Takdir Luna

Takdir Luna
PEMANDANGAN YANG MENYAKITKAN...


__ADS_3

Setelah berhasil memetik mangga muda, luna langsung mengupasnya dan memakannya dengan lahap.


" Apa kau tak merasa asam nak.. " ucap Bayu, sambil menelan ludah melihat anaknya yang melahap buah mangga dengan rakusnya.


" Enak.. ayah.. sudah beberapa minggu ini, perutku ini seperti tak mau menerima nasi. " jawab Luna dengan mulut terus mengunnyah mangga..


" Apa kau sedang ngidam nak.. " ucap Bayu spontan


" uhukkk... " Luna tersedak saat mendengar ucapan ayahnya


" Dari mana ayah tau... "


" saat ibumu hamil muda, dia selalu meminta mangga muda, persis seperti kamu sekarang "


" Maaf ayah... aku tak bisa menjaga kehormatan ku" Ucap Luna dengan menundukkan kepala nya


" Kenapa meminta maaf, bukannya Rehan sudah menikahimu. itu adalah hak Rehan dan kewajibanmu memberikannya. "


" tuan memperk*sa ku ayah... sebelum tuan menikahiku dia sudah mengambilnya dengan paksa"Batin Luna..


"Sudah teruskan makanmu ayah mau tiduran pinggang ayah sakit. " Ucap Bayu dan pergi meninggalkan anaknya yang masih menundukkan kepalanya


" Maaf nak.. maaf karena ketledoran ayah, kamu menerima imbasny" Batin Bayu yang sudah ada didalam kamar


Sedangkan Sasa tengah asik berbelanja di salah satu mall, dengan kedua tangan menenteng tas belanjaannya.


"Apa kau sudah mulai menjalankan misi.. "

__ADS_1


isi SMS di HP Sasa


" Aku baru mulai menjalankannya, " Jawab Sasa dan memasukkan kembali hpnya kedalam tas, dan melanjutkan belanjaannya.


Jam kini menunjukan jam 3 sore, Luna yang sedang istirahat didalam kamarnya akhirnya memaksakan tubuhnya untuk kembali pulang kerumah Rehan.


" untunglah.. para dedemit itu belum pulang.. " ucap Luna dan meletakan sekantong mangga muda dikamarnya.


Tak berselang lama Sasa masuk rumah dan meletakkan tas belanjaannya disofa.


" Beruntung sekali nona Sasa bisa berbelanja sebanyak itu.. " Batin Luna dengan kedua bola matanya masih melihat tumpukan tas belanjaannya nona Sasa.


" Kenapa kau melihat tas belanjaanKu seperti itu.. "


Ucap Sasa dengan ketus


" Kalau tidak kenapa kau masih disitu cepat buatkan aku jus.. "


Luna yang mendapat perintah pun langsung membuatkan jus sesuai pesanan Sasa.


" Dasar gadis kecil... walaupun kau istri Rehan... kau tetap saja jadi pembantu.. " ucap Sasa lirih, dan melihat isi kantong belanjaannya satu persatu..


saat Luna meletakkan jusnya diatas meja, seketika Sasa mendapatkan sebuah ide yang menarik membuat bibirnya tersenyum.


Luna yang melihat senyumman'ya Sasa pun merasa heran.


" Kenapa dedemit ini tersenyum..." Batin Luna dan pergi kekamar mandi

__ADS_1


Waktu kini menunjukkan waktu jam 8malam Luna


yang tak punya lagi kerjaan pun merebahkan dirinya.


" Luna.... " Panggil Sasa


" Iya..." Jawab Luna dan menuju sumber suara


tanpa babibu Luna langsung menuju asal suara, saat sudah sampai tujuan.


Dada Luna langsung merasa sesak saat melihat Rehan yang sedang menci*m Sasa dengan mesranya.


" apa mereka tak bisa menghargaiku sedikit saja. kenapa mereka melakukannya disini. " Batin Luna yang menahan air matanya


Rehan yang sudah melihat kedatangan Luna pun semakin ******* bibir Sasa dengan Rakusnya


"Rehan.. rehan " ucap Sasa yang berusaha melepaskan bibirnya dari Rehan


Saat Luna akan memalingkan tubuhnya Rehan langsung memanggilnya dan menyuruh membuatkan kopi,


Luna yang mendapat perintah pun langsung menuju dapur.


" Kenapa aku ini ...sudah tau melihat adegan yang membuat hatiku sakit. kenapa masih berdiri ditempat itu" Batin Luna yang mengomel akan kebodohannya sendiri


" Seharusnya Luna sudah melihatnya kan" Batin Rehan


" shayang kau hebat sekali dalam berci*man, kenapa tidak kita lanjutkan diatas Ranjang" ucap Sasa dengan manjanya

__ADS_1


" Jangan bermimpi.. " Jawab rehan dan mendudukan bokongnya disofa.


__ADS_2