Takdir Luna

Takdir Luna
Teman baru...


__ADS_3

Luna yang melangkah dengan riang.. terus saja mencari ruang kelasnya... karna sudah lelah mencari.. akhirnya Luna bertanya pada salah satu gadis berambut.. ikal... yang tengah asik bermain HP.


" permisi... boleh saya tanya.. dimana ruang kelas jurusan seni...? " Tanya Luna dengan senyum diwajahnya...


" aahhh... kau mahasiswa baru... "


" iya... " jawab Luna dengan sorot mata yang mengagumi gadis yang ada dihadapannya.


" Cantik... " Batin Luna


" ohh... kalau begitu mari ikut.. kebetulan... saya juga siswa jurusan seni... " ajak gadis berambut ikal


Luna dengan senang hati pun ikut berjalan mengikuti Arah gadis itu...


" Nama saya Luna... , mba sendiri? "


" saya sisil..., salam kenal... " jawab Sisil dengan senyum manisnya...


Sesampainya dikelas... Luna pun duduk disamping Sisil.


mencatat materi yang diberikan oleh dosennya, tanpa Luna sadari... Sisil terus saja memandang Luna.. dan memperhatikan setiap gerak gerik Luna


" Kebetulan sekali... Nasibku memang cantik... secantik diriku.. " Batin Sisil...


Setelah mata pelajaran usai... Sisil mengajak Luna jalan jalan mengelilingi kampus...


" hey... hey... lihat.. itu sisil... dia cantik sekali... " ucap salah satu laki laki yang sedang bermain basket.. namun menghentikan permainannya karna melihat sisil yang berjalan dipinggir lapangan


" Tapi.. dengan siapa dia... tak seperti biasanya... biasanya sisil.. selalu ogah berjalan dengan wanita... " tanya salah satu laki laki lainnya..


Luna yang sekilas mendengar percakapan mahasiswa laki laki... tentang sisil... akhirnya ikut memandang lebih detail... tentang sisil.. gadis yang baru saja menjadi temannya.


" Gadis.. yang benar benar cantik... dan idaman para lelaki" Batin Luna... yang melihat Tubuh Luna bagaikan gitar spanyol...


" sisil... tunggu.. " cegah salah seorang laki laki..

__ADS_1


Luna dan sisil pun menghentikan langkahnya.. karna ada yang memanggil...


" iya.... " jawab sisil Ramah dan menyunggingkan Senyum.. manisnya


"sisil... ini... coklat... aku harap kau menyukainya.. " kata laki laki yang memakai baju olahraga, dan menyodorkan sekotak coklat.


" waahhh... terimakasih... pasti aku menyukainya... " jawab sisil senang


"Kalau begitu.. aku permisi'ya sudah ditunggu oleh yang lain.. " Ucap laki laki... yang memberikan sekotak coklat..


setelah kepergian laki laki itu... sisil mengajak Luna makan dikantin...


" ayam bakar komplit ya mas... , minumnya es teh manis... " pesan Luna


" Aku... juz lemon.. dan hamburger " pesan sisil...


" sepertinya... banyak laki laki yang suka padamu, sepanjang perjalanan aku selalu mendengar laki laki membicarakanmu? " ucap sisil sedikit kepo


" hahahaha..., kau bisa aj lun.. " jawab siail seadanya


" Belum... aku masih jomblo... "ucap Sisil dengan senyum diwajahnya...


" Bagus..... bisa ni, buat Arman... " Batin Luna


Setelah menunggu sedikit lama... dan Luna yang sudah bertanya kesana kemari bagaikan kereta api panjang nya.


Luna dan sisil kini menyantap makanan nya, dengan lahap... sesekali Luna atau sisil pun tertawa...


Akrab.... yaa... walau baru kenal dalam hitungan jam Luna dan sisil sudah bisa akrab...


Dilain sisi.. Rehan yang merindukan istri kecilnya... tengah duduk dikursi kebesarannya. menyandarkan kepalanya ditangan kanannya, sedangkan tangan kirinya tengah sibuk memutar pena...


fikiranya selalu tertuju kepada Luna.


Bahkan... file.. dimeja kerja Rehan dibiarkan begitu saja.. tersusun rapi didepan matanya.

__ADS_1


Arman yang kembali keruangan kerja atasannya.. dibuat tak percaya.. karna majikannya kini tengah asik dengan dunianya sendiri.


" Tuan... apa.. file yang saya siapkan sudah dibaca dan ditandatangani.? " ucap Arman yang berdiri tepat didepan meja kerja Rehan.


Rehan yang tengah melamun pun tak menyadari kedatangan Arman.. Bahkan saat Arman kembali bertanya untuk yang kedua kalinya.. Rehan tetap asik sendiri.


Arman yang menyadari Majikannya sedang tidak fokus... memilih mengetuk meja sedikit lebih keras


tok...


tok......


tok...


" yaaa... " ucap Rehan yang tersadar dari dunianya


" Tuan.. maaff.. tapi file.. file ini butuh tanda tangan tuan.. bukan hanya menemani tuan bengong dan melamun.. " ucap Arman dengan senyum diwajahnya.


" isshhh.. kau ini.. mau aku ikat tu mulut... perasaan akhir akhir ini.. mulut mu sudah seperti bi inah.. cerewet... " sindir Rehan... yang kembali fokus dengan file dimeja kerjanya..


" Nyonya memang hebat... bisa menaklukan macan... bahkan bisa membuat Seorang Rehan bucin... " Ucap Rehan lirih


" Heyyy.. kau tak.. akan mengerti... laki laki jomblo sepertimu.. tak akan pernah mengerti.. bagaimana rasanya mempunyai istri... aahhh... bahkan senyuman Istri ku... wangi rambutnya, bahkan bisa membuatku mabuk... apa lagi kalau diatas Ranjang... benar benar membuatku melayang... keawan awan... " ucap Rehan yang kembali tak fokus dengan file dimeja nya..


" Tuan.... setidaknya... kau hargai telingaku yang masih perawan ini... jangan kau nodai dengan ucapan tuan yang tak jelas itu... " protes Arman


" issshhh perawan.... benar kau masih perawan... aku bahkan mempertanyakannya.. kau masih perawan atau .... " kalimat Rehan sengaja digantung... dan melirik Arman yang ada dihadapannya.


.


.


.


Bersambung..... 😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2