Takdir Luna

Takdir Luna
Kembali ke masa lalu


__ADS_3

Dilain sisi Rehan yang sudah kembali bekerja dikantor. tiba tiba kepalanya sakit, membuat Rehan menghentikan aktivitasnya.


Reflek Rehan langsung mengambil kotak obat dilaci meja kerjanya. namun naas obat penghilang rasa sakitnya telah habis.


" Dok.. obat sakit kepala ku habis tolong kau cepat kirim ke perusahaan " Perintah Rehan pada dokter keluarga kepercayaan nya dibalik telfon


" Maaf tuan.. saya sedang rapat mengenai pasien yang terjatuh, " ucap dokter dibalik telfon


" penting pasien mu atau aku hah.. cepat kau bawakan obatku" bentak Rehan


Dilain sisi dokter Gunawan hanya bisa geleng geleng kepala, mendengar perintah Rehan, dengan sangat terpaksa akhirnya dokter Gunawan meninggalkan rapatnya, dan meminta temannya yang sama2 ahli dalam bidang nnya untuk menangani pasien yang seharusnya ditanganinya.


" kesalahan apa yang aku perbuat sehingga aku harus terjerat dengan anak menyebalkan itu, kalau bukan dia ponakanku, sudah ku biarkan dia mati" Gerutu dokter Gunawan dalam perjalanan menuju kantor Rehan


Sesampainya dokter Gunawan dikantor, Rehan langsung menyambar obat yang dibutuhkannya dan langsung meminumnya.


" Seharusnya kau menikah lagi, supaya istrimu bisa menyiapkan segala hal untukmu termasuk obatmu"


" sudah jangan berisik pergi sana" usir Rehan pada dokter Gunawan


" Dasar bocah ingusan, sapa yang mau lama lama melihat wajah yang jelek itu" Balas dokter Gunawan


Setelah meminum obatnya Rehan merebahkan tubuhnya disofa sambil kedua tangannya memijat kepalanya.


" Kenapa tiba tiba kepalaku sakit, bukan kah beberapa tahun ini sudah tak kambuh lagi" Batin rehan


Dilain sisi Luna yang siap di oprasi sedang ditangani oleh para suster.


Malik yang merasa cemas terus saja mondar mandir dihadapan kedua orang tuanya.


" Malik jangan kau buat kedua mata ayah sakit"

__ADS_1


Seketika Malik langsung berhenti namun beberapa menit kemudian malik tetap berjalan mondar mandir lagi.


Setelah menunggu lama akhirnya Luna dibawa keluar oleh para suster,


Malik yang melihat Luna dibawa keluar langsung mengekor dibelakang, bahkan bagi orang orang yang melihat pastilah dia adalah suami yang setia.


" Maaf luna... membuatmu seperti ini" ucap Malik


setelah sekian lama akhirnya Luna siuman. dan yang pertama dilihatnya adalah malik.


" tolong... tolong jangan sakiti aku lagi" ucap Luna


" tidak.. mas tak akan melakukannya lagi" ucap malik dengan memeluk Luna.


kedua orang tua malik dibuat bingung oleh keadaan Luna, yang seperti orang lain.


" Luna tenang lah... " ucap Malik dengan sangat halus berusaha menenangkan Luna.


Ayah malik melihat istrinya dengan tatapan heran melihat anaknya bisa selembut itu pada Luna.


" Tidak ayah, anak kita sudah berubah dari sifat yang kasar dan cuek menjadi lembut dan penuh perhatian. ayah apa sebaiknya kita biarkan malik dan Luna bersama" ucap Ibu malik


" Ayah memang setuju dari pertama melihat Luna, ibu saja yang tak setuju"


" ibumana yang bisa langsung setuju, putra satu satunya mau menikah dengan seorang janda, semua ibu pasti berpendapat sama dengan ibu"


" iya iya, ayah tak pernah menang berdebat denganmu"


Dialin sisi malik masih memeluk Luna yang terus menangis.


" Hiks... hikss.. lepaskan aku, aku ingin pulang jangan siksa aku lagi, aku mohon tuan"

__ADS_1


Malik yang mendengar ucapan Luna, langsung melepaskan Luna, dan langsung memanggil dokter.


Setelah dokter memeriksa Luna, dokter hanya bisa memandang lesu pada malik, membuat malik semakin bingung.


" Sebenarnya apa yang terjadi pada Luna dok? " tanya ibu malik


" Begini bu, akibat benturan yang sangat keras, dan oprasi Luna juga ada efek kalau Luna bisa mengalami hilang ingatan untuk beberapa tahun kebelakang. " jawab dokter berusaha menjelaskannya


" Tuan... ampun tuan" ucap Luna yang terus saja menangis


" Berarti Luna tak bisa mengingat kebersamaan ku dengannya selama ini" ucap malik


" Kemungkinan itu juga bisa terjadi" jawab dokter


" Lalu sampai kapan Luna seperti ini? " tanya ayah malik


" Waktu lah yang akan menjawabnya, dalam kasus Luna ada yang pulih dengan cepat, t api ada juga yang lama, tapi dengan minum obat secara teratur itu juga bisa membantu mempercepat pemulihan Luna"


" Terima kasih dok atas penjelasannya" ucap Ibu malik


setelah dirasa cukup memberikan penjelasan dan memberikan obat penenang pada luna akhirnya dokter yang menangani Luna pun berpamitan,


" Siapa tuan yang dimaksud Luna? " tanya ibu malik


Setelah Luna tenang dan tak menangis lagi akhirnya malik, menceritakan masa lalu Luna, kepada orang tuanya.


" sungguh kasihan sekali luna"


" jadi bu, aku mohon berikan restu aku bersama Luna" Mohon malik


" tapi ingat jangan kau sakiti lagi Luna seperti kemarin"

__ADS_1


" janji bu" ucap malik sambil memeluk ibunya


Bersambung... ☺☺☺


__ADS_2