Takdir Luna

Takdir Luna
Hilangnya Luna...


__ADS_3

" tolong kau kirim beberapa contoh apartemen dan kirimkan langsung padaku" ucap Rehan dibalik telfon


" Tuan.. kau mau kemana? " tanya bi inah yang melihat Rehan bangkit dari duduknya.


" aku mau melihat langsung apartemen, aku akan memilih yang cocok buat Luna"


" sebaiknya tuan pilih apartemen yang menghadap langsung dengan taman atau lapangan, karna seusia Luna, pasti senang dengan suasana yang hangat akan anak remaja."


"Baik bi, saya titip Luna" setelah mendengar Saran Bi inah, reha langsung pergi.


Sedangkan Bi inah langsung masuk kekamar Luna, dan merebahkan t ubuhnya yang sudah lelah, tak membutuhkan waktu yang lama bi inah sudah terlelap dalam tidurnya.


Luna yang bangun dari tidurnya melihat Bi inah tidur, hanya bisa memandangnya namun sedetik kemudian Luna mengingat akan ayahnya yang sudah tiada membuat Luna kembali menangis.


Tangis Luna langsung terhenti saat melihat Pintu kamar terbuka.


" Mas malik.. " ucap Luna kaget melihat kedatangan malik


" sssttt... " ucap malik memberi kode supaya Luna terdiam, setelah berada di hadapan Luna, malik langsung membisikan sesuatu pada Luna,


Luna yang mengerti hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengerti.


Di lain sisi Rehan yang tersenyum karna sudah mendapatkan apartemen sesuai saran Bi inah sedang mengendarai mobilnya menuju rumah sakit...

__ADS_1


Setelah 1 jam rehan sudah sampai dirumah sakit, namun alangkah terkejutnya Rehan saat melihat ranjang Luna kosong, dan Bi Inah tertidur lelap disofa.


" Bi... bi" ucap Rehan membangunkan bi inah


" ya tuan.. " jawab inah berusaha membuka matanya


" Dimana Luna"


"sedang tidur tuan"


" Tidur dimana"


" diranjang tuan" jawab bi inah dengan mendudukan tubuhnya.


" Bi inah cepat kau sadar dari tidurmu, Luna tak ada diatas ranjang"


Saat Rehan menyadari Bi inah juga tak tau keberadaan Luna. Rehan langsung mencari Luna disetiap sudut ruangan.


" Tuan.. kita keruang keamanan rumah sakit siapa tau Luna terlihat di rekaman CCTV. "


" Bi... disaat saat genting bibi sangat pintar" celetuk Rehan namun langsung mengambil langkah seribu menuju ruangan keamanan.


" Bibi memang pintar walau tak berpendidikan tinggi, tuan yang berpendidikan tapi kadang otaknya ga tau ditaruh kemana. " Batin bi inah melihat tuannya berlari menuju ruang keamanan.

__ADS_1


Setelah rehan sampai diruang keamanan, rehan disambut oleh tatapan bingung para security.


Rehan yang tak mau mendapat banyak pertanyaan langsung memberikan beberapa lembar kertas, dan langsung diterima oleh security dengan senyum mengembang di pipinya.


Setelah Rehan meneliti setiap layar CCTV. Rehan tak menemukan sosok Luna yang pergi dari rumah sakit. Membuat Rehan semakin frustasi.


" Tunggu.. hentikan bagian ini" ucap bi inah dengan jari yang sudah menunjuk dari salah satu rekaman vidio.


Dengan patuh para security memutar kembali vidio yang bi inah tunjuk.


Disitulah Rehan dan Bi inah melihat Sesosok gadis yang sangat mirip dengan Luna. walau baju dan penampilannya berbeda.


" coba kau putar CCTV dibagian tempat parkir" ucap Bi inah pada security


Rehan yang mendengar perintah Bi inah, hanya memandang bi inah, namun kedua tangannya memberikan jempolnya.


Bi inah yang melihat Tuan Rehan tersenyum, hanya bisa ikut tersenyum melihat tingkat Rehan yang langsung tak bisa berfikir saat Luna menghilang.


" kemana perginya tuan Rehan yang pintar itu" batin bi inah.


Setelah melihat rekaman cctv, Rehan melihat gadis yang tubuhnya mirip dengan Luna menaiki mobil dengan plat nomer xxxx..


" Cepat kau selidiki plat mobil dengan nomor xxxx."

__ADS_1


perintah Rehan pada Bawahannya dibalik telfon


Bersambung....


__ADS_2