
Setelah Rehan berhasil mengusir Sasa..
Rehan langsung masuk ke kamar mandi mendinginkan tubuhnya yang terasa panas...
Rehan yang menyadari sasa telah memasukan obat perangsang pun melampiaskan hasratnya yang kini memuncak.. dengan bermain sendiri didalam kamar mandi.
1 jam Rehan berada di dalam kamar mandi, dan keluar karna tubuhnya merasa lebih baik pun turun kedapur, untuk mengambil minum...
Dilain sisi Luna yang mulai sadar dari pingsannya pun berusaha bangkit dari lantai dan menuju dapur untuk membasuh mukanya dengan air...
Malang bagi Rehan, tubuh yang sudah dingin kini terasa panas kembali membuat Rehan beranjak pergi menuju kamarnya dengan sedikit berlari.
Bukkk...
Luna yang berjalan dengan memegangi kepalanya pun terjatuh karena tertabrak Rehan..
" awwww.. " ucap Luna yang masih memegang kepalanya
" Tuannnn.. " ucap Luna yang melihat Rehan dihadapannya walau sedikit kabur...
Rehan yang melihat Luna terjatuh..kini merasakan panas ditubuhnya kembali memanas..
" Sial... kenapa tak hilang... " batin Rehan
Rehan yang melihat Luna terjatuh kini semakin intens melihat seluruh tubuh Luna. dari ujung kaki sampai ujung rambut Rehan melihat tanpa berkedip sedikit pun,
Luna yang merasa kepalanya masih pusing berusaha berdiri.
" Maaf.. tuan aku harus membasuh mukaku.. " ucap Luna yang sudah berdiri dan meninggalkan Rehan
Rehan yang melihat Luna selesai membasuh mukanya . semakin tak karuan dan langsung menerkam tubuh Luna yang mungil..
" Tuan... tuan.. apa yang tuan lakukan... " ucap Luna yang berusaha memalingkan mukanya yang terus dic*um oleh Rehan..
Rehan yang sudah diujung tanduk kini tak menghiraukan ucapan Luna! dan terus menc*umi wajah Luna.
Rehan yang sudah tak sabar melampiaskan hasratnya. menarik Luna kedalam kamarnya.
" Ampun tuan... jangan siksa aku lagi tuan.. cukup" ucap Luna yang terus ditarik oleh Rehan.
__ADS_1
Karna masih dipengaruhi alkohol, tidak terlalu sulit bagi Rehan menarik Luna dan melemparkannya diatas kasur.
Luna yang takut kini berusaha keluar kamar dengan berlari namun gagal karna pintu telah terkunci.
Rehan yang melihat Luna kabur pun langsung menangkap Luna dan mengikat kedua tangan Luna disisi kiri dan kanan tempat tidur dengan dasi yang tergeletak diatas meja.
Luna yang semakin takut kini menangis dan tubuhnya bergetar saking takutnya.
" Ampun.. tuan lepaskan saya.. " mohon Luna yang melihat Rehan yang sudah melepas pakaiannya satu persatu
" Tuan... jangan tuan.. " teriak Luna yang semakin ketakutan
Sedangkan Rehan yang mendengar teriakan semakin bersemangat untuk melampiaskan hasratnya..
" srekkk... "
Rehan dengan keras menyobek baju Luna. dan memperlihatkan 2 Gundukan kecil namun padat yang tertutupi kain.
Rehan yang melihat gundukan kecil pun semakin bersemangat.. untuk memegangnya..
" tuan jangan... aku mohon jangan nodai aku.. hikzz hikz" ucap Luna sambil terus menangis.
Luna yang mendengar ucapan Rehan pun semakin menagis histeris.
" Diam.. " bentak Rehan membuat Luna berhenti menangis
srekkk...
Kini Rehan menyobek celana Luna dengan Gunting yang ada dimeja.
Luna yang melihat celananya digunting pun menendang Rehan dengan keras membuat Rehan semakin marah.
" Beraninya kau.... " ucap Rehan dengan muka yang sangat merah
Luna yang melihat Rehan sangat marah kini semakin ketakutan, apa lagi Rehan semakin mendekat.
" Ayah... tolong ayah... " Teriak Luna yang meminta tolong
Rehan yang melihat Bunga pun kini m' c*mbu Luna
__ADS_1
dari memainkan Gunung kembarnya yang kecil.
mec*um lehernya dan meninggalkan warna merahnya.
Tangan Rehan pun tak mau kalah dengan memainkan benda milik Luna yang ada dibawah.
Luna yang Baru pertama kali mendapat perlakuan yang baginya asing.. tanpa sadar mengeluarkan suara yang tak bisa dikontrol oleh bibirnya
" Enak... kan.. akan ku buat kau merasakan kenikmatan yang tak ada tandingannya Lun" ucap Rehan dengan senyum diwajahnya
Luna yang masih terpengaruh oleh minuman hanya bisa menangis, tapi suara tangisannya membuat Rehan semakin menggebu2. untuk memasukan adik kecilnya kedalam gua yang sangat hangat.
" Aaaaaaa...... " Teriak Luna dengan dibarengi air mata yang mengalir di pipinya
" aku tidak akan pernah memaafkanmu tuann" teriak Luna
Sedangkan Rehan tengah asik menikmati kehangatan yang ada didalam gua, dan terasa darah segar keluar dari dalamnya.
" Luna... kau sangat nikmat.. " Bisik Rehan ditelinga Luna
" cuuiiihh... " Luna meludahi Muka Rehan saking marahnya..
Plakk... plak...
darah segar mengalir dari kedua ujung bibir luan.
kini tangisan yang sedari tadi keluar sudah tak terdengar lagi.
Rehan yang sangat marah karena Diludahi Luna semakin asik memasukan adik kecilnya. dengan mulut terus menci*m gunung gembar dengan rakusnya..
Tanpa sadar Luna kini mengeluarkan suara yang bagi Rehan adalah semangat untuk melanjutkan aksinya.
Erangan demi erangan keluar dari mulut Rehan dan Luna sampai lima belas menit Rehan mencapai puncaknya. membuat Rehan terkapar di samping Luna.
" Hikz... hikzzz... Luna kembali menangis meratapi kejadian yang baru dialaminya..
Malu, sakit, kecewa semuanya jadi satu.
Rehan yang kelelahan pun kini terlelap tanpa membuka ikatan tangan Luna yang masih terikat dari ujung kiri dan kanan tempat tidur.
__ADS_1
Terima kasih.. 🙏🙏