
"Nyonya.... apa tak sebaiknya kita menemui putri nyonya... " ucap Ranti.. salah satu asisten setia wulan...
"tak usah Ran... biarkan seperti ini, biarkan Luna menjalani kehidupannya.. " ucap Wulan yang sedang terbaring ditempat tidurnya
" Tapi nya... Luna berhak tau siapa ibu kandungnya... dan... " Ucap Ratu terhenti saat melihat majikannya batuk...
"uhuk... uhuk... " Wulan menutupi mulutnya reflek... namun seketika... Wulan langsung pingsan
" nya.... nyonya... " ucap Ranti yang panik melihat majikannya pingsan...
Di lain sisi Luna yang mulai ceria kembali... terus saja menebarkan senyumnya...
" Terima kasih.... " ucap Luna yang melihat pelanggannya telah pergi semua...
flashback on....
Setelah sampai dirumah... Luna terdiam seribu bahasa... bi inah dan mbah yem menatap bingung dengan keadaan Luna bagaikan kain pel.. Rambut acak acak muka kucel dan kedua bola mata Luna yang bengkak.
" bi... mbah... aku mau bicara... " ucap Rehan setelah Luna masuk ke kamarnya.
"bi.. mbah... Luna sudah mengetahui siapa yang membunuh Luna... tapi kenangan saat Ayahnya terbunuh tepat dihadapannya membuat dia kembali syok... jadi aku berniat membiarkan Luna tinggal dirumah mbah yem.."
" Baik.. kalau begitu tuan... mulai besok... saya akan berkemas... "
flashback off....
Dan disinilah Luna berada... duduk dikursi kayu... beristirahat... menghilangkan penat.. setelah seharian melayani pelanggan..
Yaa... Luna kembali kerumah Mbah yem. setiap pagi membantu mbah yem memasak... mempersiapkan warteg... yang selalu ramai...dengan pelanggan
" Makan lah dulu nak... ! " perintah Mbah yem
" iya mbah.. ini juga mau mengambil nasi.. " ucap Luna yang siap mengambil piring
" Nak... "
" iya mbah... "
"Bagaimana Hubungan mu dengan tuan Rehan"
" Entah lah bi... saya masih Ragu"
" Ragu... terhadap. . entah" jawab Luna yang duduk dan memasukan nasi kedalam mulutnya.
__ADS_1
" apa.. nak Luna belum bisa memaafkan tuan Rehan"
" Maaf... sedari dulu Luna sudah Memaafkan tuan Rehan bi , tapi.... "
" Tapi.. kenapa? " tanya mbah yem penasaran
" Luna masih Ragu terhadap perasaan tuan terhadap saya mbah"
" ehhh... Bukannya sudah jelas Tuan Rehan selalu mengkhawatirkan nak Luna... Bahkan Tuan Rehan mencari nak Luna kesana kemari. "
" Dulu Tuan Rehan menikahi Luna... karna ingin membalaskan dendam terhadap Ayah.. Luna takut mbah... "
" Nak... apa nak Luna masih mencintai tuan Rehan..? "
" Cinta... Luna sangat mencintai Tuan Rehan sedari dulu Luna melihatnya..., bahkan sampai dimana Tuan berubah, bahkan dengan tega menyiksaku, tanpa ampun, saya masih saja mencintainya mbah... " Ucap Luna... kembali mengingat setiap Siksaan yang Rehan lakukan.
" Lalu.. apa yang kamu tunggu Nak... kembalilah.. tuan Rehan pasti senang mendengar kau sudah memaafkannya, apa lagi masih mencintainya. "
Dilain sisi Rehan yang sedang bertengger di kursi kebesarannya.. langsung berdiri dengan senyum dibibirnya, Rehan mengmbil jasnya berlari keluar... benda pipih yang sedari tadi diatas meja mampu membuat Rehan kembali, mengambilnya.. tertera di layar HP tertulis MBAH YEM....
Dengan terburu buru Rehan melakukan mobilnya Belum jauh dari kantor Rehan...
Chiiiiiit.... ( anggap aj sura rem mobil)
Rehan menghentikan mobilnya... namun naas kini mobil mewahnya telah mencium seorang wanita...
" Tak.... apa tuan! " Jawab Gadis cantik yang berusaha berdiri
" aaawwww..... " teriak gadis yang dicium mobil Rehan... dan sukses membuat Rehan reflek memegang tubuh gadis itu supaya tak jatuh...
" ayo... saya antar kerumah sakit.! " ucap Rehan
" Tak usah tuan....! " tolag gadis itu halus
" tapi... aku harus bertanggung jawab atas kesalahan saya.. "
" Tak apa.. tuan... tapi... "
" tapi... " jawab Rehan
" Tolong antarkan saya ke apartemen saya... sepertinya saya sedikit kesulitan berjalan... " ucap Gadis itu
" Baik lah... kalau begitu... "
__ADS_1
Tanpa ragu... Rehan langsung memapah... gadis yang baru saja ditabrak nya
Selama perjalanan Rehan terus saja menatap kedepan tanpa menoleh ke sampingnya...
" Laki laki yang tampan.... " Batin gadis disampingnya
Sesampainya disalah satu apartemen yang mewah.. Rehan langsung membantu memapah gadis itu sampai depan pintu..
" tuan... tidak ingin masuk sebentar " tawar gadis itu dengan senyum dibibirnya
" tidak Terima kasih... dan sekali lagi maafkan saya" ucap Rehan yang bersiap Pergi
" aaawww... " teriak gadis itu yang sukses membuat Rehan kembali
" kenapa? "
" tuan... bolehkah saya minta bantuan anda sekali lagi? "
" Baik... " Jawab Rehan yang tak enak hati melihat gadis yang ditabrak nya berjalan terpincang pincang..
Tanpa Ragu Rehan masuk kedalam Apartemen...
" Nama saya Sisil tuan" ucap Gadis itu memperkenalkan diri
" Rehan.. " ucap Rehan
" Tuan Rehan.. tolong angkatan Galon ke dispenser itu" Ucap Sisil
Rehan yang merasa aneh... tapi saat melihat kaki Sisil langsung menuju galon yang ditunjuk Sisil
Tanpa menunggu nama Sisil langsung menuu dapur dan membuat kopi...
" sudah.. kalau begitu saya permisi..." ucap Rehan
" Tunggu... setidaknya duduk dulu dan minumlah kopi ini.. saya dengan susahnpayah membuatnya" ucap Sisil dengan wajah tersenyum
Rehan yang tak enak Hati langsung menerimanya... dan duduk meminum kopinya..
Sisil yang melihat kopinya telah diminum oleh Rehan tersenyum.. memperlihatkan Gigi putihnya....
.
.
__ADS_1
.
Bersambung... 😊😊