Takdir Luna

Takdir Luna
I'DE YANG GILA


__ADS_3

" Tumben Kau pagi pagi sudah dikantor..? " tanya Rangga


" Aku lagi bosan dirumah.. "


" Bosan... bukannya kau punya mainan yang sangat menyenangkan.. "


" Entah lah... akhir akhir ini aku sedang ingin istirahat. rasanya tubuhku lelah sekali.. "


" Bagai mana dengan keadaan Luna. "


" Seperti Biasa... aku sedang memikirkan cara yang paling bagus untuk menyakitinya"


" Bukannya kau pernah bilang kalau dia pernah memperhatikanmu diam diam. "


" tapi itu dulu saat semuanya tidak serumit ini"


" Bagaimana kalau kau nikahi dia terus kau buang dia. " ucap Rangga memberikan ide


" I'de mu benar benar gila" ucap Rehan dan kembali menyibukkan diri dengan membaca berkas yang ada di hadapannya.


Rangga yang melihat Rehan mulai membaca berkas pun akhirnya pergi ke ruangannya


Tanpa terasa sore kini telah datang. Rehan pun beranjak pulang kerumahnya..


Seperti Biasa Luna selalu menyambutnya.


" Suatu saat aku akan pergi dari sini" Batin Luna


" Aku ingin minum es jeruk" ucap Rehan.

__ADS_1


Tanpa menunggu perintah yang kedua Luna langsung membuatnya,


" apa kau sudah gila kenapa membuat es jeruk ini manis sekali.. kau ingin aku diabetes " ucap Rehan mencari cari masalah. dan langsung menyiram luna dengan es jeruk ditangannya


Luna yang disiram air es pun kini meneteskan air matanya.


" Aku akan pergi dari sini, dan pergi jauh " batin Luna menguatkan dirinya sendiri


Dilain sisi Rehan sedang memikirkan cara untuk membuat Luna semakin menderita..


" Sebenarnya ide Rangga tidak Buruk juga" batin Rehan dengan senyum yang tak bisa diartikan


" Luna.... " Teriak Rehan yang masih didalam kamar, dan melemparkan baju yang sudah tertata rapi didalam lemari


" Iya tuan... "


" Cepat bereskan semua ini. " ucap Rehan


Sedangkan Rehan duduk dikursi kebesarannya sambil memperhatikan Luna.


Pranggg....


Tanpa sadar Luna menyenggol Gelas yang ada di atas meja dan jatuh berkeping keping. membuat Rehan sangat marah dan menarik rambut Luna dan menyeretnya kedalam kamar mandi dan menyiramnya dengan air dingin


" Cukup tuan... cukup... hikzzz.. hikzzz" mohon Luna, tanpa dihiraukan oleh Rehan yang terus melanjutkan aksinya.


setelah dirasa cukup menyiram Luna, Rehan pun pergi dan mengunci kamar mandi dari luar.


Luna yang sudah kedinginan ditambah dikunci dikamar mandi semakin membuat tubuhnya menggigil kedinginan.

__ADS_1


" Tuan... buka pintunya.. tuan.. " ucap Luna dibalik pintu


Rehan yang mendengar pun pergi meninggalkan Luna, dan pergi ke klub untuk bersenang senang.


Jam kini sudah menunjukan jam 3 pagi.


Rehan pun pulang. tanpa rasa bersalah meninggalkan Luna didalam kamar mandi


" Tuan... tuan... buka pintu, disini sangat dingin" ucap Luna yang suaranya terdengar sangat lirih


Rehan yang baru pulang pun tak mendengar suara Luna dan tidur dengan nyaman diatas kasur yg hangat.


Alunan lagu dari HP Rehan membuat laki laki itu bangun dari tidurnya..


" Ada apa pagi pagi sekali sudah telfon mengganggu saja" omel Rehan


" Maaf... aku hanya tanya apa kau tak berangkat kekantor, "tanya Rangga dibalik sana


" iya iya... kau sudah seperti orang tua saja.. "


" kau itu yang pemalas.. " cerocos Rehan


Dengan malas akhirnya Rehan pergi kekamar mandi, dan terkejut melihat Luna yang sudah pingsan dilantai dengan tubuh yang sudah demam.


" Astaga kenapa aku bisa lupa kalau aku mengurungnya disini.. " ucap Rehan.


" Bangun.... bangun" ucap rehan yang tak direspon oleh Luna.


" Benar benar kau merepotkan sekali " ucap Rehan dan mengangkat tubuh Luna dan meletekannya diatas kasur

__ADS_1


Terima kasih... 🙏🙏


__ADS_2