
Sesampainya dokter Gunawan dirumah Rehan. langsung disambut Rehan dengan muka yang pucat, dan mengantarnya keruang tamu.
Dokter Gunawan tanpa disuruhpun langsung memeriksa Luna.
" Bagai mana..? " tanya Rehan
" Kita harus membawanya kerumah sakit. menurut prediksiku luna mengalami Keguguran.
Rehan yang mendengar kata keguguran, bagaikan tubuh tak bertulang,
Rehan langsung terduduk di lantai. dengan tatapan kosong.
Sedangkan Sasa berusaha menyembunyikan senyuman kegembiraannya dengan menutupi mulutnya dengan tangan berpura pura syokk..
" Rehan tak ada waktu untuk berfikir. cepat bawa Luna kerumah sakit. " Ucap Dokter Gunawan menyadarkan Rehan.
Sepersekian detik akhirnya Rehan langsung sadar dan membawa Luna ke rumah sakit terdekat.
" Suster... suster... " pangil rehan, sesampainya dirumah sakit, dengan menggendong Luna.
Para suster yang mendengar keributan pun langsung menghampiri Rehan dan mempersilahkan Rehan meletakan Tubuh Luna diRanjang.
Rehan sedikit merasa lega saat melihat Luna ditangani oleh dokter.
" Dengan keluarga Luna? " iya saya suaminya
" Luna mengalami keguguran, karna tuan telat membawa Luna kerumah sakit, kami harus melakukan oprasi pembersihan rahim" ucap dokter kandungan panjang lebar
" lakukan semuanya... "
" Baik.. "
Setelah mendapat persetujuan dari
__ADS_1
Rehan. para suster membawa Luna keruang oprasi.
Hampir satu jam Rehan menunggu. baru lah Luna dibawa keluar dengan kondisi masih tak sadarkan diri.
Dilain sisi Luna yang asik dengan mimpinya bertemu dengan ibunya yang sudah lama sekali tiada.. membuat Luna langsung berlari memeluknya.
" Ibu... ibu aku sangat merindukanmu"
" nak kenapa kau ada disini. ? "
" Kenapa ibu.. ini tempat yang indah"
" pulanglah nak, ayah menunggumu dan tuan Rehan juga menunggumu"
" Ayah... Tuan Rehan, "
" iya nak... pulanglah. "
Sedangkan Rehan masih setia menunggu Luna di samping ranjang tempat tidur luna.
tok..t ok... tok..
Rehan terbangun dari tidurnya, saat mendengar suara pintu diketuk.
" Tuan Rehan istirahatlah.. disini masih ada perawat. "
" Tidak.... dokter kenapa istri saya belum bangun bangun juga.? " tanya Rehan
" Mungkin karna Luna masih Remaja, sebenarnya diusia Luna sekarang, seharusnya dia tidak boleh hamil, karna tubuhnya masih dalam proses pertumbuhan, apa lagi dengan sekujur tubuhnya yang penuh luka, menyebabkan dia lelah. itu semua juga bisa jadi penyebab dia tetap tertidur selama ini. Kita tunggu saja seberapa kuat tubuh Luna menghadapinya. namun jika Luna tak punya keinginan untuk berusaha dan bangkit. kita juga harus siap menerima kenyataan.. " ucap dokter yang menangani Luna
Rehan yang mendengar penjelasan dokter pun berusaha menyeimbangkan tubuhnya yang hampir tumbang karna syok..
Dilain sisi Sasa yang mempunyai ide pun kerumah Luna mengabari ayahnya kalau Luna keguguran, dan mengantarnya kerumah sakit.
__ADS_1
Memang keberuntungan sedang berpihak pada Sasa, saat Ayah Bayu akan membuka pintu kamar rawat Luna, dia mendengar semua percakapan Rehan dan dokternya.
Bagaikan disambar petir disiang bolong. Bayu yang mendengar percakapan Rehan, langsung merasakan dadanya sakit. dan tak sadarkan diri.
" om... om" teriak Sasa dengan nada yang keras berusaha membangunkan Ayah Bayu
Rehan yang mendengar keributan pun Langsung membuka pintu dan melihat ayah Bayu yang sudah tak sadarkan diri dikursi rodanya.
" om... Bayu.. om" ucap Rehan
Dokter yang masih berada didalam ruangan yang melihat semuanya langsung memeriksa kondisi Bayu.
" Bawa dia keruang perawatan "
Rehan yang mendengar ucapan dokter dengan cekatan langsung membawa tubuh Bayu. sesuai perintah.
Rehan yang melihat sasa langsung menghampirinya dan mencengkram tubuh Sasa
" apa yang kau lakukan ha..., kenapa kau bawa ayah Luna kesini? "
" Kenapa kau begitu panik Re... bukannya ini semua yang kau mau. membuat keluarga Bayu menderita. apa kau sudah melupakan balas dendam mu, aku hanya menolongmu" jawab Sasa
Rehan yang mendengar jawaban Sasa langsung melepaskan cengkraman nya, dan berlahan memundurkan langkahnya, menjauhi Sasa.
" Kenapa apa ucapan ku salah, apa kau sudah menyukai istri kecilmu. " Tanya sasa
Rehan yang mendengar ucapan Sasa sontak melihat sasa dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
" Apa benar aku mulai menyukai gadis kecil itu, tidak tidak mungkin, tapi kenapa rasanya sakit mendengar darah daging ku telah pergi. "
tanpa terasa air mata Rehan menetes mengingat kejadian dimana dia menyiksa Luna.
Bersambung. ...
__ADS_1