Takdir Luna

Takdir Luna
Mulut kompor...


__ADS_3

Hari yang ditunggu tunggu pun tiba..


Luna yang sangat antusias... pagi pagi sudah mencocokan baju.., memutar tubuhnya kekanan kekiri... Bibir yang melengkung indah... membuat Rehan diam diatas kasur... kedua bola matanya tak henti hentinya... mengekor setiap gerakan istrinya.


" Bagaimana.... shayang... apa warna yang kuning.. atau warna pich. " ucap Luna yang meminta bantuan memilih warna baju yang pantas...


" semuanya... cantik shayang... " jawab Rehan cepat... karna bagi Rehan... Luna akan selalu cantik walau memakai baju jelek...


" Baik... warna kuning.... " jawab... Luna yang memilih memutuskannya sendiri... Memakai celana jeans... dan sweater hoodie berwarna kuning, spatu sneakers berwarna putih dengan sedikit warna sebagai pemanis....


Tak Lupa Luna mengikat rambutnya seperti ekor kuda... bedak... yang dioles tipis, dan pelembab bibir berwarna pich...


" ok.... siap... semangat... yuk... semangat... " Teriak Luna didepan cermin.... mengepalkan kedua tangannya... memberikan semangat untuk dirinya sendiri...


" Benar.. benar... anak kecil... " Batin Rehan yang melihat tingkah laku istrinya.. namun bibirnya tetap mengumbar senyum... melihat Luna yang sangat antusias...


" sudah... siap... ? " Tanya Rehan...


" Siap.... yuk.... " jawab Luna yang langsung berpaling dari cerminnya.. dan memutar badan nya menghadap suaminya...


Tanpa menunggu lebih lama... akhirnya Rehan melangkahkan kakinya... Sedangkan Luna... langsung mengambil tas slempang nya... dan mengekor dibelakang suaminya...


Karna masih... pagi... Rehan dan Luna.. sampai dikampus.. dengan cepat...


" Tunggu... " Rehan menghentikan, Luna yang siap turun dari mobil

__ADS_1


" cup.... " Luna mengecup singkat Pipi Rehan... dan tersenyum simpul, membuat Rehan seketika terdiam...


" Shayang.... " Ucap Luna yang menyadarkan... Rehan dari aksi mematung nya.


" aaahhh... ya... " jawab Singkat Rehan


" Ko diem si...? "


Rehan yang sedari tadi memperhatikan bibir mungil Luna tanpa menunggu lama, langsung menci*m Luna sekilas...


" Pergilah... belajar yang benar... dan satu hal yang perlu kau ingat... jaga kedua bola matamu... kalau berani kau... melihat laki laki lain... habis... kau... " Ancam Rehan.. yang sedikit takut Luna terpincut saat melihat Laki laki sebayanya....


" Siap... bossss" jawab Luna yang langsung memberikan tanda hormat... mengerti dengan semua... perintah Suaminya... atau lebih tepatnya ancaman...


Sedangkan.. Rehan yang mengamati Luna dari dalam mobil... mengepalkan tangannya.


" awas saja... kalau... ada laki laki yang berani... deketin istri kecilku... " Ucap Rehan...


Setelah.. Luna hilang dari pandangan matanya... baru lah Rehan, pergi berangkat kekantor....


" Pagi.... pagi dah ditekuk tu muka.... ati ati cepet tua loh.. " Ejek Arman... yang melihat bosnya telah datang...


Rehan yang mendengar ucapan Arman langsung memandang Arman dengan tatapan mautnya...


" ishhh.... iya iya maaf... " ucap Arman yang menyadari kesalahannya.

__ADS_1


" Kenapa... tuan.?.. bukannya.. baru pulang honeymoon... , kenapa datang ke kantor dengan muka seperti itu..? " pertanyaan Arman dengan beruntun


" sapa yang ga kesel coba... Tadi saat mengantar Luna Berangkat kekampus... aku tu lihat... mata para laki laki... tak henti hentinya melihat istri ku... issshhh Rasany ingin ku congkel matanya dara tempatnya... " omel Rehan... yang tengah bertengger dikusri kebesaran nya.


" hati... hati tuan... awas dapet saingan brondong... " jawab Arman sambil tersenyum geli... melihat Majikannya tengah dilanda cemburu..


" isss... kau... sejak kapan mulutmu jadi Kompor" jawab Rehan yang menyadari senyum Arman... yang tengah memanas manasi nya.


" Sudah... sudah.. sebaiknya tuan hentikan aksi.. cemburu tuan... lagi pula itu resiko punya istri cantik... dan imut... " ucap Arman yang berhasil membuat Rehan memandang asisten jomblo nya tengah memuji istrinya...


" heh... kau... jangan jangan kau diam diam menyukai istri kecilku... " Tuduh Rehan dengan Raut muka tak percaya dengan ucapan asistennya.


" Lah.. itu kenyataan tuan... memang istri tuan cantik dan imut... kalau saja tuan... benar benar bercerai waktu itu... aku bahkan Rela mendapatkan Luna... walau itu bekas tuan... " ucap Arman yang kembali sukses membuat Rehan berdiri dan bersiap menghajar Arman..


Arman yang menyadari... tanduk merah telah keluar diatas kepala majikannya.. langsung kabur, menyelamatkan nyawanya....


" hey.... kau... mau lari kemana.... sini kau... dasar asisten tak ada ahlak.... laki laki mulut kompor... yaaaa... hey... Mulut emak.. emak" teriak Rehan yang melihat Arman kabur dari hadapannya...


.


.


.


Bersambung... 😅😅

__ADS_1


__ADS_2