Takdir Luna

Takdir Luna
Hamil


__ADS_3

" shayang... apa maksud paman... apa.. yang dimaksud... paman.. bahwa kau sedang hamil.." ucap Rehan yang mendekat pada Luna...dengan wajah gembiranya


" stop.. jangan mendekat.. " teriak Luna yang menyadari Rehan sudah melangkah maju untuk mendekat


" shayang... " protes Rehan


" iya.. aku hamil... dan sekarang usia'nya baru 5 minggu.. jadi.. aku harap Kau bisa menjaga jarak denganku.. " jawab Luna sambil menutup mulut supaya tak memuntahkan isi perutnya


" horeeee... " teriak.. Rehan yang mendengar penjelasan Dari sang istri... tanpa mendengarkan peringatan sang istri Rehan langsung berlari memeluk sang istri... mengecup seluruh wajah istri kecilnya...


cup..


cup...


cup...


" huuueeekkk... "


Luna langsung memuntahkan semua isi perut Luna... dan langsung memukul mukul tubuh Rehan supaya melepaskan pelukannya


" maaf.. shayang.. maaf.. " ucap Rehan yang langsung melangkah mundur.. menjauh dari tubuh sang istri..


" aku mohon shayang.. menjauhlah dariku " mohon Luna


" Baik shayang.. maaf kan aku.. kalau begitu.. aku akan pergi ke apotik membeli obat dan vitamin.. " dan ini.. makanan aku taruh diatas meja.. kalau ada apa apa cepat telfon aku... " ucap Rehan mewanti wanti sang istri..


" iya.. iya bawell... " ucap Luna.. sambil tersenyum..

__ADS_1


Setelah.. memastikan Luna menuruti semua ucapannya.. Rehan bergegas menuju apotik...


" mba... tolong belikan... semua obat yang tertulis di catatan ini.... " ucap Rehan pada penjaga apotik


" baik Pak.. " jawab Petugas apotik dengan senyum dibibirnya


Setelah.. mendapatkan semua obat yang tertulis di catatan... Rehan langsung bergegas pulang...


Rehan yang mengendarai mobil bahkan menyalakan musik... kepalanya ikut manggut manggut mengikuti irama musik....


Sesampainya dirumah Rehan langsung berlari menuju kamar.. dan memberikan obat dan vitamin untuk sang istri..


" shyang minum lah... " suruh Rehan yang sudah membuka setiap obat dan vitamin dari bungkusnya


Dengan patuh... Luna langsung meminum'nya... dengan dibantu oleh sang suami..


"shyang... bagaimana.. apa masih merasa mual.. ? " tanya Rehan setelah menunggu beberapa saat.. supaya obat dan vitamin bereaksi..


" kalau begitu aku sudah bisa mendekatimu kan... " ucap Rehan


" iya... " jawab Luna dengan tersenyum..


Tanpa menunggu lama.. Rehan langsung memeluk sang istri menciuminya kembali... dan mengusap sayang perut rata Luna..


" baik baik ya shayang didalam pertama ibu... jangan nakal nakal.. " ucap Rehan yang mengobrol dengan sang calon bayinya.


Luna yang mendengar ucapan sang suami.. ikut tersenyum bahagia..

__ADS_1


cup.. Rehan mengecup perut Luna sayang


tes...


tes...


tes...


Luna melihat tetesan darah yang menetes di baju nya. dengan sigap Luna langsung menghapus darah yang mengalir dibawah hidungnya.. tak lupa.. Luna langsung membersihkan darah di baju nya dengan tisu yang ada diatas meja... dan melemparkannya dibawah kasur...


senyum yang tadi berkembang dibibir Luna seketika pudar.. matanya seketika berair...


" aku mohon.. berikan aku waktu yang lebih lama.. lagi.. setidaknya biarkan aku melahirkan buah hati kami.. " Batin Luna...


" shayang.. kau kenapa..? " tanya Rehan yang menyadari istrinya mulai menangis..


" tidak.. shayang... aku hanya sangat gembira... aku tak menyangka.. aku akan menjadi ibu.. dan aku akan berusaha keras menjaganya.. " jawab Luna


" iya shayang.. aku juga akan.. menjaganya... dan aku tak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya terhadap anak kita.. " janji Rehan pada Luna.. seketika Rehan mengingat kembali di saat dirinya menyiksa Luna.. dan menyebabkan Luna mengalami keguguran.. air mata Rehan seketika lolos begitu saja.. penyesalan didalam dirinya atas kebodohan'nya waktu dulu terus saja menjadi bayangan dalam dirinya... dan hal itu sukses membuat Rehan tersadar akan perbuatannya..


" maaf shayang.. maafkan semua perbuatan ku.. yang menyebabkan anak pertama kita pergi.. tanpa melihat indahnya dunia.. " ucap Rehan sambil terisak..


" sudah.. shayang.. semuanya sudah berlalu.. mungkin semuanya.. belum rizki kita.. lebih baik.. semuanya kita jadikan pelajaran.. supaya kita menjadi orang yang lebih baik... " jawab Luna penuh ketegarann...


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.. 😊😊😊


__ADS_2