Takdir Luna

Takdir Luna
Keinginan Luna...


__ADS_3

Malam... kini berganti dengan pagi yang cerah...


Luna yang bangun langsung merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku,


Setelah berganti pakaian. luna sempat melihat wajah rehan yang tertidur pulas.


" bi... masak apa hari ini? " tanya luna yang sudah berada di dapur


" masak telur balado non luna" jawab Bi inah


" jangan panggil non bi... telingaku rasanya aneh mendengarnya"


" ha. ha. ha... ya maaf lun.. rasanya juga aneh memanggil kamu dengan sebutan itu, tapi sekarang kau istri tuan Rehan, dan yang pasti tuan Rehan sudah menyesali perbuatannya dulu. " ucap bi inah berusaha meyakinkan


" bi.. dimana mbah yem? " tanya luna berusaha mengalihkan pembicaraan


" mungkin masih dikamar" jawabbi inah


Tanpa menunggu lama, akhirnya luna menyusul mbah yem dikamarnya.


"mbah... " ucap Luna yang masih di balik pintu


" iya.. masuk"


Setelah diizinkan masuk, luna langsung duduk disamping mbah yem, memeluk tubuh mbah yem erat.


" kenapa? "


" kepala Luna akhir akhir ini pusing mbah. "


" apa ada sesuatu"


" semuanya membuat aku bingung mbah, aku tak mengingat kejadian sebelum aku bertemu mbah, aku bahkan tak mengingat kenapa ayahku tiada"


" sabar luna... semuanya akan baik baik saja"

__ADS_1


" datang kerumah ini lagi dada luna terasa sesak mbah"


" nak luna... sekeras apapun kita menghindari masalah, kalau masalah belum selesai, pasti akan mengikuti kita kemanapun kita bersembunyi. "


" benarkah mbah"


" contohnya saja kamu nak. kau pergi dari rumah sakit, tapi apa yang terjadi, kau kembali lagi ketitik semula. "


" lalu aku harus bagaimana mbah...? " tanya luna tak mengerti


" cari ingatanmu yang telah hilang, penyebab kau pergi dari rumah sakit, apa yang terjadi pada dirimu, kau harus ingat semaunya, setelah itu kau bisa menatap masa depanmu dengan bangga dan tersenyum nak luna. " ucap mbah yem, menasehati luna.


Luna yang mulai mengerti akhirnya mengiyakan ucapan mbah yem.


Dilain sisi Rehan yang sudah terbangun dari tidurnya, kini sudah berpakaian rapih...


Dengan senyum yang terpancar dibibirnya Rehan menurunu tangga dan bersiap menyantap makan paginya bersama luna..


" bi... dimana luna? " tanya Rehan yang melihat Luna tak berada di dapur.


" sedang apa disana bi? "


" entah "


" bi tolong panggilkan Luna bi, aku ingin makan bersama istriku tercinta" ucap Rehan dengan pipi yang bersemu merah


" baik" jawab bi inah yang langsung menuju kamar mbah yem


Sesampainya bininah di kamar mbah yem, bi inah langsung memanggil Luna dan meyuruhnya makan karna sudah ditunggu oleh tuan Rehan.


" cepat duduk... " perintah Rehan yang melihat Luna hanya berdiri


Tanpa menunggu lama, Rehan langsung mengambilkan nasi dan lauk pauk di piring Luna.


Luna yang melihat Rehan hanya bisa diam.

__ADS_1


"tuan... "


"hemm" jawab Rehan dengan mulut masih mengunyah makanan


" aku ingin mendapatkan ingatanku sebelum bertemu dengan mbah yem" ucap Luna dengan hati hati.


Rehan yang mendengar permintaan Luna, langsung menghentikan makannya, dan menatap Luna, dalam dalam.


" Benarkah.... "


" iya tuan... "


" kau yakin" ucap Rehan berusaha meyakinkan lagi


Luna yang sudah mantap dengan keputusannya langsung menganggukan kepalanya.


" baiklah... kalau kau sudah yakin dengan keputusan mu... aku akan mempertemukanmu dengan dodokter Gunawan"


Luna yang sudah mantap dengan keputusannya, memilih menghabiskan makannya.


" kalau sudah selesai.. cepat kau ganti baju dan ikut aku" perintah Rehan


" kemana tuan? " jawab Luna dengan wajah polosnya .


" Rehan.. rehan bisa bisanya kau menyukai gadis polos seperti ini" batin Rehan yang tak percaya dengan jawaban Luna.


" ya ... bertemu dokter Gunawan... bukannya kau sendiri yang mengatakan, ingin mengingat semuanya " jawab Rehan dengan muka sedikit tak percaya dengan jawaban Luna.


Setelah mendengar penjelasan Tuan Rehan, akhirnya Luna bergegas mengganti pakaiannya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.... ☺☺☺


__ADS_2