
karena malik sudah mendapat restu dari kedua orangtuanya, malik semakin bersemangat menjaga Luna.
Luna yang tak mengingat kenangannya bersama malik, terus saja menghindar jika malik berusaha mendekatinya.
" Luna aku mohon jangan takut lagi padaku" ucap Malik yang terus saja mendekat
" Maaf tuan.. aku mohon jangan dekati aku lagi. nanti tuan Rehan semakin marah padaku"
" Rehan lagi rehan lagi sadarlah Luna. dia sudah tak memperdulikanmu, bahkan Rehan sudah menjualmu pada ku" Ucap malik berbohong pada Luna
Luna yang mendengar ucapan malik langsung menangis histeris, dan memanggil ayahnya
Malik yang melihat Luna menangis tak henti hentinya, akhirnya memilih pergi meninggalkan Luna sendiri.
" Aku dijual tuan Rehan... tak berharga kah diriku, sehingga tuan bisa menjualku. " Batin luna dengan tangan yang terus saja memegang dadanya yang terasa sesak.
Luna yang tak tahan lagi akhirnya memutuskan pergi meninggalkan semuanya. sakit dikepalanya bahkan tak dihiraukan lagi.
Dengan mengendap endap Luna celingukan berusaha keluar tanpa diketahui orang.
Malik yang merasa penat memikirkan Luna, akhirnya mampir kekantin rumah sakit dan memesan kopi hitam.
Dilain sisi suster yang akan memeriksa keadaan Luna sedang kebingungan mencari Luna disetiap ruangan.
Malik yang mendapat kabar dari rumah sakit kalau Luna tak berada dikamarnya langsung pergi tanpa meminum kopi yang dipesananya.
Dilain sisi Luna yang tak membawa uang sepersen pun akhirnya memilih jalan kaki, dan memilih jalan setapak, sehingga mobil tak bisa melewatinya.
" Harus kemana aku, supaya tak bisa ditemukan oleh kedua laki laki yang jahat itu. "
Tanpa disadari Luna kini sampai di perkampungan yang lumayan kumuh. karna kepalanya terasa sakit dengan perut yang belum terisi akhirnya Luna jatuh pingsan ditepi jalan.
__ADS_1
" dek.. dek bangun" ucap wanita tua yang berusaha membangunkan Luna
Luna yang cukup lama pingsan akhirnya tersadar dan melihat sosok wanita yang berada dihadapannya.
" Alhamdulilah... akhirnya adek siuman. "
" Dimana aku nek? "
" Dirumah nenek, tadi nenek melihat adek pingsan karna adek ga bawa kartu Identitas jadi adek ku bawa kerumah nenek"
" terimakasih nek"
" Nama adek siapa? "
" Luna nek"
" panggil saja mbah yem " perintah mbah yem
" Nak sebaiknya kau makan dulu, mbah sudah memasak untukmu"
" Terima kasih nek"
Karna Luna sudah merasa baikan akhirnya Luna berjalan menuju meja makan. walau lauk pauk hanya seadanya, namun bagi Luna semua itu sangat lezat bahkan Luna menghabiskan dua piring.
mbah yem yang melihat luna makan dengan lahap membiarkan Luna memakan sampai puas, tapi kedua bola mbah yem terus memandang tubuh Luna dari atas sampai bawah.
" Luna apa kau kabur dari rumah sakit"
" iya mbah... aku tak bisa membayarnya jika aku terus menginap disana" Bohong Luna
" Rumahmu"
__ADS_1
" Sebenarnya aku mengontrak mbah. dan aku tinggal sendiri"
"kalau begitu Luna tinggal saja dengan mbah, mbah juga sendiri"
" apa tak merepotkan mbah"
" tidak.. mbah juga tinggal seorang diri"
" Terima kasih mbah"
Dilain sisi malik yang bingung mencari keberadaan Luna sedang marah marah pada petugas rumah sakit.
Kedua orang tua malik yang berusaha menenangkan malik pun tak bisa menenagkan malik.
Saat malik melihat rekaman CCTV, malik semakin marah karna melihat Luna berhasil keluar dari rumah sakit tanpa seorang satpam yang curiga kalau ada pasien yang kabur.
Hari hari luna kini merasa nyaman dan damai, tanpa ada orang yang memarahinya dan menyiksanya.
mbah yem yang punya usaha warteg semakin terbantu dengan kehadiran Luna, yang siap siaga membantu memasak dan melayani setiap pembeli.
Karna kecantikan paras Luna, warteg mbah yem semakin ramai didatangi pelanggan, membuat Luna bisa menghilangkan beban fikiran yang selama ini dirasakannya.
.
.
.
.
. Bersambung... 😊😊
__ADS_1