Takdir Luna

Takdir Luna
cuci mata


__ADS_3

Mentari kini sudah menunjukan sinarnya... hari yang begitu cerah... tapi tak secerah hati Luna...


Luna terbangun seperti biasa..sebelum ber'anjak dari tidurnya Luna... menyempatkan diri memandang wajah Rehan.. wajah yang sangat teduh saat terlelap...


tanpa sadar jari mungilnya meraba lekuk wajah sangat suami.. membuat Rehan terbangun..


Kedua bila mata Rehan dan Luna kini bertatapan... Rehan yang sudah lama menganggur.. langsung menidurkan Luna kembali.. menariknya kedalam dekapannya..


" shayang... aku harus masak... " protes Luna


" Lupakan masak... aku ingin memelukmu... "


" tapi hari sudah pagi... bukannya shayang harus kekantor... "


" lupakan kantor.. lagi pula aku punya Arman dan bawahan ku.. buat apa rajin rajin masuk kantor... enak sekali.. kehidupan mereka.. setidaknya.. biarkan mereka sibuk... jadi uangku tak keluar dengan sia sia.. " jawab Rehan yang mempererat pelukannya..


membuat Deru nafas Luna...tepat mengenai dada bidang Rehan...


" hangat... " ucap Rehan lirih..


" tentu lah hangat.. selimutnya juga tebal.. " jawab Luna yang tak mengerti...


" usahh.. dasar.. anak kecil.. "


" aku bukan anak kecil.... aku sudah dewasa... bahkan anak kecil sekarang sudah pandai menampung anak kecil.. " protes Luna yang selalu dikatai anak kecil dan memantulkan bibirnya


Rehan yang menyadari... aksi Luna... tanpa Ragu.. melahap bibir Luna..mengobrak abrik setiap susul mulut Luna...


"shayang.. shayang... " protes Luna sambil memukul mukul punggung Rehan...

__ADS_1


"apaaa.... " kesal Rehan.. karna Luna menghentikan aksinya..


" aku tak bisa bernafas... kau ingin aku cepat mati... " ucap Luna yang menyingkirkan Tangan Rehan yang sedari tadi memeluknya


"heeeee... kebablasan shayang maaf... " jawab Rehan dengan senyum kuda Nil..


" sudah.. lama lama... rem kamu blong mas.. " jawab Luna yang langsung bergegas menuju dapur


" lah... emang kenapa kalau rem aku blong... orang situ istri sah aku.. " teriak Rehan


Sedangkan Luna terus saja berjalan.. tak menghiraukan ucapan sang suami.. namun ujung bibirnya terbesit.. senyum cantiknya...


Hampir setengah jam... Luna memasak.. akhirnya sarapan pun kini sudah tertata rapih diatas meja..


langkah Luna yang bersiap membangunkan sang suami.. terhenti saat sang bapak Presiden tengah.. brjalan kearahnya dengan senyum manis'nya



" wahhh.. tumben ni... romantis... " ucap Rehan.. yang melihat sang istri menyiapkan kursi untuk'nya


"emang biasanya ga romantis.. " keluh Luna...


" biasanya kamu kerjaannya.. cuma nangis.. trosss... ampe bingung.. harus berbuat apa akunya.. " jawab Rehan yang mengingat kembali Luna yang terus saja menangis


" yang buat aku terus nangis.. sapa coba...? " Tanya balik Luna.. sambil meletakan nasi goreng dan telor ceplok di piring Rehan...


" uhuk... uhuk... " Baru saja satu sendok nasi goreng masuk kedalam tenggorokan... Rehan langsung terbatuk mendengar jawaban sang istri...


Dengan tatapan sinis Luna menatap Sang suami yang sedang meminum air putih

__ADS_1


" kenapa tiba tiba udara diruangan ini terasa sesak.. " ucap Rehan yang langsung menaikan suhu AC.. berusaha mengalihkan pembicaraan


" shayang.. hari ini ayo kita bermain di pantai... " ajak Luna dengan antusias..


" pantai... "


" iya... akhir akhir ini terlalu banyak masalah.. aku ingin mencuci mataku.. "


" cuci mata.. " ucap Rehan yang tak mengerti maksud sang istri


" iya cuci.. mata.. dipantai pasti banyak laki laki bertelanjang dada.. dengan perut bak roti sobek.. warna kulit yang sedikit gelam... aaahhh.. itu semua bisa merefresh.. mataku yang selalu menangis ini.. " jawab Luna santai


" yaaaa... " Teriak Rehan dengan membanting sendok diatas piring


" Kenapa sih... pagi pagi udah banting banting sendok... berisik tau.. " protes Luna yang tak suka dengan sikap Rehan


" kenapa kenapa... kau yang kenapa... tak cukup kah kau hanya melihat tubuhku.. apa kurang sobek ini perutku... " jawab Rehan sambil berdiri dan memamerkan perutnya yang sixpack..


" issshhh.. kurang sixpack tau... bagusan badan ade ray.. " jawab Luna mengejek... namun tubuh Luna berkata lain.. tanpa sengaja Luna menelan air liurnya saat melihat tubuh sang suami


" ade ray... kau bilang.. apa bagus'nya tubuh seperti itu... lalu kenapa kau menelan air liurmu..kau ingin memakan perutku yang sixpack ini. " jawab Rehan yang tak Terima dibanding bandingkan dengan orang lain.. dan menyadari sang istri tengah memandang berut cantiknya...


.


.


.


Bersambung... 😅😅

__ADS_1


__ADS_2