Takdir Luna

Takdir Luna
BERTEMU AYAH...


__ADS_3

Matahari kini sudah tegak berdiri memancarkan cahayanya, Rehan yang sudah puas tertidur akhirnya bangun, dan merenggang kan tubuhnya.


Alangkah terkejutnya Rehan saat melihat jam sudah menunjukan pukul 12 siang, tanpa pikir panjang Rehan langsung meloncat keluar dari ranjangnya menuju kamar mandi.


Karna buru buru akhirnya Rehan hanya mencuci muka dan gosok gigi, langsung memakai baju dan menyemprotkan parfum ke tubuhnya.


" Makan dulu tuan" Ucap Bi inah saat melihat majikannya keluar


" Tak sempat bi sudah terlambat" jawab Rehan


" Sial kenapa aku bisa kesiangan " Batin Rehan merutuki kebodohannya sendiri


Setelah berkulat dengan kemacetan dijalan akhirnya Rehan sampai di lokasi proyek rumah susun.


Setelah melihat perkembangan rumah susun, Rehan berjalan menuju warteg dimana Luna bekerja.


Luna yang sibuk menyiapkan makanan para pelanggan tak memperhatikan siapa yang tengah asik memandangnga dengan senyum dibibirnya.


" mba makan disini, saya mau nasi sama orek tempe, dan telor ceplok" ucap Rehan


Luna yang mengenal suara Rehan langsung terkejut, dan memecahkan piring yang ada ditangannya,


Mbah yem yang melihat Luna memecahkan piring langsung panik. dan memanggil Luna yang masih diam mematung.


Rehan yang melihat Luna terkejut tetap tersenyum dan melambaikan tangannya.


" Luna.. Luna.. " ucap mbah yem dengan mengguncang bahu Luna


Luna yang tersadar akhirnya meminta maaf pada mbah yem.


" Pesanan saya mba" ucap Rehan


"baik mas... maaf silahkan duduk dulu" ucap mbah yem


Luna yang sedang membersihkan pecahan kaca, tanpa sadar langsung mengingat kejadian dimana Rehan menyiksanya.


" Ampun... ampun saya minta maaf tuan" ucap Luna dengan tubuh mulai bergetar dan bersimpu


" Luna... Luna kau kenapa? " ucap mbah yem yang ikut berjongkok men-sejajarkan tubuhnya dengan Luna.


Luna yang terus meminta ampun dan menangis tak menghiraukan ucapan mbah yem, membuat para pelanggan terkejut dengan perubahan Luna yang berbeda jauh dari biasanya.


Rehan yang melihat Luna meminta ampun dan menangis langsung masuk dan ikut men-sejajarkan tubuhnya dengan Luna.


" Luna.. tenang.. aku tak akan menyakitimu lagi" ucap Rehan


mbah yem yang terkejut dengan sifat pelanggannya langsung menatap Rehan bingung.

__ADS_1


" Saya suami Luna mbah.. " ucap Rehan


mbah yem akhirnya menyuruh Rehan membawa Luna kerumah yang tak jauh dari warteg, hanya beberapa meter akhirnya Luna dan Rehan sudah sampai dirumah mbah yem.


mbah yem yang mempersilahkan Rehan masuk dengan Luna yang masih menangis memegang tangan mbah yem.


" nak bicara kan baik baik, mbah harus ke warteg para pelanggan masih menunggu"


" Terima kasih mbah" ucap Rehan


mbah yem yang mendudukan Luna di kursi kayu. berusaha melepas genggaman Luna, namun Luna tak mau melepaskannya malah semakin erat menggenggam tangan mbah yem tak mau ditinggal sendiri.


" Nak Luna... mbah harus kewarteg, setelah selesai mbah janji langsung pulang" ucap mbah yem berusaha meyakinkan Luna.


Luna yang mulai sedikit tenang akhirnya melepaskan genggamannya, membiarkan mbah yem pergi.


" Luna ayo kita pulang" ucap Rehan


" pulang"


" iya pulang"


" Tidak.. aku tak mau pulang"


" aku janji tak akan memukul atau mengukummu, aku sungguh minta maaf"


" Ayah... aku mau ayah" ucap Luna


" iya aku mau bertemu ayah"


" baik ayo kita bertemu ayah"


Luna yang mendengar ucapan Rehan langsung berdiri dan menyeka air matanya sendiri.


Rehan yang melihat Luna menerima ajakannya, langsung menggandeng Luna, tak lupa Rehan berpamitan pada mbah yem, untuk membawa istrinya.


mbah yem yang belum percaya seratus persen dengan Rehan, tak mengizinkan Rehan membawa Luna begitu saja.


karna Rehan mengerti kekhawatiran mbah yem. akhirnya rehan mengajak mbah yem ikut serta.


didalam mobil, Rehan terus saja memandang Luna. dari kaca mobil tanpa henti


Luna yang senang akan bertemu ayahnya terus saja tersenyum dengan tangan memegang tangan mbah yem.


Sesekali Luna memandang mbah yem dengan senyum diwajahnya.


" Tuan.. ini bukan jalan kerumah ayah" ucap Luna yang menyadari rehan salah jalan

__ADS_1


"ini benar Luna apa kau sudah lupa"


Luna yang merasa bingung hanya bisa memandang jalan yang sedikit ramai itu.


Luna semakin bingung saat Rehan berhenti di TPU.


" Tuan kenapa kita kesini? "


" Bukannya kau mau bertemu ayah"


" Sedang apa ayah disini? "


Rehan yang sedikit bingung dengan ucapan Luna akhirnya menyuruh Luna turun dari mobil dan membawa Luna ke pemakaman mertuanya.


Luna yang memang telah hilang ingatan menuruti kemana Rehan membawanya pergi.


mbah yem yang tak mengerti pokok permasalahan hanya bisa ikut mengekor dibelakang Luna.


Setelah sampai di pemakaman yang terawat, Luna melihat nama ayahnya tertulis dibatu nisan membuat Luna duduk bersimpuh.


tubuhnya bagai tak bertulang melihat ayahnya telah tiada.


saat Luna berusaha mendekat, Luna membaca tanggal pemakaman dan tertulis bahwa sudah lima tahun berlalu.


sebuah ingatan kini terbayang dikepala Luna, kejadian demi kejadian muncul tak beraturan membuat Luna memegang kepalanya. dan memukul mukul sendiri dengan kedua tangannya.


Rehan yang melihat Luna memukul kepalanya. refleks langsung menghentikannya.


Walau banyak pertanyaan didalam gilirannya. rehan berusaha memendamnya.


mbah yem yang melihat kondisi Luna yang menangis tak bersuara, ikut merasakan kepedihan yang dialami Luna.


" Tuan... ayah.. " ucap Luna dengan memandang regan dengan mata yang nanar dan pipi yang basah karna air mata Luna yang tak henti hentinya mengalir.


" Ayo kita pulang" ajak Rehan dengan mengangkat Luna.


Luna yang berusaha berdiri namun terjatuh lagi akhirnya digendong oleh Rehan menuju mobil


Didalam mobil Luna bahkan tak henti hentinya menangis.


mbah yem akhirnya menyuruh Luna utuk ber istirahat dengan kepala menyandar di bahunya.


Rehan yang dibuat bingung oleh tingkah Luna, akhirnya memfokuskan fikiran nya ke jalanan yang mulai macet.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2