
Setelah membaringkan Luna.. Rehan langsung mempersilahkan Suster memeriksa.. tubuh Luna...
Rehan yang khawatir bahkan tidak mau meninggalkan ruangan sang istri yang tengah ditangani...
"saya mohon.. tuan tolong keluar sebentar.. biarkan kami memeriksa istri anda... " mohon suster..
" aku tak akan pernah meninggalkan istri ku.. sedetikpun... kalau kalian tetap memaksa.. akan aku buat kalian menyesal.. karna aku bisa menghancurkan seisi ruangan ini... "jawab Rehan dengan tatapan sinisnya
Karna tak ingin mendapatkan keributan para dokter dan suster membiarkan Rehan tetap tinggal...
Rehan yang menyaksikan sangat istri terbujur lemas diatas ranjang.. membuat hati Rehan terasa sakit... kenangan dimana luna pingsan dan mengalami keguguran kini teringat kembali... sorot mata yang sangat tajam kini berubah menjadi sendu.. genangan air mata mulai memenuhi bola matanya..
bahkan Rehan semakin panik saat suster berlari.. dan kembali membawa dokter lain...
" Tuan... tolong ikut.. saya.. " perintah dokter... yang baru saja menangani luna...
walau dengan berat hati.. rehan tetap mengekor.. dibelakang sang dokter...
" bi.. titip luna bi.. " ucap Rehan pada bi inah...
" baik.. tuan... " ucap Bi inah patuh
sesampainya diruangan sang dokter.. Rehan langsung duduk begitu saja tanpa dipersilahkan. ..
" kenalkan.. saya Bimo.. dokter spesialis.. kangker."
ucap Dokter Bimo..
__ADS_1
" ke intinya saja.. " jawab Rehan
"baik... istri bapak.. mengidap penyakit kangker darah.. dan sudah mencapai stadium akhir... dan itu sangat berbahaya.. bagi keduanya... tapi melihat.. kondisi istri bapak.. sepertinya istri bapak sudah mengetahuinya..itu terlihat dari cara istri bapak memakai riasan yang sangat tebal...itu.. hal biasa saya lihat.. karna bukan hanya istri bapak yang melakukannya.. tapi dalam kasus istri bapak..ini sangat istimewa..karna istri bapak tengah mengandung " jelas Dokter Bimo..
Bagaikan disambar petir.. Rehan hanya terdiam.. mendengarkan penjelasan sang dokter...
" tuan.. masih ada berbagai cara untuk menangani penyakit ini.. tapi.. harus melalui proses yang panjang..
" aku mohon dok... selamat kan istri ku.. " mohon Rehan...
Untuk yang pertama kali dalam hidupnya.. Rehan memohon kepada orang lain.. dan itu demi istri kecilnya..
" tapi anda harus memilih.. istri bapak atau calon bayi yang ada didalam perut istri bapak.. karna.. tak memungkinkan.. menjalani pengobatan dalam kondisi pasien tengah hamil.. " jelas dokter Bimo
Duaarrr...
Bagaikan tersambar petir untuk yang kedua kalinya Rehan mendengarkan penjelasan dokter Bimo...
Rehan terdiam... otaknya... seketika langsung bekerja mencari sebuah solusi...
" dokter... aku memilih keduanya.. tolong selamatkan keduanya.. kalau tidak biarkan saya membawa istri saya berobat di luar negeri.. " ucap Rehan
"maaf.. tuan.. tapi melihat kondisi istri bapak yang tengah berbadan dua.. semua dokter pasti akan menyarankan anda untuk tetap memilih diantara mereka... " ucap dokter Bimo
" biarkan aku... memikirkan semuanya" jawab Rehan sambil berlalu meninggalkan ruangan dokter Bimo
" jangan terlalu lama tuan.. karna istri bapak benar benar harus mendapatkan perawatan sesegera mungkin
Sesampainya Rehan diruangan istrinya.. Rehan melihat sang istri masih setia memejamkan matanya..
__ADS_1
Sedangkan bi inah.. dengan wajah cemasnya menunggu Luna siuman.. dengan duduk bersandar di samping ranjang. .
" bagaimana tuan.. dengan kondisi Luna.. ? " tanya bi inah...
Seketika rehan yang mendengar pertanyaan bi inagh langsung menangis...
" bi.. bi.. Luna bi... " ucap Rehan yang mulai menangis...
" kenapa tuan.. jangan begini tuan.. " ucap bi inah berusaha menenangkan majikannya.. yang tengah menangis seperti anak kecil...
" Luna sakit.. bi... "
" sakit apa tuan..? apa begitu parah kah.. bagaimana dengan bayi yang ada didalam kandungan'nya..? "
" Luna ternyata menyembunyikannya selama ini bi.. dia sudah tau kalau Luna.. Luna mengidap penyakit kangker.. bi... dan aku harus memilih satu diantara mereka bi... " jawab Rehan yang terus menangis...
Bi inah yang mendengar penjelasan majikannya ikut terkejut... kakinya begitu lemas... mendengar Luna mengidap penyakit yang mematikan...
"dasar.. anak nakal.. kenapa kau menyembunyikan semuanya dari bibi nak... ? kenapa nasibmu begitu malang.." ucap Bi inah sembari menangis.. dan menatap kasihan pada Luna...
Begitu pula dengan Rehan.. rehan terus saja menangis.. meratapi kebodohannya... tak menyadari bahwa selama ini istrinya tengah sakit parah.. bahkan harus mengandung buah hatinya...
"bi... aku mau pulang.. dulu.. aku harus memikirkan semuanya.. otak'ku.. tak bisa berfungsi disini.. tolong jaga Luna baik baik.. bi.. " ucap Rehan sembari berlalu.. tanpa melihat wajah sang istri yang tengah memejamkan mata...
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.... ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜