Takdir Luna

Takdir Luna
GAGAL TOTAL...


__ADS_3

Luna yang melihat Tuannya semakin mendekat semakin... takut... tepat saat wajah tuan rehan sudah dekat dengan wajahnya...


jedug....


Luna langsung membenturkan kepalanya ke kepala tuan Rehan, membuat Tuan Rehan jatuh tepat disamping tubuh Luna sambil memegangi jidad nya yang terasa sakit


" yaaaaa.... kau sebenernya.. gadis atau bukan... kenapa baru bar sekali.. " umpat Rehan


Luna yang langsung berdiri dan menjauh dari ranjang langsung kabur...


" Maaf Tuan... aku bukan lagi gadis ABG... yang bisa kau dapatkan setiap kau inginkan... lagian Aku tak rela... tubuhku disentuh oleh orang yang telah membunuh ayahku" Ucap Luna


" hey... aku sudah belang untuk yang kesekian kalian ya.. aku bukan yang membunuh Ayahmu"


Teriak Rehan, namun tak didengar oleh Luna.


tanpa menunggu lama Rehan langsung menyusul Luna, setelah mendapatkan Luna kembali.. Rehan lngsung menariknya kekamar kembali


" Tuan... apa yang kau lakukan? "


" Diam... mulai sekarang kau tidur bersama ku"


" Tidak.. mau"


"kenapa.. kita suami istri, wajar bila kita tidur satu ranjang... " ucap Rehan dengan jelas


" haaa... suami istri... " ucap Luna dengan twrkekeh geli mendengar kalimat suami istri dari mulut Rehan


"iya... SUAMI ISTRI" Jawab Rehan kembali menekan kalimat Suami istri


" Tuan sudah lupa... atau pura pura Beg*, sejak kapan kita suami istri.. lebih tepatnya MANTAN SUAMI ISTRI" jawab Luna ko


" haaa... kamu yang beg*, mana surat perceraian dan sejak kapan aku menandatangani surat perceraian. " jawab Rehan penuh kemenangan


" Bukankah aku sudah mengirimkan Surat cerai pada Malik... tidak mungkin mas Malik tidak menyampaikannya.. bahkan Aku dengan jelas melihat tanda tangan tuan di surat perceraian yang aku kirimkan... "

__ADS_1


" itulah kepintaran seorang Rehan..." jawab Rehan bangga


" tunggu.. aku akan cari didalam tas.. aku menyimpannya didalam tas.. " ucap Luna hendak melangkah mencari tasnya, namun langkahnya langsung terhenti saat mengingat.. tasnya entah dimana rimbanya..


"kenapa.... berhenti... katanya mau cari tas? "


" tas ku hilang... " jawab Lina dengan muka tertunduk


" lihat ini... " perintah Rehan sambil menyodorkan secarik kertas..


Luna yang menurut pun.. langsung membacanya.. dan kedua bola matanya langsung terbuka lebar saat mengetahui bahwa, kertas tersebut adalah surat perceraian yang dulu Luna kirimkan lewat Malik...


" Lihat kan... disitu hanya tertera tanda tanganmu, dan dibagian sini tak ada tanda tanganku... jadi... kita tak pernah bercerai... jadi... aku berhak atas dirimu... luar ataupun..... dalam" ucap Dengan dengan senyum kemenangan...


" tapi.... aku jelas jelas menerima surat cerai yang sudah ditandatangani olehmu... tuan... Mas Malik tak akan berbohong padaku"


" Tentu saja Malik si bocah tengik itu tak akan berbohong... tapi bocah tengik itu yang mudah dibohongi... haaaaaa" jelas Rehan


" Tuan... kau... bener benar "


" Kau.. benar benar berbeda dari yang dulu... sekarang kau cerewet... tak seperti dulu yang pendiam dan selalu menuruti setiap perintahku.. " Bisik Rehan tepat ditelinga Luna.


Tak menunggu lama... Rehan langsung menjilat Daun telinga Luna...


Membuat sang empunya... langsung menggigit tangan Rehan..


"aaawww...... " Teriak Rehan


" Rasain... " Ucap Luna yang kembali kabur...


" Hay... bocah cilik.... mau kemana kau"


" weeee... aku ga mau tubuhku disentuh oleh pembunuh... " teriak Lina yang sudah diluar kamar


" Aku bukan pembunuh... " Teriak Rehan kembali

__ADS_1


dan langsung menyusul Luna...


Luna yang sudh sampai dikamarnua yang dahulu, langsung mengunci pintu dari dalam...


" hey.. bocah.... cepat buka pintunya" teriak Rehan sambil menggedor gedor pintu...


Luna yang tak mau membuka pintu memilih menutup kedua telinganya dengan bantalnya.


" hey... cepat buka pintunya.. atau aku hancurkan pintunya" ancam Rehan


" Bodo... pintu pintu situ... situ juga yang ngeluarin duit buat perbaiki" jawab Luna tak kalah keras


" ish..... he.... Bocah...selama di China kau belajar membangkang ha.... "


Karna tak mendapat Respon... Akhirnya Rehan langsung mendobrak pintu.. membuat Luna langsung terkejut..


"tuan.... "


Tanpa menunggu lebih lama , Rehan yang sudah geram dengan tingkah Luna langsung menggendong Luna di punggungnya, membawa Luna kembali ke kamarnya.


"mbah..... bi inah.. tolong Luna" Teriak Luna


Sedangkan Mbah yem, dan bi Inah yang sedari tadi mengintip dibalik pintu mendengar keributan dikamar Luna, lebih memilih Bersembunyi...


" Bi inah... apa tak apa kita membiarkan Luna di bawa oleh Tuan Rehan seperti itu... apa tak akan terjadi sesuatu..? " Tanya mbah yem yang khawatir terhadap Luna


" Tenang mbah... kali ini... Luna baik baik saja... sekarang Tuan Rehan sudah benar benar bertekuk lutut oleh Luna... Tuan tak akan setega dulu menyakiti Luna " ucap bi inah yang langsung menarik mbah yem untuk tidur dan ber istirahat....


.


.


.


Bersambung.... 😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2