rehan dengan menahan amarah

__ADS_1


"sial.... " Batin Arman sambil mengelap wajah sang atasannya


" minggir.. aku bisa sendiri... " ucap Rehan sambil mengambil tisu yang berada diatas meja..


" bos.. sedang kesambet.. tumben bos.. masak.. sendiri.. " ucap Arman tanpa perhitungan dengan ucapannya


" apa.. kau bilang kesambet... "


" hee.... slowww bos.. sloooww .. " ucap Arman sambil duduk kembali


" cepat makan... " perintah Rehan kembali..


" engga... aku lebih baik.. tidak mendapatkan gaji dari pada harus makan.. makanan mu ini" ucap Arman dengan tegas menolak...


" hey... kau berani menolak... "


" cobalah sendiri.... masakanmu ini... aku bisa mati .. sebenarnya kau mau masak atau membuat kolak... semuanya manis.. bahkan aku bisa punya penyakit gula... " jelas Arman panjang lebar....


" haaa.. manis... "


" iya.. cobalah.. " kini Arman yang menyuruh atasan'nya


sedangkan Rehan dengan patuh mencicipi makanannya.. belum sampai masuk tenggorokan.. Rehan sudah berlari kekamar mandi dan memuntahkannya....


" sial... apa ini.. manis sekali... " gumam Rehan setelah memuntahkannya didalam kamar mandi...


.


.


.

__ADS_1


Bersambung... 🤔🤔🤔😅😅


__ADS_2