
Luna yang sudah mengantuk... dan tubuh yang dingin.. langsung membenamkan dirinya keatas kasur.. tak lupa menarik selimut.. menutupi seluruh tubuhnya...
" shayang.. ko.. kaya kepompong si... " protes Rehan yang membuka selimut Luna..
" dingin tau.. shayang... " jawab Luna.. lalu kembali menarik selimut menutupi kepalanya...
" mau aku hangatkan... ? "
" haaa... " jawab Luna yang membuka selimut hanya sampai hidungnya yang pesek...
Rehan.. yang melihat sang istri membuka selimutnya hanya tersenyum penuh arti... tanpa pikir panjang Rehan langsung membuang selimut yang menutupi tubuh Luna.. dibuangnya jauh jauh, dan langsung naik keatas tubuh Luna... mengukung tubuh kecilnya...
" shayang.. shayang.. mau apa... ko dibuang selimutnya...dingin tau...? " tanya Luna polos...
" aku akan menjalankan tugasku sebagai suamimu.. menjagamu dari dinginnya udara disini..
Tanpa menunggu jawaban dari Luna... Rehan langsung menci*m bibir Luna, ******* nya tanpa ampun...
Rehan hanya menghentikan aksinya sesaat hanya untuk membiarkan Luna mengambil nafas... namun setelah dirasa cukup Rehan kembali melahapnya.. bagaikan kucing kelaparan...
Dinginnya tubuh Luna.. kini berganti dengan deru nafas yang memburu.. kerja jantungnya semakin cepat.. membuat tangan Luna reflek.. menyusuri setiap lekuk tubuh suaminya...
Rehan yang sudah menahannya.. sedari tadi.. langsung membuka baju Luna dan kembali melemparnya jauh.. jauh.. tak lupa Rehan juga membuka kaos.. yang melekat ditubuh sexy'nya..
__ADS_1
Rehan yang memandang, tubuh Luna yang polos itu seketika memandangnya dengan takjub, ciptaan TUHAN yang paling sempurna itu.. walau sudah sering melihatnya.. Rehan tetap terpesona..
Luna yang merasa malu.. dilihat oleh Sang suami langsung menutupi gundukan yang sinyal itu dengan tangannya.. namun.. Rehan yang merasa terganggu langsung menyingkirkan tangan Luna..
Tanpa menunggu lebih lama.. Rehan langsung melahap Cokochip dengan rakus...
Membuat sang istri melayang bagaikan kapas...
Malam yang panas... kini berganti dengan dinginnya angin yang masuk dari celah celah ventilasi.. membuat.. Luna.. terbangun...
" kemana bajuku...? " Batin Luna dengan kedua bola matanya terus mencari pakaiannya yang dibuang oleh Rehan
" aahh.. itu dia.. " ucap Luna yang melihat pakaiannya teronggok santai dilantai..
dengan perlahan Luna berjalan hati hati.. supaya Rehan tak terbangun dari... tidurnya. .
Namun naas bagi Luna.. saat hendak mengambil bajunya.. ternyata selimutnya tersangkut.. membuat Luna jatuh dan kepalanya terantuk kasur..
" aaawww... " ucap Luna.. sambil memegang kepalanya...
Dan hal itu sukses membuat Rehan terbangun.. dan mendekat pada sang istri....
__ADS_1
" kau.. tak apa...bagaiman kepalamu.. sakitkah... " ucap Rehan dengan senyum lebarnya menunjukan gigi rapihnya
sontak Luna yang menyadari Rehan sudah bangun dari tidurnya.. langsung menutupi tubuhnya dengan selimut...
" Buat apa ditutupi.. lagi pula aku sudah melihat semuanya.. bahkan aku hapal betul dimana letak tahi lalat diseluruh tubuh kecilmu itu... " ucap Rehan menjahili sang istri
" shayang... " ucap Luna yang langsung membenamkan mukanya kedalam selimut karna malu...
Rehan yang melihat tingkah sang istri langsung turun dari kasur.. dan berjongkok tepat dihadapan sang istri kecilnya..
" sepertinya tadi malam aku mengingat betul.. ada yang begitu agresif.. bahkan mengulangi aksinya sampai.. adikku ini.. tertidur.. dan tak mau berdiri.. lagi... tapi.. entah mengapa.. saat melihat tubuhmu yang tanpa busana.. dia langsung berdiri ingin masuk sarangnya lagi... " ucap Rehan yang kembali membuang.. selimut yang sedari tadi digunakan luna untuk menutupi tubuhnya..
Luna yang terkejut dengan aksi Rehan yang kembali membuang selimutnya.. langsung cemberut...
Tapi sedetik kemudian.. Rehan kembali melah*p bibir Luna tanpa aba.. aba...
Sedangkan Luna.. lagi lagi terbuai dengan perbuatan sang suami... membuat Luna kembali memejamkan matanya.. menikmati setiap sentuhan Rehan...
.
.
.
__ADS_1
Bersambung... ☺☺☺