Takdir Luna

Takdir Luna
Berpuasa


__ADS_3

keesokan harinya... rehan dan Luna sudah bersiap akan kerumah sakit.. namun kondisi Luna tidak memungkinkan.. Bahkan mual Luna semakin parah.. bahkan Rehan harus jaga jarak satu meter supaya Luna tak kembali mual..


Makanan yang sudah masuk kedalam perut pun langsung dikeluarkan oleh perut Luna....


hanya Air hangat.. yang mampu bertahan didalam sana...


" shayang.. kau sebenarnya kenapa.. jangan buat aku khawatir... " ucap Rehan yang berdiri jauh disamping Luna.. Suara Rehan terdengar bergetar saat mengucapkannya


" entahlah.. perutku benar benar.. tak bisa berkompromi... " jawab Luna dengan suara lemas..


Rehan yang melihat keadaan istrinya langung mendekat karena khawatir.. tapi lagi lagi Luna harus mengeluarkan isi perutnya


" huuueeekkk... " mual Luna yang langsung tumpah diatas lantai..


" shayang.. aku mohon.. menjauhlah.. jangan dekati aku... " mohon Luna dan langsung meletakkan kepalanya diatas bantal kembali


" hallo... " ucap Rehan dengan HP didekat telinganya


" cepat kesini.. istriku sakit..." ucap Rehan.. penuh nada kepanikan di suara nya..


Setelah menelfon seseorang disana.. Rehan bahkan tak pernah pergi dari samping Luna.. walau dengan berdiri.. Rehan tetap disana


Setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya.. bell pintu pun berbunyi.. dengan berlari.. Rehan langsung membukakan pintunya..


" heyy.. kenapa lama sekali.. " protes Rehan yang langsung menarik dokter Gunawan

__ADS_1


"ishhh.. emangnya aku big bos sepertimu.. yang bisa kemana aja tanpa memikirkan orang lain.. aku juga punya pasien.. " ucap Dokter Gunawan yang tak mau disalahkan


" cepat periksa... " suruh Rehan yang sudah sampai di kamar Luna..


"dasar ponakan tak ada ahlak.. main suruh suruh aja... " batin Dokter Gunawan menggerutu dengan sikap Rehan yang tak ada sopan sopannya


"kenapa kau hanya berdiri disitu..? " tanya dokter Gunawan saat melihat Rehan berhenti satu meter.. dari sang istri


" tanyakan aja langsung.. pada orangnya.. " jawab Rehan dengan mendengus kesal.. dan kedua tangannya yang dilipat diatas perut..


Dokter Gunawan yang melihat Rehan langsung melirik Luna.. mencari jawaban.. namun hanya senyuman Luna yang didapatkannya


Tanpa menunggu lama lagi Dokter Gunawan langsung memeriksa Keadaan Luna... dan senyum kebahagiaan terpancar diwajah dokter Gunawan...


" istrimu tak apa.. hanya butuh istirahat.. " jelas dokter Gunawan dengan tersenyum


" tak apa bagaiman dia terus saja mual.. kalau seperti ini terus.. aku jadi bujang lagi.. dong... nganggur dong adikku.. untuk mendekat aja aku sudah diusir... berikan dia obat anti mual supaya aku bisa mendekat " protes Rehan


" haaa... lagi pula aku memberikan Luna obat anti mual.. itu juga tidak akan berfungsi.. karna kau juga akan berpuasa selama 1 tahun... " ucap Dokter Gunawan sambil terkekeh


" maksudnya... apa bebrpuasa.. ini kan bukan bulan puasa.. ngapain aku harus berpuasa.. "


" ishhh.. dasar... big bos.. blo*n.. masa kaya gitu aja ga nalar.. " ucap Dokter Gunawan.. sambil menoyor kening Rehan


" singkirkan jarimu itu.. berani sekali kau memegang jidat ku.. " protes Rehan sambil menyingkirkan jari pamannya itu..

__ADS_1


" seharusnya isi kepalamu itu dibersihkan... jadi isinya bukan mes*m teroossss... ini resep... vitamin untuk istrimu.... dan jangan lupa.. kau harus berpuasa.. karna kondisi istrimu sangat lemah.. apa lagi istrimu pernah mengalami keguguran dan itu ulahmu.. jadi kau harus menjaga.. istrimu dengan baik... dan juga jaga calon buah hati kalian.. karna dia sangat lemah...dan usianya baru 5 minggu " jelas dokter Gunawan sambil memberikan secarik kertas pada rehan.. dan tersenyum menunjukan gigi kudanya


Rehan yang mendengar penjelasan dokter Gunawan hanya terpaku diam... fikirannya masih mencerna setiap kata dari dokter Gunawan


Setelah memberikan catatan pada Rehan dokter Gunawan langsung pergi menuju rumah sakit.


meninggalkan Rehan yang masih terdiam membeku


.


.


.


Bersambung... πŸ˜πŸ˜πŸ€”


jangan lupa tinggalkan jejaknya


like..


komen. ..


like...


jangan lupa.. berikan hadiah.. walau sekuntum bunga 🌺🌻🌹🌷

__ADS_1


__ADS_2