
Setelah Rehan dan Luna menyelesaikan makan, luna langsung mencuci piring kotor... Rehan yang melihat aktivitas Luna mendekat secara perlahan, melingkarkan Tangan kedalam pinggang Luna, meletakan Kepala nya diatas bahu Luna, mencium harumnya tubuh Luna.
" Tuan... lepaskan... saya tidak bisa konsentrasi " ucap Luna yang merasa geli dengan hembusan nafas Rehan yang tepat mengenai lehernya.
" Geli kenapa?.... biarkan aku seperti ini.! " jawab Rehan yang menolak melepaskan pelukan nya
" Tapi... saya geli tuan... "
" Diamlah... baru seperti ini kau geli, lalu kalau lebih kau bagaimana? "
" Aku akan lari... tuan" ucap Luna yang tersenyum mendengar ucapan Tuannya
" jangan panggil aku Tuan terus... rasanya aneh! " perintah Rehan
" Tapi.. itu tak sopan tuan. "
" kalau begitu aku akan menghukummu, kalau kamu terus memanggilku tuan"
" Dihukum tuan" jawab Luna yang membalikkan badannya menghadap tuannya
" iya... "
" tapi... tuan.. " ucap Luna, namun sekian detik kemudian Rehan mengec*p Bibir Luna singkat
" tuan.... " ucap Luna yang malu dan menundukan kepalanya.
Rehan yang mendengar kata TUAN keluar dari mulut Luna, lagi lagi rehan mengec*p bibir Luna
" iya.. iya.. tidak lagi" ucap Luna yang menghentikan aksi majikannya.
" Baik... kalau begitu... panggil aku Hubby "
" Hubby.... itu apa tuan? "
" entah lah... rekan kerjaku selallu dipanggil hubby oleh istrinya, dan aku ingin mendengar kata itu keluar dari mulut istriku. " ucap Rehan yang lagi lagi memeluk Luna
" Hubby " ucap Luna.
Rehan yang mendengar Luna memanggilnya Hubby langsung melepaskan pelukannya, menatap intens wajah istrinya yang memerah.
" Shayang..... " ucap Luna lagi, dan sukses membuat Rehan tersenyum dan menunjukkan gigi putihnya.
__ADS_1
Luna yang merasa malu langsung menundukan kepalanya lagi.
Sedangkan Rehan langsung mengangkat tubuh Luna, dan membawanya kedalam kamar....
" Shayang.... " ucap Luna yang sudah diatas kasur
"emmm"... ucap Rehan dengan tatapan penuh arti. tapi tubuhnya kini mulai menind*h tubuh Luna.
" Shayang. . "
" eemmmm... " ucap Rehan dengan mata tetap melihat intens wajah istrinya.
" aku ingin main... "
" Baik... ayo langsung cussss" ucap Rehan senang dan tangan mulai jahil
" Shayang... aku ingin main" ucap Luna dan tangannya menghentikan tangan Rehan
"lah bukannya ini mau main..? " jawab Rehan bingung karna aksinya terhenti
" aku ingin main diluar.... " ucap Luna
" haaaaa... " ucap Rehan tak percaya dengan ucapan istri kecilnya
Rehan yang melihat istrinya akhirnya mengurungkan niatnya.
" isss.... gagal lagi, sabar... sabar... " Batin Rehan yang sudah duduk ditepi ranjang.
" shayang.. " ucap Luna yang menghancurkan lamunan Rehan
" iya... baik.. ayo kita main... " ucap Rehan yang menarik tangan Luna
Setelah setengah jam berada di dalam mobil. Rehan dan Luna kini berada didalam salah satu mall...
Dan disini Rehan dan Luna berada, di Timezone Rehan menunjukkan beberapa mainan yang seru, menaiki komedi putar. mengambil boneka dari salah satu mesin capit boneka.
" shayang.. biar aku coba" ucap Luna yang sedari tadi melihat suaminya tak berhasil mengambil boneka satupun
" ini shayang... buatmu" ucap Luna yang memberikan boneka Beruang
Rehan yang melihat Luna berhasil mendapatkan boneka langsung tersenyum malu..
__ADS_1
Setelah menerima boneka pemberian Luna, Rehan langsung mengajak Luna ke permainan ice skatiing.
" kok kesini si shayang... aku kan tak bisa bermain" keluh luna
"Nanti aku ajari.. " ucap Rehan yang menarik Luna kedalam.
Karna tak bisa bermain ice skatiing, Luna hanya duduk dan memakai sepatu.
" ini sebenarnya bagaimana cara mengikatnya? " gerutu Luna yang sedari tadi membolak balikkan tali sepatu.
Rehan yang melihat istri kecilnya menggerutu kesal, langsung Berjongkok dan membantu Luna mengikat tali sepatu.
Luna yang melihat Rehan membantunya langsung tersenyum senang.
" Shayang... tunggu... " teriak Luna yang sudah berada dilapangan ice skating
Rehan yang sudah biasa bermain. kini sedang meluncur dengan gembira.
Terbanding terbali dengan Luna.
Luna yang berjalan bagaikan Sipit kini sedang berpegangan ditepi pagar. berjalan penuh hati hati, namun tetap saja, Luna terjatuh dan tergelincir.
Rehan yang melihat Luna terjatuh, langsung menghampiri dan tersenyum geli.
" ayo aku bantu " ucap Rehan yang membantu Luna berdiri.
Dengan Penuh kesabaran Rehan membantu Luna bermain.
.
.
.
Bersambung... ππ
jangan lupa like...
komen...
vote....
__ADS_1
Dan berikan hadiah.. walau sekuntum bunga πΊπ»πΉπ·....