Takdir Luna

Takdir Luna
Hal baik dan hal buruk...


__ADS_3

" Lelaki yang sangat tampan... tak salah bila kakaku sangat mencintai'ya.! " Ucap sisil yang terus saja memandang wajah Rehan, jari lentik sisil tak henti hentinya menelusuri lekuk Wajah Rehan...


"emmmm.... " suara Rehan merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku.


" hiks... hiks... hiks... " tangis Sisil kencang, membuat Rehan benar benar terbangun dari tidurnya...


Rehan yang melihat kondisi Sisil yang kacau. langsung melihat keadaan dirinya.


" apa... apa yang terjadi? " ucap Rehan pada dirinya sendiri saat melihat dirinya hanya memakai celana box**r


" Mas... mas Rehan jahat... kenapa mas Rehan melakukan hal yang menjijikan padaku... bahkan kita baru bertemu" ucap Sisil disela sela tangisnya.


" hah.... " ucap Rehan semakin bingung


" Kenapa hah... apa mas Rehan bisa melupakannya dalam sekejap, setelah menikma*i tubuhku ini"


" hah... " ucap Rehan sekali lagi namun tetap standbye diatas kasur.


" aaaaaa..... aku harus bagaimana, kalau aku hamil bagaimana mas....? " Tanya Sisil


" Hamil.. "


" ga usah pura pura deh mas.. coba ingat kembali perlakuan mas padaku tadi"


Tanpa di suruh untuk kedua kali Rehan berusaha mengingat kejadian demi kejadian, namun semuanya nihil. membuat Rehan mengusap kasar mukanya


" lihat... lihat, apa yang tuan lakukan padaku" ucap Sisil sambil menunjukan lehernya yang penuh tanda merah...


Seketika Rehan mengingat kembali dan menarik rambutnya keras.


" Bodohnya... aku" umpat Rehan pada diri sendiri...


flashback on....


setelah meminum kopi... tubuh rehan terasa lemas... kepalanya terasa sakit.. Rehan yang memilih memejamkan matanya menghilangkan rasa sakitnya. langsung mendengar suara gadis, entah apa yang terjadi, tapi Rehan melihat Luna dihadapannya yang tersenyum...


tanpa Menunggu lama.. Rehan yang sudah lama menganggur, dengan rakusnya ******* bibir Luna.


pukulan demi pukulan tak bisa menghentikan Aksi Rehan... Bahkan kegiatannya semakin dominan dan menuntut.

__ADS_1


Dari bibir kini Rehan beralih k' leher Luna yang putih, meninggalkan jejak kepemilikan disana.


flashback of..


" tunggu... seharusnya tadi aku bersama istriku, kenapa jadi kau yang disampingku? " tanya Rehan pada Sisil yang masih menangis


" istri.. istri mas bilang... jadi mas.. melakukan semuanya dan menganggapku sebagai istri mas... " ucap Sisil semakin Keras menangis..


Rehan yang mendengar ucapan Sisil semakin bingung. dan lagi lagi menarik Rambutnya kasar


" Bodoh... bodoh"


" Lihat... bahkan Mas.. adalah orang pertama yang melakukannya" ucap Sisil sambil menyibak selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya..


Rehan yang melihat bercak Darah diatas sepray langsung membulatkan matanya.. tak percaya dengan apa yang dilihatnya


" Mas harus bertanggungjawab atas perbuatan mas padaku? "


" tanggung jawab kau bilang"


" iya... tanggung jawab... atau jangan jangan, mas mau meninggal kan aku begitu saja setelah puas menikmati ku. mas harus menikahiku" ucap Sisil menggebu-gebu.


Rehan yang sudah memakai kembali bajunya. langsung pergi meninggalkan Apartemen siail, tanpa menghiraukan tangisan Sisil, dan rengekan siail yang memintanya menikahinya.


" Bodoh... bodoh... kenapa aku bodoh sekali" ucap Rehan yang sudah mengendarai mobilnya


" kalau Luna sampai tau kejadian... ini... mampus aku, tak akan ada lagi kesempatan buatku" ucap Rehan yang masih setia duduk dibelakang kemudi nya.


Stelah berkutat dengan macetnya kota jakarta, Rehan akhirnya sampai dirumah mbah yem.


tok... tok... tok...


" iya... " jawab Luna


" Luna.. " ucap Rehan sendu


" Masuk mas... " ucap Luna


Setelah mendudukan bokongnya diatas kursi kayu, Rehan terus saja menatap Luna.

__ADS_1


" Mas.. kenapa? ... apa ada yang salah dengan wajahku? " tanya Luna sambil memegang pipinya...


" Tidak... kau semakin cantik... Rasanya sudah lama sekali aku tak melihatmu. " ucap Rehan yang beringsut mendekati Luna, dan bersiap memeluk istri kecilnya, namun ditahan oleh Luna membuat Rehan cemberut.


" Tuan... ga enak sama Mbah yem.. "


" emmm.. " Jawa Rehan yang kembali kepaisi semula..


" Luna.. aku minta maaf soal ayahmu, aku banyak salah terhadap kalian... "


" Tak apa... tuan... aku sudah memaafkan tuan, lagi pula, yang membunuh Ayah, itu mas Rangga, bukan Tuan Rehan. "


" Tapi... akulah yang membuat kehidupan kalian menderita, dan setelah pernikahan kita, aku bahkan tak segan menyiksamu. " ucap Rehan penuh penyesalan


" Tuan.. aku sangat mengerti dengan perasaan tuan saat itu, jadi ayo kita lupakan semuanya. kita buka lembaran baru. " ucap Luna dengan tersenyum


Rehan yang mendengar ucapan Luna langsung berdiri... tak percaya dengan apa yang baru didengar nya.


Reflek Rehan langsung loncat kesana kemari, senyum terpampang jelas diwajahnya...


Rehan bagaikan Anak anjing yang mendapat mainan Baru.


Mbah yem yang melihat Tuan Rehan meloncat kesana kemari ikut tersenyum senang 😊😊😊


.


.


.


Bersambung... 😊😊😊


jangan Lupa like...


komen...


vote....


Hadiahnya jangan lupa'y sekuntum bunga 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2