Takdir Luna

Takdir Luna
BERPAPASAN...


__ADS_3

Setelah Rehan mendapat informasi tentang keberadaan mobil tersebut,


Rehan langsung pergi ke lokasi. sedangkan bi inah kembali kerumah.


Rehan yang sudah sampai dilokasi, hanya bisa gigit jari saat melihat mobil yang kosong, dan beberapa pakaian.


" Maaf tuan saat kita sampai disini, sudah tak ada orang. "


" Sudah tak apa, sekarang kau selidiki keberadaan istri kecilku.. " perintah Rehan dengan memberikan selembar foto.


" Baik.. "


Karna tak mendapatkan informasi lebih tentang luna akhirnya Rehan kembali pulang.


" Bagaimana... tuan? " ucap Bi inah saat melihat majikannya kembali.


" Luna tak ada bi.. saya sepertinya terlambat. "


Jawab Rehan dengan mata yang mulai berair


Reflek Bi inah langsung memeluk Rehan dengan sayang.


Rehan akhirnya menangis tak dapat menahan air matanya yang sedari tadi ditahannya.

__ADS_1


" tak apa tuan, kita bisa mencari Luna lagi" ucap Bi inah berusaha menenangkan majikannya.


" Kenapa Luna setega itu meninggal kan ku begitu saja bi. bahkan aku belum mengatakan padanya kalau aku sangat sayang padanya, aku tak bisa hidup tanpanya bi. " ucap Rehan yang terus menangis dipelukan bi inah


" Jika aku jadi Luna,, aku juga akan melakukan hal yang sama" ucap bi inah spontan


" Bibi... " ucap Rehan saat mendengar kalimat yang terlontar dari bi inah


" Sudah.. sudah jangan menangis lagi, cepat kau istirahatkan tubuhmu, setelah itu kita pikirkan kira kira Luna akan pergi kemana. "


" makam ayahnya" ucap Rehan seketika menyadari Luna sangat sayang terhadap ayahnya.


Rehan yang baru sampai dirumah kembali keluar menuju makam Ayah Luna.


Setelah Rehan memarkirkan mobilnya Rehan langsung menuju makam dengan berjalan kaki,


Setelah Rehan sampai dimakam ayah Luna, Rehan menyadari ada seikat Bunga yang baru saja diletakan diatas nisan, sekilas Rehan mengingat gadis yang baru saja berpapasan dengan dirinya.


" Sial.. " ucap Rehan dan langsung berlari menyusul gadis yang seharusnya adalah Luna.


" Luna... Luna... tunggu" teriak Rehan saat melihat Luna yang berpakaian serba gelap dan masuk kedalam mobil.


Luna yang merasa dipanggil reflek melihat kebelakang, namun langsung masuk kedalam mobil menghindar dari Rehan, Malik pun langsung menancapkan mobilnya supaya tak terkejar oleh Rehan

__ADS_1


" Luna... Luna... " teriak Rehan yang terus berlari berusaha menyusul Luna.


Luna yang memang masih ada rasa dengan Rehan sekilas melihat Rehan dari kaca spion mobil.


" tunggu.. " ucap Luna saat melihat Rehan terjatuh karna terus mengejarnya


" apa sebaiknya kau kembali pada Rehan" ucap Malik yang sudah menghentikan mobilnya.


" maaf.. ayo jalan.. " ucap Luna yang kembali membulatkan niatnya pergi dari kehidupan tuan Rehan


Rehan yang melihat mobil Luna berhenti langsung tersenyum, namun kembali kecewa saat melihat mobil Luna kembali berjalan.


" Apa kau yakin dengan keputusanmu? " Tannya Malik melihat ada keraguan dalam kedua bola mata luna


" Maaf... tadi sekilas aku memang ragu, tapi seharusnya sekarang tidak mas, aku sudah lelah menghadapi Tuan Rehan. " jawab Luna berusaha meyakinkan Malik. Namun Malik masih merasa ada yang disembunyikan oleh Luna.


Walau Malik menyadari bahwa Luna masih sangat mencintai Rehan, Malik sudah bertegad akan merebut Luna dari genggaman Rehan.


Luna yang tak mau diberi pertanyaan lagi, langsung menghadap jendela mobil dan menurunkan kaca mobil membiarkan angin segar mengenai mukanya.


Malik yang melihat Luna menyandarkan kepalanya di jendela mobil, tanpa sadar mengusap lembut kepala luna.


Luna yang menyadari sentuhan dikepalanya, langsung melihat malik dan memberikan senyumannya.

__ADS_1


" Kau manis sekali" Batin Malik saat melihat Luna tersenyum.


Bersambung....


__ADS_2