
Setelah Luna menyajikan kopi dihadapan Rehan dan sasa, Luna langsung pergi meninggalkannya, namun kedua telinga Luna masih mendengar Sasa yang sedang pamer akan baju barunya pada Rehan..
" Luna... buatkan aku susu hangat " perintah Luna yang sudah berada di dekat Luna, dan kembali duduk diruang tamu..
" baik... " jawab Luna singkat
" Kenapa dia selalu menempel pada tuan Rehan apa begitu sayangnya nona sasa pada tuan, apa dia tidak mempermasalahkan kalau tuan rehan sudah menikah" Batin Luna dengan segelas Susu ditangannya.
saat Luna akan meletakan susu dimeja tiba tiba sasa menjulurkan kakinya membuat Luna kehilangan keseimbangan dan menumpahkan Susunya ke baju yang baru ...yang ada diatas meja.
" Luna... kenapa kau ceroboh sekali.. kau tak suka q membeli baju atau kau iri haaaa.. "
" tidak nona... tadi kaki saya "
" Tidak usah mencari alasan kau.. " ucap Luna dan langsung menyiram tubuh Luna dengan kopi yang masih panas
" Panas.... panas.. " Reflek Luna langsung pergi ke toilet menyiram tubuhnya dengan air dingin..
Rehan yang melihat semuanya hanya diam dan melanjutkan bermain HP.
Sasa yang melihat Rehan tak merespon pun langsung mengikuti Luna dan menutup pintu toilet..
" selamat... menikmati dinginnya malam Luna.. "
Luna yang melihat pintu toilet dikunci hanya bisa menangis dan tetap membersihkan sisa kopi ditubuhnya.
" Hikz... hikzzz... kenapa tak ada habisnya.. aku mohon turunkan malaikat penolongku, bawa aku dari sini"
Sasa yang sudah mengunci Luna kini menghampiri Rehan lagi dan berusaha menggodanya.
" Aku lelah... aku mau istirahat.. kau menyingkir" ucap Rehan dan pergi menuju kamarnya
" kenapa susah sekali aku mendapatkannya" gerutu sasa yang di tinggal sendiri oleh Rehan,
" Jangan panggil nama ku Sasa. kalau aku tak bisa mendapatkanmu. " Batin sasa dengan senyum dibibirnya
__ADS_1
" Buka... buka aku minta maaf nona tolong buka pintunya... hueeek.. hueeek" teriak Luna dibalik pintu, namun perutnya kini bener benar mual.
" Kenapa akhir akhir ini aku sering mendengar Luna muntah, apa dia sedang hamil" Batin Sasa yang berada di dapur membuat segelas jus...
" kalau dia hamil.. aku akan memanfaatkan bayi didalam kandungannya untuk menyakiti Rehan"
Setelah sasa selesai membuat jus. kini sasa memasuki Kamar Rehan.
" Wah... benar benar sayang kalau kau tak ku miliki" Batin sasa saat melihat Rehan sedang duduk membaca buku dengan memakai kacamata, membuat Rehan terlihat sangat tampan.
" Minum lah ini, jus ini akan membuatmu merasa nyaman" ucap sasa dengan senyum dibibirnya
Rehan yang sedang membaca buku pun langsung menyambar jus tersebut tanpa ada kecurigaan sama sekali.
" Bagus minum lah yang banyak... " Batin sasa dan pergi masuk ke toilet
" Kenapa panas sekali.. " ucap Rehan dan menghentikan aktifitasnya
Sasa yang sudah memakai baju seksi. pun langsung memeluk tubuh Rehan dan berusaha menci*um bibir Rehan
Rehan yang sudah tak bisa menahannya pun kini menghempaskan tubuh sasa diatas ranjang dan mengikat kedua tangannya diujung kiri dan kanan tepi ranjang..
" Rehan kau apakan aku..kenapa kau ikat aku... "
" Kau sendiri yang memancing ku berbuat seperti ini.. " ucap Rehan dan mulai melepaskan bajunya dan menyisakan ****** ********.
Rehan yang sudah tak bisa menahannya lagi. . kini mulai menci*m bibir sasa, dan meninggalkan bekas kepemilikan di leher sasa.
Sasa yang memang menunggunya langsung mengeluarkan suara suara anehnya menikmati perlakuan Rehan padanya.
" Tuannn... buka pintunya... " Teriak Luna dan memukul pintu toilet dengan gayung. sehingga menimbulkan suara yang sangat keras.
" Luna... " Ucap Rehan dan menghentikan aksinya, dan langsung pergi meninggalkan Sasa.
" Rehan rehan kau mau kemana.. " teriak sasa yang ditinggal pergi dengan keadaan tangan masih terikat
__ADS_1
Rehan yang masih dipengaruhi obat.. langsung menakai celana. pergi menuju asal suara dan membuka pintu toilet yang masih dikunci.
Luna yang melihat tuan Rehan membuka pintu sedikit lega karna bisa keluar..
" Tuhan kenapa kau kirimkan tuan rehan padaku" Batin Luna dengan baju yang basah membuat dua gundukan kecil terlihat.
Rehan yang melihat gundukan kecil. langsung membawa Luna kekamar tamu,
" Tuan.. tuan kenapa kau bawa aku kesini" ucap Luna yang tak mengerti sama sekali.
" Jangan berisik.. kau istriku terserah aku mau membawamu kemana saja" jawab Rehan dan langsung merobek baju luna.
" Tuan jangan... hikzzz hikzzz" ucap Luna dan terus berusaha lari dari Cengkaraman Rehan
" Kau mau kemana... haaa.. " ucap Rehan yang sudah mendapatkan tubuh Luna kembali..
" aku mohon Tuan jangan lakukan ini lagi.. aku sungguh takut.. " ucap Luna dan menggigit tangan Rehan.
" aaahhh.... " teriak Rehan
Luna yang mendapatkan kesempatan langsung berlari keluar.
Dilain sisi Malik yang terus memikirkan Luna kini sudah berada didepan rumah Rehan.
" Apa aku bisa melihat dia walau hanya dari jauh" Batin Malik.
Saat kedua bola mata Malik melihat pintu gerbang dibuka, alangkah terkejutnya Malik melihat Luna yang berlari tanpa alas kaki dan baju yang robek di bahunya...
" Luna... "
Luna yang tak melihat ada mobil didepan pintu gerbang tak menghirukannya dan terus berlari.
Sedangkan Rehan yang melihat Luna pergi, langsung berlari menyusul Luna..
Bersambung...
__ADS_1