
" sudah cukup... kalian.. berhenti... " ucap Sisil.. berpura-pura..
Sontak Rehan dan Luna.. langsung menghentikan aksinya.. keduanya menatap Sisil seketika...
" baik... aku akan mencari penghulu. dan saksi... aku akan menikahimu tapi... hanya menikah sirih... dan kau jangan berharap aku akan menikahimu secara hukum.. itu syarat dariku.. kalau kau tak mau.. itu terserah padamu.. karna bagiku menikah atau tidak.. itu sama saja bagiku.. " ucap Rehan yang langsung menuju kamarnya.
Sedangkan Luna.. langsung terduduk disofa... kakinya terasa amat lemas...
Lain halnya Sisil.. dia tersenyum senang...
Setelah menunggu lama... seorang wanita.. lengkap dengan bawahannya... masuk kedalam rumah.. membawa Sisil kekamar tamu.. mendandanh Sisil bagaikan Ratu untuk sehari...
Sedangkan penghulu dan saksi sudah berdatangan... ruang tamu kini disulap menjadi... tempat pernikahan yang sangat sederhana tanpa ada dekorasi...
Luna ynag melihat.. Siail turun dari tangga menggunakan kebaya putih.. lengkap dengan hiasan kepala... turun begitu anggun... Luna
sesaat mengingat.. pernikahannya dengan Rehan.. Luna yang dinikahi hanya memakai baju seadanya... dan berada di kantor kua..
Sedari tadi Luna hanya terdiam dan duduk diatas kursi sofa nya.. tanpa melakukan apapun.. Luna hanya melihat beberapa orang yang begitu cepat mempersiapkan tempat untuk ijab kabul..
Ada yang sibukemasang layar.. enyak untuk apa.. tapi Luna hanya memperhatikannya saja.. dengan sekuat tenaga Luna berusaha tegar menghadapi semuanya...
Setelah cukup lama Rehan turun dari kamarnya menggunakan setelan kemeja.. dan jas.. membuat Mata setiap wanita terpana...
...aya.... author... klepek klepekkk.... 🥰🥰😍😍😘😘😘😘...
__ADS_1
Sisil yang sudah menunggu... didepan penghulu langsung terpana melihat pemandangan didepannya...
" pantas.. kakak... melakukan segala cara untuk mendapatkan laki laki ini... dia terlalu sempurna... " Batin Sisil yang tanpa berkedip.. memandang Rehan yang dengan santai melangkah menuju ruang tamu...
Berbeda dengan Luna... dia.. menatap.. sang suami dengan tatapan nanar... bibir.. bawahnya.. Luna gigit keras.. keras supaya tak mengeluarkan isak tangis... untuk menyembunyikan kesedihannya Luna mengikat rambutnya ... yang sedari tadi diurai berantakan..
" saya... Terima nikahnya... Sisil... dengan mas kawin seberat 2 gram dibayar Hutang... " jawab Rehan yang menerima pertanyaan sang penghulu...
"ha... ha.. haa... " tawa para saksi yang mendengar jawaban Rehan
" Rehan... " ucap Sisil keras keras.. tak Terima dengan jawaban Rehan yang terdengar asal dengan wajah yang memerah karna malu...
Namun teriakan Sisil membuat Rehan tersenyum senang sambil melihat wajah Sisil dengan tatapan elangnya
" maaf.. maaf... mungkin karna aku terlalu gugup.. jadi bolehkan kita istirahat sebentar... ? " tanya Rehan pada bapak penghulu...
" ohh.. tentu... silahkan tenangkan diri anda... dulu... " jawab penghulu santai
" kenapa tidak dilanjut saja..., apa begitu susah untuk mengucapkan kalimat yang begitu singkat. " protes.. siail yang sudah mulai kehabisan kesabaran
" Tenang dong... malam masih panjang... jadi kau tak usah terburu buru.. untuk mencicipi tubuhku.. ini.. " ucap Rehan santai..
Sedangkan Sisil yang mendengar ucapan Rehan hanya mendengus kesal tak percaya dengan laku laki dihadapannya...
Sedangkan.. Luna yang sedari tadi duduk diatas sofa empuknya sudah berkeringat dingin... tubuhnya terasa begitu dingin.. seperti beku seketika...
__ADS_1
kedua bola mata Luna tak pernah berkedip atau berpaling dari tingkah sang suami..
Seketika Layar yang sudah terpasang rapih didepan semuanya menunjukan.. gambar.. Sisil dan kekasihnya yang sedang bercakap cakap ria...
membicarakan.. rencana Sisil yang sukses menjebak Rehan...
tak sampai disitu... Kini layar putih tengah menunjukkan.. adegan panas.. Sisil dengan sang kekasih...
" Arka.... " ucap Luna yang tak percaya.. laki laki yang membantunya tempo hari adalah kekasih Sisil
Sedangkan sisill.. langsung terpana.. kedua bola matanya sukses membulat melihat video panasnya dengan Arka...
" kedip kan kedua bola matamu itu... jangan melotot terus.. nanti bisa jatuh..oooh..iy...aku masih punya kejutan untukmu..." sindir.. Rehan pada Sisil... dan langsung menjentikan jarinya...
Setelah mendengar aba aba dari sang majikan... Arman masuk dari pintu utama.. sambil menyeret.. Arka.. dengan tubuh yang sudah penuh dengan darah.....
" sayang.... " teriak Sisil yang langsung berlari menghampiri tubuh Sang kekasih...
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1