
Didalam Mobil Luna tetap diam seribu bahasa.
Rehan yang melihat Luna tak berbicara sepatah katapun, lebih memilih ikut diam.
Sesampainya dirumah... Luna tetap setia didalam taksi.
" Cepat turun... " ucap Rehan
" aku tak mau. " ucap Luna dengan memalingkan Mukanya
" baik... kalau tak mau turun aku akan menggendong mu" ancam Rehan
Luna yang mendengar ancaman Rehan akhirnya turun dengan terpaksa.
" bi... bibi" Panggil Rehan
" iya... tuan.. " jawab Bi inah yang berlari dari dapur.
" Luna... " ucap Bi inah yang langsung memeluk Luna
Mbah yem yang melihat Luna juga memeluk Luna.
"oh... maaf.. begini bi.. sama mbah yem, Luna sebenarnya sudah sadar dari amnesia nya. ” ucap Rehan yang menyela dari kegiatan peluk memeluk.
" Benarkah nak Luna? " tanya Mbah yem yang ikut senang mendengar kabar baik.
" iya.. mbah"
"syukur lah... " ucap Mbah yem yang kembali memeluk Luna.
" Luna... apa kau sudah makan..? " tanya bi inah..
" belum bi.. "
" kalau begitu ayo makan, bibi sudah selesai masak. "
" Baik bi... " Jawab Luna yang mengekor di belakang Bi inah dan mbah yem
__ADS_1
Di meja makan.. Luna sudah disuguhi begitu banyak lauk pauk, membuat Luna bingung harus makan yang mana.
" Nak kenapa Diam...? " tanya mbah yem
" aku bingung mau makan yang mana... mbah semuanya enak" jawab Jujur Luna
" kalau begitu makan semuanya... " jawab Bi inah
" oh ya... Luna kenapa pakaian mu seperti baju dari rumah sakit..? " tanya bi inah yang langsung bergabung dimeja makan.
" itu.. akibat ulah si bocah brengs*k Malik" jawab Rehan ketus, yang sudah berganti pakaian
" Malik... " jawab mbah yem
" iya Mbah... karna obsesi nya pada Luna, dia menculik Luna, dan hampir memperk*sa Luna " jawab Rehan dengan kesal
" Astaghfirullah... " ucap Bi inah dan mbah yem berbarengan
" tapi karna Si brengs*k itu, Luna kembali mendapat ingatannya kembali , jadi ada untungnya juga" Jawab Rehan dengan memasukan nasi kedalam Mulutnya.
Luna yang mendengar ucapan Rehan hanya bisa terdiam.
Tak menunggu Lama, akhirnya Luna tertidur.
Rehan yang turun dari Lantai dua, melihat Luna yang sedang tertidur pulas diatas sofa...
" Kau.. benar benar membuat kepala ku pusing dengan semua tingkahmu, membuat ku selalu menghafatirkanmu setiap saat" ucap Rahan lirih yang sudah berada disamping Luna.
Tanpa menunggu lebih Lama, Rehan langsung membawa luna kekamar, membaringkan tubuh Luna diatas kasur yang nyaman.
" Tidur lah shayang... kau pasti lelah" ucap Rehan yang langsung memberikan kecupan di kening Luna dengan kasih sayang.
Setelah membaringkan Luna diatas Kasur, Rehan langsung masuk kekamar mandi, membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
" emmmm.... rasanya nyaman sekali... " ucap Luna yang masih memejamkan matanya, tapi tubuhnya menggeliat, meregangkan otot ototnya yang terasa kaku.
Luna yang mendengar suara pintu terbuka langsung membuka matanya, mencari asal suara...
__ADS_1
" aaaaaaa....... " Teriak Luna yang melihata Tuan Rehan hanya bertelanjang dada dan memakai Handuk yang menutupi bagian sensitif nya
" Ishhh... Brisik sekali kau... " ucap Rehan dengan kedua tangannya menutupi telinganya
" Tuan.. tuan sedang apa... kenapa hanya pakai handuk.. malu tau" Ucap Luna jujur dengan kedua tangan menutupi mukanya.
" ish... Malu malu... dulu aja kau sering melihatku tak memakai sehelai benang, kenapa sekarang kau malu" ucap Rehan santai sambil mencari bajunya
" itu kan dulu... dulu juga tuan yang memaksaku, jadi tercemar kan mata indah ku ini" ucap Luna yang masih menutupi mukanya dengan kedua tangannya...
" tapi... itu sangat nikmat kan... " goda Rehaan yang sudah memakai baju santai dan mendekat pada Luna
" Nikmat.. nikmat... nikmat dari mana... " ucap Luna kesal tapi mukanya terasa panas.
" Berarti kau tak. merasakan kenikmatan dariku... "
jawab Rehan yang sudah dekat dengan Luna
" Tak... ".Jawab Luna yang memundurkan dtubuhnya
" Kalau begitu..... " ucap Rehan dengan senyum... yang tak dapat diartikan...
.
.
.
Bersambung.... ☺☺
Jangan Lupa..
like...
komen...
vote....
__ADS_1
Terima kasih.. 🙏🙏😘😘