
Rehan selalu tersenyum sepanjang perjalanan nya menuju rumah..
Tangannya tak pernah lepas menggenggam tangan luna.
Sesekali Rehan melihat kesamping memandang Luna yang kini duduk disampingnya.
" Tuan... bisakah kau melepaskan tanganmu? " ucap Luna hati hati
"Tidak... " jawab Singkat Rehan
" apa tak menggangu dalam menyetir kalau begini terus" ucap Luna yang mulai risih tangan nya yang selalu degenggam sedari tadi
" Tidak... " jawab Rehan yang kembali singkat, namun gigi rapihnya terus terlihat.
Akhirnya Luna memilih diam, karna percuma Luna berusaha melepas tangganya tapi selalu ditolak oleh Rehan.
Sesampainya di Rumah tanpa meminta persetujuan Luna, Rehan langsung mengangkat Tubuh Luna, dan secara otomatis Luna langsung melingkarkan tangan nya tepat dileher Rehan kuat kuat.
" Tuan... tolong turunkan saya... "
" Tidak.. "
" Aku malu... "
" sama siapa...? "
" Bi inah.. " ucap Luna yang kini menenggelamkan wajahnya didada Rehan karna malu melihat Bi inah sedang memperhatikannya.
" Bi.. inah.... untuk beberapa bulan ini... saya izinkan bi inah berkunjung ke kampung halaman, dan soal gaji... bi inah tak usah mempermasalahkannya.
" Terimakasih tuan... " ucap bi inah sambil tersenyum.
" tuan.... Luna malu , turunkan Luna sekarang " bisik Luna di telinga Rehan.
" haaaa.... bi... Luna malu bi" Ucap Rehan keras keras membuat Luna semakin malu.
" Tuan.... " teriak Luna yang mendengar ucapan majikannya
Rehan.. yang sudah tak sabar langsung membawa Luna kekamar.
" haaaa.... " tawa bi inah kini terlepas setelah Majikannya pergi meninggalkannya
__ADS_1
Setelah menurunkan Luna diatas kasur Rehan langsung memeluk Luna, mencium pipi, hingga kening, beralih ke bibir Luna, dari yang lembut hingga menuntut penuh nafs*.
" Tuan... " ucap Luna menghentikan Aksi majikannya
" ada apa sih... mengganggu saja! " ucap Rehan yang sedikit kesal
" Tuan... Luna mau membersihkan diri, lengket dari tadi pagi, membantu mbah yem di warteg. " ucap Luna
" aaaahhhh.... " ucap Rehan yang mendengar penjelasan Luna.
" ayolah Tuan lepaskan tangan tuan dari pinggang ku. "
" Terus... adik aku gimana dong... kepalang nanggung nih...? "
" Adik siapa tuan... tuan kan tidak punya saudara apa lagi adik. Tuan aku pergi dulu'y"ucap Luna yang langsung meninggalkan tuannya
"aaahhh... kerja sendiri dong..." keluh Rehan.
Setelah Luna memanjakan diri nya, dengan air yang segar, Luna langsung menghampiri kamar tuannya Karna pintu tak dikunci Luna langsung masuk kekamar tanpa permisi...
Namun... alangkah terkejutnya Luna saat daun telinga nya mendengar suara yang tak asing... dan mampu membuat bulu kuduk berdiri bagi setiap orang yang mendengarnya.
" Tuannnnn, apa yang tuan lakukan didalam kamar mandi? " teriak Luna
Dengan terburu buru Rehan langsung mengambil handuk dan melingkarkan nya dipinggang.
" tuannnn... keluar... " perintah Luna
" apa... , mengganggu saja" kesal Rehan yang mendengar Teriakan Luna
" Apa... apa yang tuan lakukan? "
" tentu saja, memenuhi setiap keinginan adiknya.. " jawab Rehan dengan membuang muka karna kesal terhadap Luna.
" Adik... adik siapa yang tuan maksud, apa tuan menyembunyikan seseorang " Luna yang penasaran langsung menyingkirkan Tubuh tuannya yang sedari tadi berdiri didepan pintu kamar mandi
Rehan yang tak siap didorong oleh Luna langsung terdorong kesamping.
" hay... keluar kau.. jangan bersembunyi, cepat keluar" teriak Luna sambil mengobrak-abrik isi kamar mandi.
Rehan yang melihat tingkah Luna hanya bisa tepok jidat, dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Luna... Luna" teriak rehan, namun Luna tetap mencari keberadaan adiknya.
" hey... Luna... " Teriak Rehan kembali, dan mampu membuat Luna menggentikan pencarian nya.
" Keluar... " perintah Rehan
Luna yang menurut pun langsung keluar dengan muka yang cemberut.
" kau... cari siapa.? "
" Tentu lah Adik tuan... " Jawab Luna yang memalingkan muka
" kau itu tol*l atu bagaimana, yang aku maksud tu adik yang ini, bukan adik perempuan, ataupun Laki-laki"
Luna yang belum bisa konek tentang adiknya, masih memanyunkan bibirnya.
" Belum paham juga ini anak. " Batin rahan
"ishhh... dasar... yang ku maksud adik itu ini. " ucap Rehan bersiap membuka handuknya..
Luna yang melihat Rehan bersiap membuka handuknya, dan berbicara tentang adik, Luna langsung tersadar dari kebodohannya.
" Aaaaaaa..... tuan mesummm" teriak Luna dan langsung berlari keluar...
Rehan yang melihat Luna berlari... langsung tersenyum senang..
" yaaaa... sapa suruh kau membangkitkan adikku, dan kau tak mau bertanggung jawab... yaaa.. mau kemana kau... " Teriak Rehan
" Bodo... " teriak Luna yang sudah keluar dari kamar tuannya,
.
.
.
Bersambung... ππ
jangan lupa like...
komen....
__ADS_1
vote...
dan hadiahnya walau sekuntum πΊπ»πΉπ·