
Sebulan kini sudah berlalu tapi luna masih asik dengan tidurnya...
Rehan yang berada dikantor membaca berkas berkas yang ada dimeja dan melihat ada kejanggalan dalam laporan Rangga..
" cepat kau selidiki Rangga? " ucap Rehan yang menyuruh bawahannya dibalik telfon
Dilain sisi Rangga sedang diruang rawat Luna dan bersiap menyuntikan sesuatu ke selang infus luna..
" Adik .... bagaimana kalau kaka bantu kamu cepat menyusul pada ibumu... " ucap Rangga dengan senyum dibibirnya
" Selamat siang... " ucap Suster yang masuk membawa waslap
" Siang.. ucap Rangga" jawab Rangga dan reflek menyembunyikan jarum suntik nya
" Maaf tuan.. saya mau membersihkan tubuh mba Luna"
" Ahhh.. iya silahkan " jawab Rangga berpura pura tersenyum dan meninggalkan ruangan
" Sial... " Batin Rangga
Rehan yang sudah kembali ke rumah sakit dan melihat seklebatan bayangan Rehan
" itu aneh... kenapa aku melihat Rangga di sini, apa aku salah lihat"Batin Rehan
Sesampainya Rehan dikamar Luna, rehan langsung medudukkan bokongnya dikursi.
" Ayah... ayah" Ucap Luna
Rehan yang mendengar ucapan Luna. langsung berdiri tak percaya.
Luna yang melihat Rehan disampingnya langsung meneteskan air matanya.
" Tuan... jangan sakiti aku lagi" Ucap Luna
__ADS_1
" Tidak.. tidak aku tak akan menyakiti kamu lagi.. " jawab Rehan.. sambil berusaha mendekat menyentuh Luna
" Ayah... ayah.. ayah.. " Teriak Luna yang melihat Rehan terus mendekat dan berusaha menyentuhnya.
"mba Luna tenang ya... " suara suster yang datang menenangkan Luna.
" Tolong... tolong saya, suruh dia pergi " mohon luna.
Suster yang mengerti dengan keadaan Luna langsung menyuruh Rehan untuk keluar.
Rehan yang melihat keadaan Luna langsung menuruti.
" Suster... pangilkan dokter yang menangani Luna " ucap Rehan melihat suster yang sudah berhasil memenangkan Luna
" Baik.. akan saya panggilkan"
Setelah menunggu beberapa menit Dokter akhirnya datang dan langsung memeriksa Luna, sedangkan Rehan hanya melihat dari pintu ruang rawat.
" Keadaan mba Luna semuanya baik, hanya saja dia mungkin trauma atas apa yang telah dia alami. " ucap dokter menjelaskan pada Rehan
" Sebaiknya dia harus tinggal dengan Ayahnya, karna sedari tadi Luna selalu memanggil ayahnya"
" terimakasih dok.. kalau begitu aku akan membawa Luna pada ayahnya"
Setelah mendengar penjelasan dari dokter Rehan langsung mengurus surat surat.
" Bi.. tolong bantu saya" ucap Rehan dibalik telfon
Setelah menunggu cukup lama akhirnya Bi Inah datang dan membawa Luna masuk kedalam mobil.
Sedangkan Rehan hanya bisa melihat semuanya dari jauh dan memakai mobil lain mengekor dibelakang mobil yang dinaiki Luna.
Ayah Luna yang sedang duduk di teras sangat terkejut melihat Luna yang datang tiba2 dan bi inah disampingnya.
__ADS_1
" Ayo nak... masuk"
Luna yang sangat merindukan ayahnya langsung memeluk ayahnya dan menangis dipelukan ayahnya,
Bi inah yang melihat semuanya ikut menagis dan mengusap lembut kepala Luna yang sudah dianggap nya anak itu.
" Nak tak apa kau sudah aman disini, ayah akan mengirimkan surat cerai untuk tuan Rehan. "
" Baik ayah.. " ucap Luna yang sudah melepas pelukanya.
" Kau istirahat lah dikamarmu, bukannya kau baru siuman" perintah Bayu dan dituruti oleh Luna
" Terima kasih Bi inah kau sudah membawa Luna kemari"
" iya Bayu.. Luna sudah saya anggap anak sendiri"
" Bagaimana kau bisa membawa Luna kesini, bagaimana dengan Rehan "
" Sebenarnya Tuan Rehan lah yang menelfon saya dan meminta tolong membawa Luna kesini, karna saat Luna melihat Rehan dia akan teriak histeris "
" Tuan Rehan... apa tidak salah. untuk keluar dari pandangannya saja begitu sulit, apa dia benar benar mengizinkannya. " ucap Bayu yang tak percaya
" kalau tak percaya lihatlah di luar Tuan Rehan sedang melihatnya. "
Reflek Bayu langsung menyibak gorden dan memgintip, dan benar saja Rehan sedang duduk di mobilnya.
" Sebenarnya dia anak yang sangat baik, hanya saja dia kecewa dengan kematian kedua orangtuanya yang sangat mendadak"
" iya aku mengerti, aku mengenal betul sifat Rehan walau cuma beberapa tahun aku bekerja padanya tapi aku sudah hafal sifatnya. "
Cukup lama Rehan duduk dimobil dan melamun akhirnya Rehan pergi kekantor.
Dilain sisi Rangga yang mendapat kabar Luna sudah sadar dan kembali kerumah Ayahnya, mengepalkan tangannya dengan raut kebencian disana.
__ADS_1
Bersambung...