Takdir Luna

Takdir Luna
KENYATAAN...


__ADS_3

Sesampainya dikantor.. Rehan langsuk duduk disofa dan membaringkan tubuhnya.


" Kenapa kau kembali lagi.. " Tanya Rangga yang sudah ada disamping Rehan


" aku sangat lelah.. "


" kalau lelah jangan disini tapi pulang kerumah atau kerumah sakit "jawab Rangga


" Rumah terasa kosong tak ada luna "


" kalau begitu kerumah sakit kan ada Luna"


" Luna juga tak ada dirumah sakit"


" bukannya dia koma, kenapa tak ada dirumah sakit. " jawab Rangga berpura pura tak tau


" Dia sudah sadar, dan dia sangat takut sekarang padaku"


" kalau sudah sadar bukanya itu bagus, kau bisa melanjutkan balas dendammu kan" ucap Rangga


" Tidak.. aku tak akan melakukannya lagi"


" Apa... jangan jangan kau sudah jatuh cinta dengan istri kecilmu"


" Iya... betul sekali aku sudah sadar kalau aku sudah jatuh cinta padanya. " ucap Rehan dan duduk menghadap Rangga.


" Kalau begitu Balas dendammu"


" Sudah lah.. aku tak akan mengungkitnya lagi, kalau difikir lagi, tak ada gunanya aku melakukan semuanya. kedua orang tuaku juga tak akan kembali hidup" ucap Rehan


" Sial... Rehan sudah tak dapat dimanfaatkan lagi, sepertinya harus dengan kedua tanganku. " Batin Rehan


" Kenpa kau melamun " ucap Rangga menyadarkan Rehan


" Tidak... tidak, sepertinya aku harus pergi.. kau istirahat lah disini. " ucap rehan dan beranjak pergi.


Setelah kepergian Rangga, telfon Rehan berbunyi dan melihat nama Arman yang tertulis dilayar HP.


" Ya bagaimana... "


" Rangga adalah anak dari keluarga brokem home, dan kedua orang tuanya bercerai karna ibunya menyukai Bayu, ayah Luna"


" Apa... lalu.. "


" Sepertinya dia tidak berniat mengusik perusahaan tuan, dan kesalahan dalam berkas, itu dilakukan oleh bawahan Rangga yang baru. "


" Bagus lah.. aku kira Rangga akan menghianati ku. " ucap Rehan


" Tapi aku mendapat informasi, kalau Rangga selalu memgawasi setiap gerak gerik Bayu dan Luna, dan dari orang yang berhasil masuk kedalam apartemennya disana banyak sekali foto Bayu dan Luna yang penuh dengan coretan dan pisau yang menancap, sepertinya Rangga akan berusaha membunuh Bayu dan Luna. " ucap Arman dibalik telfon


Rehan yang mendengar penjelasan Arman langung menyuruh Arman menyelidiki kemana Rangga pergi.


" Sial kenapa aku tak menyelidiki Rangga dahulu sebelum dia masuk kedalam kehidupanku pantas saja dia selalu menyuruhku membalaskan dendam atas kematian orang tuaku. " ucap Rehan dan mengingat semuanya

__ADS_1


" Arman kau selidiki kembali kecelakaan yang menimpa kedua orang tuaku. " ucap Rehan yang kembali menelfon Arman.


Dilain sisi Rangga dan sasa sudah berada didalam ruangan yang tertutup dengan Luna yang sudah terikat. dan Bayu yang sudah terkulai lemas karna menerima pukulan yang bertubi tubi.


" Tuan Rangga cukup.. cukup" teriak Luna tapi langsung dihadiahi tamparan yang sangat keras oleh sasa...


" ini semua belum cukup... karna perintah Rehan adalah membunuh ayahmu dan dirimu secara perlahan" jawab Rangga


" Aku mohon kasihani kami"


Rangga yang tak menghiraukan Teriakan Luna masih terus memukul Bayu..


Dilain sisi Rehan mendapat kabar dari Arman kalau Rangga sudah menculik Luna dan Bayu membawanya ketempat xxxxx.


Rehan Yang mendapat kabar langsung menuju lokasi dengan ditemani oleh Arman


Sesampainya ditempat Rehan langsung mendobrak pintu, dan melihat Rangga sedang memukul Bayu tanpa henti, sedangkan Sasa sedang memukul Luna dengan tali pinggang.


Rehan yang melihat semuanha tak tinggal diam. langsung memukul Rangga dari belakang,


Rangga yang mendapat serangan tiba tiba langsung terjatuh.


" Rehan.. "


" Atas dasar apa kau berani menculik istriku dan mertuaku haaa.. "


" karna kau tak dapat dimanfaatkan lagi, untuk menyiksa orang ini" Jawab Rangga dengan muka marah


" apa... kau memanfaatkan aku..." Rehan yang mendengar dirinya dimanfaatkan langsung memukul Rangga.


Sedangkan Arman dengan mudah mengamankan sasa, dan menyelamatkan Luna.


Luna yang baru saja sadar dari komanya kini penglihatannya mulai kabur dan jatuh pingsan dengan ingatan kalau Rehan lah dalang dari semua ini.


Sedangkan Arman yang melihat istri bosnya pingsan langsung berusaha membantu Luna.


Rehan yang melihat Luna Jatuh pingsan membuat kurang fokus dari perkelahian nya membuat Rangga langsung memukul Rehan, membuat Rehan langsung jatuh terkulai


" Kenapa... kenapa kau lakukan ini. " ucap Rehan


" karna gara gara laki laki ini Ayahku bercerai dari ibuku, dan lebih parahnya lagi ayahku bunuh diri karna tak sanggup menerimanya. " ucap Rehan yang mendekat pada Bayu.


" Kau ingat Bayu, seorang wanita bernama Wulan, "


" Wulan... " ucap Bayu dan sepersekian detik Bayu mengingat seorang wanita cantik bertubuh mungil


flashback on...


Bayu yang masih remaja berusaha mencari pekerjaan dengan melamar menjadi sopir pribadi disalah satu rumah yang mewah, disana lah Bayu mengenal Wulan.


Wulan adalah salah satu pembantu yang sangat dipercaya oleh majikannya karna masakannya yang sangat enak, dan penurut.


Setelah beberapa bulan berkenalan Wulan dan Bayu akhirnya menjalin kasih,

__ADS_1


Namun anak dari majikannya yang bernama Rahmat jatuh hati akan kebaikan Wulan dan berusaha memperistri wulan.


Indahnya masa masa menjalin kasih Bayu dan Wulan sampai tak bisa terkendali hingga Wulan hamil dan melahirkan bayi perempuan.


Rahmat yang mendengar Wulan hamil dan melahirkan langsung berusaha mengancam Wulan, akan memberi tahu kan semuanya pada keluarga Wulan yang ada dikampung halaman.


Wulan yang sangat takut akhirnya menuruti perintah Rahmat termasuk menerima lamarannya untuk dijadikan istri.


Wulan yang sangat bingung memberikan bayinya pada Bayu, dan mengakhiri jalinan kasihnya dengan Bayu.


Bayu yang sangat kecewa pada Wulan akhirnya membawa bayinya pergi meninggalkan Wulan dan berhenti bekerja dan fokus membesarkan bayinya.


Cukup lama Bayu membesarkan Luna kecil hingga akhirnya Bayu bertemu wanita yang menjadi ibu bagi Luna kecil.


flashback off..


" iya... Wulan" ucap Rehan


" Iya karna ulahmu.. ayahku bunuh diri" ucap Rangga yang menggenggam erat baju Bayu.


" Rahmat... b*jingan itu" ucap Bayu


" B*jingan.. kau kata ayahku B*jingan kau yang b* jingan " ucap Rangga yang langsung menusuk Bayu dengan Pisau.


Rehan yang melihat Rangga akan menusuk Bayuberusaha menghalangi namun gagal karna kurang cepat.


Arman yang melihat semuanta refleks langsung menelfon polisi tanpa disuruh.


" Kurang aj*r kau Rangga" ucap Rehan dan langsung memukul Rehan.


perkelahian kini tak dapat dihindari lagi... rehan yang sangat marah semakin membabi buta memukul Rangga.


" Kau.. tak seasik dulu Rehan, kau tak bisa diandalkan walau orang tuamu mati karna ulah Bayu, kau dengan mudah memaafkan nya"


" itu urusanku... jangan jangan kecelakaan orangtuaku kau dalangnya " ucap Rehan menerka nerka


Rangga yang mendengar ucapan Rehan tersenyum jahat, dan mengusap darah yang mengalir dari ujung bibirnya.


" Kau saja yang bodoh.. menyalahkan orang tanpa berfikir dahulu.. " ucap Rangga


Rehan yang mendengar semuanya langsung naik pitam dan kembali memukul Rangga dengan sekuat tenaga, membuat Rangga terkulai lemas tak berdaya.


cukup lama akhirnya polisi datang dan menangkap Rangga.. yang sudah tak bertenaga.


Rehan yang sudah babak belur, akhirnya menghampiri Bayu yang sudah lemas


" ayah... " Ucap Bayu reflek


" Tak apa nak.. kecelakaan orang tuamu aku juga salah karna tak hati hati dalam mengendarai mobil"


" aku minta maaf ayah"


" Rehan aku titipkan Luna padamu, dia anak penurut, Bahagiakan dia" ucap Bayu untuk terakhir kalinya

__ADS_1


" Baik ayah.. "


Bersambung....


__ADS_2