
Setelah.. membereskan semuanya.. para karyawan Rehan langsung menuju restoran, dengan senyum yang terus berkembang... memesan setiap makanan yang di'inginkan mereka..
Sedangkan Arman hanya bisa geleng geleng kepala...
" mas Arman ga mau mesen makanan..? " tanya Karyawan yang lain saat melihat Arman tak memesan makanan satupun
"Tidak silahkan kalian pesan.. sesuka hati.. aku baru saja selesai makan.. perutku masih kenyang.." jawab Arman berbohong
setelah menunggu... Akhirnya para karyawan.. melahap semua makanan yang tersaji diatas meja...dengan rakusnya... bahkan tanpa menawarkan sedikitpun makanan pada Arman..
" iiisss... dasar.. para karyawan tak berperasaan.. setidaknya mereka menawarkan makanan padaku... " ucap Lirih Arman
"Terima kasih.. mas Arman.. atas traktiran'nya hari ini... lain kali.. kalau memerlukan bantuan kami.. jangan sungkan sungkan lagi... " ucap Salah satu karyawan.. dan langsung berpamitan pergi meninggalkan Arman sendirian.. yang masih terduduk diatas kursinya
" tuan.. ini. bill'nya... silahkan dibayar dikasir... " ucap Pelayanan Restoran.. yang memberikan selembar kertas... dan sukses membuat jantung Arman berhenti berdetak saat melihatnya
" astafirullah... ini ga salah mba...? " tanya Arman memastikan
" tidak tuan... " jawab Singkat Pelayan restoran dengan senyum diwajahnya
"baik.. Terima kasih mba.. nasib..oh nasib.." jawab Arman yang langsung bergegas menuju kasir
" uangku...... oh.. uangku... " Batin Arman yang memegang erat .... kartu ATM'nya pada kasir.. dan terjadilah tarik menarik dengan sang kasir...
" Tuan... ada cicak... " ucap Kasir berbohong sambil menunjuk keatas
Arman yang mendengar ucapan Sang kasir dengan reflek langsung melihat keatas.. membuat genggaman'nya seketika melemah.. membuat Sang kasir.. menarik cepat kartu ATM.. Arman
sedangkan Arman yang menyadari kebodohannya hanya menghela nafas.. lemas
Dilain sisi Rehan yang sudah... lelah langsung menidurkan tubuhnya diatas kasur..
__ADS_1
" shayang.. kau masih punya hutang penjelasan.. kepadaku.. kau yakin ingin tidur... " ucap Luna yang berdiri disamping tempat tidur
" penjelasan apa shayang... ? " tanya Rehan yang masih memejamkan matanya.
" sisil.. " jawab Luna
" oohhh... wanita gil* itu... "
" iya... oleh karna itu cepat bangun.. " ucap Luna yang langsung menarik tangan Rehan supaya bangun dari tidurnya..
Dengan malas.. akhirnya Rehan bangun dari tidurnya.. dan menyuruh Luna duduk dihadapannya
flashback..
Rehan yang menyuruh Arman menyelidiki Sisil.. dengan cepat.. mendapatkan laporan bahwa.. Sisil adalah adik kandung sasa.. dan melaporkan bahwa.. sisil mempunyai kekasih bernama Arka. laki laki yang dilihatnya sedang bermain kuda kuda'n dengan sisil di video rekamannya. dan Arka adalah otak dibalik rencana sisil
Seketika... Rehan langsung menyuruh Arman untuk menangkap Arka... otak dari segala rencana sisil..
Setelah melihat Sisil yang terus saja mengancam Luna untuk menikahkannya dengan dirinya... Rehan langsung bergegas ke kamarnya.. meneflon Arman menyuruh karyawan kepercayaannya untuk berpura pura menjadi penghu dan saksi palsu...
Jadi sewaktu waktu.. kalau Rehan harus menikahi sisil... itu hanyalah nikah palsu.. karna penghulu dan saksi adalah palsu.....
flashback and....
" lalu.. dari mana.. kau mendapatkan.. rekaman sisil dan Arka...? " tanya Luna yang masih penasaran
" tentu saja... karna suamimu ini yang sangat pintar.. dan bukan seperti mu yang selalu menangis.. dan mudah percaya dengan ucapan orang lain.. " ucap Rehan yang menyindir istrinya
" Bagaimana ga langsung percaya... sisil aja punya bukti bukti yang akurat... bahkan foto foto kalian.. itu yang sangat intim... " ucap Luna
" itulah kebodohanmu.. walau.. semuanya terlihat jelas.. seharusnya kau menyelidiki semuanya.. dan kau harus percaya pada suamimu ini.. , aku kan sudah mengatakannya ber'ulang kali... kalau bukan aku yang pintar memutar otak.. kau sekarang sedang menangis darah didalam kamar mandi, dan meringkuk memeluk lututmu itu.. " ucap Rehan kesal.. dan langsung menarik selimutnya.. menutupi seluruh tubuhnya...
__ADS_1
" shayang.. maaf... jangan ngambek dong.. " ucap Luna yang terus menarik selimut Rehan, namun Rehan menahannya membuat Luna tak berhenti menarik selimut Rehan
" shayang.. jangan ngambek dong... "
" bodo... " jawab Singkat Rehan dibawah selimut
" ayolah.. shayang... suamiku yang ganteng... yang.. chuuuaaakep... " bujuk Luna.. mencoba merayu Sang suami
" ngga mempan... " ucap Rehan yang masih menutup tubuhnya dengan selimut..
" yakin.. ga mau keluar... ga mau masuk sangkar nih.. " ucap Luna dengan Nada sedikit menggoda..
Rehan yang mendengar kata Sangkar... langsung bangun.. dari acara ngambek'nya..
" keluar.. dong.... " jawab Rehan dengan senyum diwajahnya...
.
.
.
Memang.. otak para suami.. kalau udah denger kata sangkar.. auto.. ngambek.. ilang.. πππ€¦ββοΈπ€¦ββοΈ
hayooo.. para istri.. pasti.. banyak yang ngalamin kaya Luna.. nge bujuk misua yang lagi ngambek dengan cara ini.. pasti suami langsung berhenti ngambek.. dan langsung lengket seperti perangkoπππππ π
.
.
.
__ADS_1
Bersambung... πππ€£π€£π€¦ββοΈπ€¦ββοΈ