Takdir Luna

Takdir Luna
Mimisan.....


__ADS_3

" karna... kau sudah bangun... cepat angkat kakimu dari rumahku... "usir Rehan.. yang bersiap menarik keluar Sisil...


langkah Rehan terhenti manakala... Luna telah berdiri dihadapan nya... dengan muka seramnya...


" iya.. iya... terserah maumu... dan kau shayang.. jangan menyesal nanti... " ucap Reha.. yang melepaskan tangan Sisil... dan kembali pergi meninggalkan dua wanita.. yang berbeda sifatnya


" Terimakasih Luna... kau sudah menolongku... " ucap Sisil dengan wajah penuh dramatis...


" duduk lah.... ceritakan... apa yang sebenarnya yang terjadi... " pinta Luna


" sebenarnya waktu itu... aku hendak menyebrang... memang semuanya salahku... tidak melihat ada mobil yang sedang melaju... dan disitulah semuanya bermula...


Rehan menabrak ku... dan kakiku terluka... karna aku tak bisa berjalan... Rehan menolongku mengantarkanku ke apartemen...


dan.. dan... tanpa diduga.. Rehan... mencumb* ku... dia tak mendengarkanku... bahkan dia begitu kasar... mengambil yang bukan haknya... tapi.. tapi aku sungguh melakukannya dengan Rehan... tak ada laki laki lain.. yang tidur denganku... aku sudah berusaha mencari informasi tentang Rehan... tapi baru beberapa hari ini aku melihatnya disekitar kampus... dan... aku sungguh tak menyangka.. bahwa laki laki bejat itu.. adalah suami sahabat baruku... " jelas Sisil panjang... lebar... kedua tangannya menutupi mukanya... berusaha menyembunyikan air mata yang terus saja mengalir...


Bagaikan... disayat sayat... Luna mendengarkan... semua yang diucapkan Sisil....


" Bodoh... bodohnya sekali... sudah jelas... suamimu... melakukannya.. masih saja meminta penjelasan dari sisil... " Batin Luna merutuki... kebodohannya sendiri


" Luna... Luna aku mohon... bicaralah pada suamimu... suruh dia menikahiku... kalau dia menolak... aku akan mati... aku tak bisa menerima.. cacian dan maki... orang orang yang melihat diriku hamil tanpa seorang ayah... " mohon sisil yang kembali bersimpuh dikaki Luna...

__ADS_1


" jangan kau bermimpi... dan jangan kau racuni istriku dengan ucapanmu... " Teriak Rehan... yang sedari tadi mendengar permohonan Sisil


" Pergi... pergi.... " Rehan yang sudah kehabisan... kesabaran nya... kini menyeret tubuh Sisil.. dan mengeluarkannya dari rumah...


Apa kabar dengan Luna... Luna yang mendengar Ucapan Sisil yang akan bunuh diri... duduk terpaku diatas sofa... pandangannya kosong... air matanya tak menetes sedikitpun.... bahkan... Sisil yang terus saja teriak meminta tolong pada Luna... tak dapat didengar oleh daun telinganya. telinga Luna.. bagaikan tertutup baru besar


" shayang.... shayang... " ucap Rehan yang menggoyangkan Tubuh Luna....


" shayang... aku mohon jangan dengarkan... wanita ular.. itu.... dia hanya menggertak... " ucap Rehan yang berjongkok tepat dihadapan... istrinya...


" kalau dia.. sungguh melakukannya.. bagaimana... kita akan jadi pembunuh... " ucap Luna... tangannya mulai bergetar ketakutan...


Rehan yang melihat... Istri nya ketakutan... langsung memeluk tubuhnya... menenangkannya.


"sudah... ayo kita kekamar... kau harus istirahat.... " perintah Rehan... dan membantu istri nya berjalan.. memasuki kamar....


Malam.. yang dingin... hujan yang telah berhenti.. kini telah berganti dengan sinar matahari yang menghangatkan setiap kehidupan...


Begitu pula dengan... Luna... dengan muka yang masih mengantuk... dengan perlahan menuju kamar mandi... membasuh mukanya.. dan bersiap memasak... meninggalkan sangat suami yang masih asik dengan dunia mimpinya...


Dengan cekatan.. Luna kini sudah menyiapkan berbagai makanan.... senyum.. yang kemarin hilang.. kini telah hadir.. dibibir mungil Luna...

__ADS_1


" selesai... " ucap Luna bangga dengan hasil masakan'nya


tes...


tes....


tes...


Luna.. dikejutkan dengan tetesan darah yang kini berada diatas meja....


Dengan buru buru... Luna mendengarkan kepala keatas... berusaha.. menghentikan aliran darah yang keluar dari kedua lubang hidungnya...


" kenapa... aku sering mimisan... " Batin Luna yang tengah mengelap darah menggunakan air...


Tak lupa... Luna mengelap tetesan darah yang ada diatas meja...


Setelah semuanya beres... Luna bergegas membangunkan sang suami... yang masih tertidur pulas...


.


.

__ADS_1


.


Bersambung... 🤔🤔


__ADS_2