Takdir Luna

Takdir Luna
BERHASIL MENEMUKAN KABAR..


__ADS_3

" Bagaimana... apa kau sudah menemukan keberadaan istri kecilku..? " ucap Rehan dengan benda pipih di telinganya.


Setelah Rehan menutup sambungan telfonnya, rehan tersenyum senang, Rehan langsung mengambil jas yang berada disofa.


" Bi... bibi " teriak Rehan yang baru saja membuka pintu rumahnya


" iya tuan... " jawab Bi inah dengan terburu buru


" akhirnya... " ucap Rehan dengan muka yang sangat gembira


" akhirnya.. " jawab bi inah Bingung


" Luna.. Luna sudah ku temukan" jawab Rehan sambil memeluk bi inah yang sudah di anggap ibunya.


" Benarkah"


" iya bi.. sudah ketemu" jawab Rehan yang tak sadar semakin mengeratkan pelukannya.


" Tu.. an.. kau bisa membunuhku" ucap Bi inah yang mulai terasa sesak


Rehan yang sadar akan kelakuannya akhirnya melepas pelukannya dan langsung menuju kamar mengambil paspor.


" Semoga Luna bisa kau bawa kembali tuan"


ucap bi inah yang melihat tuannya beranjak pergi.


Rehan yang mendengar ucapan bi inah hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. dan langsung menuju bandara.

__ADS_1


Arman yang kini menggantikan Rangga sebagai tangan kanannya sudah menunggu dibandara, dengan 2 tiket ditangannya.


" jam berapa pesawatnya lepas landas? "


" Sebentar lagi tuan, sebaiknya kita masuk" ucap arman


Tanpa berlama lama Rehan dan arman kini sudah duduk didalam pesawat dengan Senyum Rehan yang tak lepas dari bibirnya.


" Akhirnya setelah sekian lama aku akan bertemu kamu lagi Luna, aku akan menebus semua kesalahanku padamu. " Batin Rehan


Arman yang melihat majikannya tersenyum, juga ikut tersenyum


" Lihat.. laki laki itu tampan sekali" Bisik salah satu gadis yang duduk bersebelahan dengan Rehan


" Benar... apa lagi senyumannya, seandainya aku jadi kekasihnya, aku akan selalu menempel padanya, supaya tak tergoda wanita lain"


Rehan yang samar samar mendengar bisikan gadis yang berada disebelah nya semakin tersenyum lebar.


" memang tampan tapi sayang ditinggal pergi oleh istrinya" Jawab Arman


" Kau tau Arman sepertinya aku sangat memanjakanmu, sehingga aku tak ditakuti lagi olehmu. apa sebaiknya aku berlatih membuat donat dulu denganmu, supaya kau bisa menjaga ucapanmu"


" kalau begitu aku akan memperlihatkan rekaman dimana Seorang Rehan selalu menangis seperti anak kecil. " Balas Arman


" Dasar licik kau.. " ucap Rehan yang masih tersenyum disela sela omelannya.


flashback on...

__ADS_1


Setelah kepergian Luna Rehan menjadi pendiam, Bahkan urusan kantor terbengkalai,


Arman Bahkan harus memutar otak supaya Rehan bisa kembali kekantor. walaupun harus dengan cara mengancam menyebarkan rekaman Rehan saat menangis memanggil istrinya.


Bi inah bahkan harus berusaha keras supaya Rehan mau makan, sampai suatu hari Rehan mengejar sosok gadis yang mirip dengan Luna. mengakibatkan Rehan mengalami kecelakaan.


Arman kecil yang pernah ditolong oleh keluarga Rehan akhirnya mengabdi pada Rehan, membantu segala urusan kantor, bergantian dengan bi inah menjaga Rehan yang koma selama satu tahun.


flashback off..


" permisi boleh saya minta no HP " ucap salah satu pramugari yang berwajah cantik


" Maaf... saya sudah menikah" jawab Rehan singkat dan kembali tersenyum


Pramugari yang langsung ditolak langsung pergi dengan muka yang merah karena malu.


Arman yang melihat kejadian tersebut hanya bisa terkekeh, kemudian melanjutkan membaca setiap rinci laporan tentang keberadaan Luna.


" Dengan siapa Luna berada di Cina? "


" Malik, aku mendengar bahwa laki laki yang selalu berada di samping nyonya kecil bernama Malik"


Rehan yang mendengar nama Malik langsung ter ingat dengan sosok laki laki yang mengantar Luna dari supermarket.


" Sial.. kenapa selama ini aku tak mengingat laki laki kurang ajar itu" Ucap Rehan dengan muka yang mengeras menahan amarah


" Sepertinya Dia salah satu fotografer terkenal. bahkan namanya mulai dipertimbangkan disalah satu majalah ternama di Indonesia. banyak perusahan majalah yang menginginkan dia bergabung. " ucap Arman berusaha menjelaskan seluk beluk Malik

__ADS_1


" Fotografer... " Batin Rehan dan melamun.. entah apa yang sedang difikirkan nya...


Bersambung..... ☺☺☺


__ADS_2