
Sesampainya.. diruangan Rehan... Arman langsung..berdiri tegap.. seperti prajurit yang siap mendapatkan hukumannya..
" lama sekali kau.. " keluh Rehan
"maaf.. tuan... "
"ini.. makanlah.. " ucap Rehan sambil menggeser Ransel makanannya tepat didepan sang asisten
" Terimakasih tuan.. " ucap Arman yang langsung mengambil tas ransel yang diberikan oleh atasannya dan siap pergi dari ruangan yang menyeramkan itu
" mau kau bawa kemana...? " tanya Rehan yang melihat sang asisten bersiap pergi
" mau makan tuan... " jawab polos Arman..
" Makan di sini.. "
" haaa... jawab Arman tak mengerti
" makan disini... lagi pula aku ingin melihatmu makan disini... ".perintah Rehan sambil menunjuk salah satu meja didalam kantor...
"haaa... " jawab Arman tak percaya dengan sikap big bos nya yang terbalik 180°
" aku menyuruhmu.. makan... bukan hanya haaa.. haaa... dan haaaa... , cepat.. " ucap Rehan yang langsung menuju meja yang cukup luas
Sedangkan Arman langsung mengekor.. dan menyiapkan makanan yang ada didalam ransel...
" wah.. boss... ini banyak sekali..tumben kau baik sekali" ucap Arman yang sudah menyiapkan makanan nya.
" hemmm... maksudmu selama ini aku tak baik begitu.... " ucap Rehan.. tak percaya mendengar ucapan sang asisten...
" heee... . . " tawa Arman tak berani menjawab hanya gigi kudanya yang dapat dia tunjukkan
__ADS_1
" ketawa ketawa.. cepat makan dan habiskan semuanya... " perintah Rehan penuh penekanan...
" haaa... semuanya... "
" iya... semuanya.. "
" kau tidak salah bos... kau ingin aku seperti ba*i... " ucap Arman tak percaya dengan perintah bosnya
" cepat makan atau kau tak akan mendapat gaji bulan ini.. " ancam Rehan dengan wajah tanpa dosanya..
" Ngancem terooos... " ucap Arman
" kau benar benar tega padaku.. setelah aku membantumu menyingkirkan wanita gil* itu.. bukannya berterima kasih., kau palah.. membuat kangker di Dompetku.. dan sekarang kau membuat aku seperti bab* memakan makanan sebanyak ini... " gerutu Arman panjang Lebar
" cepat makan... " perintah Rehan kembali..
Dengan hati pasrah Arman mengambil nasi dan laik pauk... dan..memakanya...
" heeyyyy... kenapa kau memuntahkannya.. " teriak Rehan
" kau.. sebenarnya mau memberiku makan atau mau membunuhku... siapa yang memasak ini semua... " tanya Arman yang sudah kembali dari kamar mandi
" aku yang masak semua ini... " jawab Rehan santai
Arman yang sedang meminun air putih pun langsung menyemburkan air yang ada di mulutnya.. tepat diwajah big bosnya...
Membuat wajah rehan langsung memerah menahan amarah...
" maaf.. maaf bos... " ucap Arman sambil mengelap sisia air dengan tisu diwajah atasannya itu...
" gaji bulan.. ini kau benar benar tak akan menerimanya... " ucap Rehan dengan menahan amarah
__ADS_1
"sial.... " Batin Arman sambil mengelap wajah sang atasannya
" minggir.. aku bisa sendiri... " ucap Rehan sambil mengambil tisu yang berada diatas meja..
" bos.. sedang kesambet.. tumben bos.. masak.. sendiri.. " ucap Arman tanpa perhitungan dengan ucapannya
" apa.. kau bilang kesambet... "
" hee.... slowww bos.. sloooww .. " ucap Arman sambil duduk kembali
" cepat makan... " perintah Rehan kembali..
" engga... aku lebih baik.. tidak mendapatkan gaji dari pada harus makan.. makanan mu ini" ucap Arman dengan tegas menolak...
" hey... kau berani menolak... "
" cobalah sendiri.... masakanmu ini... aku bisa mati .. sebenarnya kau mau masak atau membuat kolak... semuanya manis.. bahkan aku bisa punya penyakit gula... " jelas Arman panjang lebar....
" haaa.. manis... "
" iya.. cobalah.. " kini Arman yang menyuruh atasan'nya
sedangkan Rehan dengan patuh mencicipi makanannya.. belum sampai masuk tenggorokan.. Rehan sudah berlari kekamar mandi dan memuntahkannya....
" sial... apa ini.. manis sekali... " gumam Rehan setelah memuntahkannya didalam kamar mandi...
.
.
.
__ADS_1
Bersambung... 🤔🤔🤔😅😅