Takdir Luna

Takdir Luna
Kutu rambut


__ADS_3

Setelah menunggu hampir 1 jam.. akhirnya Luna sudah bisa pulang kerumah... Dengan penuh perhatian Rehan membantu Luna masuk kedalam mobil..


Sepanjang perjalanan.. rehan mengendarai mobil dengan hati hati.. bahkan.. berjalan begitu pelan...


"shayang... apa tak begitu pelan.. " ucap Luna yang melihat mobil berjalan pelan


" aku tak mau kejadian seperti tadi terulang kembali... aku tak sanggup melihatmu pingsan untuk yang kesekian kalinya dihadapanku... "Jelas Rehan


Luna yang tak mau berdebat lebih memilih menyandarkan kepalanya.. dikursi.. mengistirahat fikiran nya...


Hampir dua jam perjalan Luna dari rumah sakit kerumah rehan.. dengan sigap.. rehan yang melihat sang istri tertidur langsung menggendong sang istri masuk kedalam rumah dengan perlahan membaringkan nya dikasur yang ber ukuran king size..


Tubuh Rehan yang sudah lengket kini direndam nya didalam beathup dengan air hangat..


Namun ditengah kegiatannya.. Rehan.. menyadari sesuatu... dan bergegas menyelesaikan mandinya...


Dengan terburu buru.. dan langkah yang hati hati supaya sang istri tak terbangun dari tidurnya Rehan beranjak kedalam Ruang kerjanya.. tak lupa Rehan membawa benda pipih ditangannya...


Setelah sampai... di ruangannya Rehan langsung menuju meja kerjanya, menyalakan laptopnya.. dan memasukan chip di sana..


flashback...


Rehan.. yang melihat sang istri mendapat telfon dari orang tak dikenal.. mulai merasa jengkel..


Namun saat melihat sang istri mengangkat'nya Rehan terperangah dengan sosok sis yang tengah berdiri di tepi balkon...

__ADS_1


Setelah.. menjalani perdebatan.. yang panjang dengan Luna.. Rehan memilih mengalah... dan menuruti keinginan sang istri..


Ditengah perjalanan.. Rehan yang melewati toko. elektronik.. memilih berhenti. dan membeli sesuatu.. dan yang pasti dengan perdebatan kecil dengan sang istri yang tengah khawatir dengan keadaan sisil..


Setelah menunggu beberapa menit.. Rehan kembali kedalam mobil.. dan melakukan mobilnya ke apartemen sisil..


Setelah mencari apartemen sisil Regan berjalan dengan malas... namun kedua bola matanya terbuka lebar saat melihat foto dirinya dengan sisil.. Raut muka rehan.. terlihat.. merah padam.. menahan rasa amarah yang sudah mencapai ubun ubun...


saat Rehan tengah membujuk sang istri yang tengah menangis... karna foto dirinya dan sisil.. Rehan dikejutkan oleh Teriakan sisil yang tengah bergelantung dipagar balkon...


Reflek Rehan langsung menolong sisil.. setelah semuanya aman.. Rehan dengan hati hati meletakan benda yang baru dibelinya di toko yang dilewatinya.. dan memastikan tak terlihat.. oleh sang empunya apartemen....


flasback and...



" Arman... kau selidiki.. sisil si wanita gil*.. aku mau semua informasi tentang dia... dari ujung kaki.. sampai nama kutu yang ada dirambutnya... " perintah Rehan penuh penekanan


dilain sisi.. Arman yang mendengar perintah bisnya.. hanya bisa garuk garuk kepala...


"Dasar... bos.. ga ada ahlak... malem. malem gini ngasih perintah ga jelas... lah terus aku harus tanya sama siapa.. nama kutu di rambut sisil... tanya pada rumput yang bergoyang... " gerutu Arman yang sudah mematikan Henpon nya..


Tak menunggu lama... Arman yang sudah dilanda ngantuk sudah kembali tertidur pulas.. melupakan perintah sabang bisa yang tak ada ahlak...


" kau... terlalu pintar untuk bermain denganku... " ucap Rehan yang tengah melihat video.. panas.. sisil dan sang kekasih... "

__ADS_1


" sial... melihat video mereka membuat sang adik.. on..., menyebalkan sekali... "Gerutu Rehan yang menutup layar laptop'nya


Dengan perlahan Rehan yang sudah menyusun rencana kembali ke kamarnya. berjalan mengendap ngendap supaya sang ibu negara tak terbangun dari tidurnya...


Alih alih menidurkan sang adik yang sedang on... rehan yang melihat kondisi sang istri memilih merebahkan tubuhnya disisi sang istri dan tak lupa memberikan kecupan shayang pengantar tidur... tepat dikeningnya


cup.....


.


.


.


Bersambung... 😘😘


jangan lupa tinggalkan jejak...


like ....


komen.....


vote.....


.

__ADS_1


__ADS_2