
" Nona... ayo kita pulang.... hari mulai sore.. " Ajak Ratih... yang menghampiri Luna.
Luna yang mendengar ajakan Ratih... hanya memandang Ratih.. dengan mata yang sembab..
Dengan sabar... Ratih.. memapah Tubuh kecil Luna... mengajaknya masuk kedalam mobil.
Luna yang sudah berada di kediaman ibunya... dengan perlahan membuka pintu kamar yang selama ini ditinggali oleh ibunya...
Kamar yang.. luas... sederhana tapi terlihat elegan... tepat diatas ranjang... terpampang foto Luna yang tengah tersenyum...
Dan beberapa... foto... ibu wulan yang tengah tersenyum... pula
air mata Luna kembali menetes... mengingat pertemuan singkatnya dengan ibu kandungnya...
" ibu... kau jahat.... " ucap Luna dengan tubuh merosot ke lantai... kakinya tak sanggup menahan berat badannya... buku deary... dan surat Tes DNA dipeluk erat erat didada Luna...
Ratih yang melihat majikan barunya... juga ikut menangis... melihat semuanya....
" maaf nona... maafkan saya... seharusnya... aku memberitahu kan semuanya pada nona... tapi... karna kebodohan saya yang terus menurut pada nyonya besar... membuat nona dan nyonya besar terlambat bertemu... " ucap Ratih penuh penyesalan...
Luna yang mendengar permohonan maaf dari Ratih.... memilih diam... karna kedua bola matanya menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan...
__ADS_1
Dengan perlahan... Luna bangkit... dan mengambil sebuah foto yang terletak di meja...
" mas Rangga" ucap Luna penuh dengan kebingungan...
" Ratih... kenapa ada foto mas Rangga... ,? " Tanya Luna dengan terus menatap foto Rangga
" Mas Rangga adalah anak tiri nyonya besar nona.. " jawab Ratih
Duaaarrr....
Bagaikan disambar petir... Tubuh Luna bergetar... mendengar penjelasan Dari Ratih...
" Anak Tiri...? "
"kenapa.. kenapa.. ibu tak mencariku Ratih... kenapa..? " ucap Luna dengan suara bergetar
" karna tuan besar... mengancam Nyonya... akan.. membunuh nona dan ayah nona... oleh karna itu... nyonya besar tak pernah mencari nona...
sedangkan Tuan Rangga yang dibesarkan oleh nyonya... sangat membenci nyonya besar saat melihat tuan besar bunuh diri selepas perceraian nya dengan nyonya besar... oleh sebab itu.. tuan Rangga dan nyonya besar... tak pernah berhubungan... selama ini....
sampai dimana nyonya mendapat kabar kalau tuan Rangga di tangkap oleh polisi karna pembunuhan... terhadap mantan suami nyonya... yang tak lain adalah ayah nona.. " Jelas Ratih... yang begitu panjang lebar... seperti kereta api...
__ADS_1
Luna begitu syok.. mendengar semua penjelasan Ratih... tubuhnya yang terasa lemas... Luna dudukan ditepi kasur yang ber ukuran besar...
" jadi.... semua penderitaan ku ini berawal dari mas Rangga... kakak tiriku... , sungguh hebat sekenario.. mas Rangga... dengan tersenyum dia melihat semua penderitaan ku... " ucap Luna dengan senyum kecut terus ukir dibibirnya...
Luna yang tak mau mendengar lebih banyak lagi... memilih berjalan keluar dari kediaman ibu kandungnya...
" Nona... nona mau kemana... tinggallah di sini" ucap Ratih... namun tak dihiraukan oleh Luna yang terus berjalan....
Karna tak mendapat respon.. Ratih berinisiatif mengantar Luna... kerumah Rehan...
Dengan fikiran yang sangat kusut... Luna menurut dan masuk kedalam mobil Ratih... cairan putih.. terus saja mengalir dari pelupuk matanya....
Ingatannya kembali.. dimana... Luna harus menerima semua hinaan dari tuan Rehan... siksaan yang bertubi tubi... kematian ayahnya yang tepat didepan matanya.... Luna terus saja menangis... tangannya meraba bekas luka karna pecahan gelas... dan semakin sakit saat Tuan Rehan menginjaknya... Dan semua itu atas ulah Rangga...
Luna kembali mengingat pertemuan terakhir dengan Rangga dikantor polisi... dimana Rangga menjelaskan semuanya karna kesalah pahaman... dan meminta maaf..
.
.
.
__ADS_1
Bersambung... 😳😳