
sisil... yang melihat Arka penuh luka.. dengan tergesa gesa menghampiri Arka..
" sayang.. sayang... " panggil Sisil sambil menepuk nepuk muka Arka yang hampir kehilangan kesadarannya...
" kau baik hati sekali.. memapahnya terus... " sindir Rehan pada Arman yang masih setia memapahnya tubuh Arka...
Seketika Arman yang mendengar sindiran pedas sang big bos... langsung melepas tubuh Arka... membuat Arka langsung jatuh mencium lantai seketika. .
" heeeyyy... " teriak Sisil marah pada Arman yang melepas tubuh Arka begitu saja...
Dengan panik.. Sisil langsung mengangkat kepala sang kekasih dan memangku nya... air matanya tak bisa ditahan lagi... lolos begitu saja.. membasahi pipi mulus sisil..
" heeeyyy... wanita gil*... itu hanya salam kenal ku padamu... jadi jangan pernah coba coba.. mengusik kehidupanku.. apa lagi berusaha merusak keluarga kecilku... " ucap Rehan penuh kemarahan
" kau.. kau.. laki.. laki jahat... , kau tak berperasaan... " umpat sisil sambil menangis...
" aku tak berperasaan kau bilang... seharusnya aku sekalian menguliti kekasihmu itu.. yang berani berani memikirkan ide gil* untuk menjebak ku dan juga langsung memutilasi kakakmu itu yang berani menyakiti istriku... mungkin.. itu yang kau maksud dengan berperasaan.. " ucap Rehan...
"kenapa kau menjebloskan kakak'ku kedalam sel yang dingin itu... kenapa kau memilih gadis pendek itu.. dari pada kakak'ku sasa.. yang lebih cantik dan sempurna itu... " tanya Sisil penuh emosi
" cantik kau bilang... kakakmu itu wanita penyihir... wanita cantik seperti apa.. yang berani menyakiti sesama wanita.. bahkan karna ulah dia... ayah mertuaku harus pergi untuk selamanya... kakakmu itu pembunuh... " jawab Rehan jujur..
__ADS_1
" Pembunuh... kau bilang... kau pembohong... " protes sisil yang tak percaya.. dengan penjelasan Rehan...
" kalau kau tak percaya.. tanya pada para polisi.. yang menjaga kakakmu itu... lagi pula kau anak berpendidikan.. kau seharusnya mencari dulu alasan kakakmu bisa masuk bui... bukan seperti anak kecil yang langsung percaya ucapan kakakmu.. dan tanpa rencana yang matang kau membalas dendam padaku... kau hanya.. anak bau jahe... bagiku... "
" Anak bau jahe.. kau bilang... aku tak salah dengar... " ucap Sisil bingung...
" Anak bau kencur tuan... " ucap Arman membetulkan ucapan big bos nya..
" aaahhhh.. terserah lah.. bagiku sama saja.. " jawab Rehan ngeles
" Rasanya beda Tuan.. " ucap Arman lagi..
" isshhh... dunia... big bos.. memang selalu benar... " Batin Arman.. menggerutu
" Sebaiknya kau pergi.. dan jangan kau kembali ke' kehidupan ku.. atau aku akan benar benar membereskan kaliannn... " Ancam Rehan
"Pernikahan kita.. belum selesai... Rehan... bagaiman bayi kita.." ucap Sisil yang seketika terdengar aneh
"bayi kita.. kau bilang... yakin itu bayi kita... atau aku harus memutar kembali video mesum'mu itu.. , atau aku harus mempersebarkan luaskan.. di sosial media.. supaya ot*kmu itu bisa terbuka.. " Ancam Rehan lagi...
Seketika... Sisil yang menyadari ucapannya yang ngelantur... dengan susah payah bangkit dan membawa Arka yang masih setengah sadar.. pergi dari kediaman Rehan...
__ADS_1
" Kerja bagus... " puji Rehan sambil menepuk pundak asisten ya...
Setelah kepergian Sisil... Semua.. orang diruang tamu langsung menundukan kepala hormat pada atasannya.. membuat Luna terdiam dengan seribu pertanyaan dikepalanya..
" bereskan semuanya... setelah.. selesai.. kalian boleh makan di restoran yang kalian mau.. dan Arman akan membayarnya.. " ucap Rehan yang menghampiri Luna.. dan membawanya masuk kekamar untuk istirahat..
" looooohhh... ko aku yang bayarin si booosss..." Teriak Arman.. yang melihat bosnya berlalu begitu saja
" Dasar... bos.. ga punya perasaan.. ga punya ahlak.. " teriak Arman.. mengumpat bosnya
Namun seketika.. Arman mendapat hadiah... lemparan sepatu.. yang tepat mengenai keningnya.. oleh atasannya.. membuat Arman mendengus kesal dan memegang keningnya yang sakit...
" ha. .. ha.. ha.. " gelak Tawa.. Para bawahan yang menyamar sebagai penghulu.. dan saksi..
.
.
.
Bersambung... 😂😂😂🤣🤣🤣
__ADS_1