Takdir Luna

Takdir Luna
Tubuhmu tak seberat.. rasa shayang ku padamu


__ADS_3

Setelah... melakukan mobilnya... tak membutuhkan waktu yang lama.. Rehan dan luna sudah sampai di apartemen sisil.


" shayang.. apartemen sisil lantai berapa.. ?" tanya Luna yang berlari kecil.. namun baru beberapa langkah sudah berhenti menyadari dirinya tak mengetahui apartemen Luna dilantai berapa..


" aku juga lupa... " ucap Rehan santai...


Tanpa menunggu lama.. Sisil langsung ke halaman Apartemen... memandang keatas...


" sisill. .... teriak luna.. yang melihat sisil tengah berdiri ditepi balkon...


Sedangkan Rehan ikut terkejut.. melihat sisil tengah berdiri ditepi balkon


" isshhh dasar wanita gil*... " gerutu Rehan dan langsung berlari memasuki apartemen....


Luna yang panik langsung memencet tombol lift.. namun lift tak kunjung terbuka.. membuat Rehan dan Luna memilih menaiki tangga darurat..


" ossshhh... ossshhh... ooosssshhh" ******* nafas Luna yang kelelahan menaiki tangga.. keringat dingin kini sudah membasahi keningnya...


" shayang... " Ucap Rehan yang berhenti karna menyadari sangat istri kecilnya.. berhenti mengatur nafas...


" cepat.. jangan sampai terlambat... shayang pergi dulu... nanti aku menyusul.. " ucap Luna yang berdiri menyandar didinding..


Tanpa menunggu lama... Rehan menarik tangan Luna, dan menggendong Luna dipunggung'nya...


" shayang.. aku berat... " protes.. Luna

__ADS_1


" Tubuhmu tak berat... tak seberapa rasa shayangku kepadamu.. " jawab Regan.. dengan terus menaiki tangga dengan cepat...


Setelah sampai dilantai uang dituju... Rehan menurunkan Istri kecilnya dengan perlahan...


Tapi tidak dengan Luna... Luna dengan terburu buru.. langsung turun dan berlari mencoba setiap pintu dilantai 9. dan sampailah.. Luna diujung kamar... Luna dengan langkah seribu langsung masuk.. kedalam kamar yang tak terkunci..


Apartemen... sisil.. sangatlah kacau.. vas bunga yang pecah.. dan foto berserakan dimana mana...


kedua bola mata Luna membulat sempurna.. melihat... Foto Rehan yang tengah tertidur disamping sisil.. dengan bertelanjang dada, hanya kain selimut yang menutupi area perut kebawah...


Terdapat pula hasil foto USG... dang jabang bayi di rahim Sisil. ..


Begitu pula dengan Rehan... kedua bola matanya sukses membulat sempurna... melihat foto dirinya yang tengah tertidur pulas dengan sisil...


"sial... " Batin Rehan


" shayang.. " panggil Rehan.. yang mendekat pada sang istri kedua tangannya memegang erat pundak sang istri.. menggoyangkan tubuh kecil istrinya.. supaya tersadar dari lamunannya..


Karna tak mendapat Respon dari sang istri.. Rehan langsung merebut foto yang digenggam Luna.. memeras foto tersebut dan melemparkannya kesegala arah...


"shayang... maafkan aku... " ucap Rehan yang memeluk tubuh iatrinya yang sedang mematung..


Luna yang tersadar dari lamunannya.. kini tubuhnya merosot ke lantai.. Tubuhnya terasa tak bertulang... air matanya terus saja mengalir..


Rehan yang sedang memeluk sang istri pun ikut berjongkok.. mensejajarkan tubuhnya dengan sang istri.. pelukan Rehan tak pernah terlepas dari tubuh sang istri.. Rasa bersalah.. kini benar benar.. melanda Hati Rehan..

__ADS_1


" Maaf... maaf shayang.. aku benar benar minta maaf... " ucap Rehan disamping telinga Luna


" hiks....hikss... hikss.. " suara tangis Luna kini benar benar memilukan.. bagi setiap orang yang mendengarnya


Rehan yang sedari tadi hanya mengatakan kata maaf.. kini ikut menangis.. Hatinya terasa sakit.. melihat sang istri menangis dan semua itu disebabkan oleh dirinya sendiri... . .


" aaaaaaa......... " Teriak seorang wanita.. yang tak lain adalah sisil


Kedua insan yang tengah dilanda rasa yang tak dapat dijabarkan itu.. kini tersadar... mendengar teriakan sisil


"sisil...." ucap Rehan dan Luna bersama'an..


.


.


.


Bersambung.... 😊😊


jangan lupa tinggalkan jejak...


like...


komen....

__ADS_1


vote....


Dan berikan hadiah.... walau hanya sekuntum bunga 🌺🌻🌹🌷


__ADS_2