Takdir Luna

Takdir Luna
KECOLONGAN...


__ADS_3

Malik yang sedari tadi mengikuti Luna, terus saja mengekor dibelakang Luna, tanpa sepengetahuan nya.


Setelah menunggu suasana sepi, Malik langsung masuk ke toilet.


" Luna... " sapa malik


" ka... kamu, sedang apa ditoilet wanita. " ucap Luna yang ketakutan dan melangkah mundur kebelakang.


" jangan takut... aku adalah temanmu, bahkan kita pergi bersama ke China, dan aku yang mengurus surat perceraian mu dengan Rehan sial*n itu" ucap Malik dengan Wajah yang mulai mengeras.


Luna yang mulai takut dengan raut wajah laki laki yang ada dihadapannya, berusaha kabur, namun dicekal oleh malik.


" mau... kemana? "


" jangan sentuh aku, kau.. kau menakutkan " ucap Luna yang terus berusaha lepas dari malik.


Tanpa menunggu lama, Malik akhirnya membekap Luna, hingga tubuh kecil Luna, terkulai lemas.


Dilain sisi Rehan yang mulai jengah menunggu Luna dimobil, akhirnya turun.


Saat Rehan menyusul ke toilet alangkah terkejutnya. saat menyadari Luna tak ada di toilet.


" isshhh... kemana lagi.. anak itu... " gerutu Rehan.


Karna tak menemukan Luna dimanapun, Rehan berinisiatif melihat rekaman CCTV.


Lagi lagi Rehan kecolongan oleh Malik, yang selalu berhasil membawa Luna kabur.

__ADS_1


" kau lagi.. " Ucap Rehan dengan muka yang memerah, dan tangan yang mengepal.


"Arman... cepat kau kerumah.. bajin*an itu! " perintah Rehan dibalik benda pipih yang menempel di telinganya.


Sedangkan Arman yang mendapat perintah masih, memutar otaknya, mendengar kata bajin*an itu.


" Hey.... kenapa tak menjawab. " omel Rehan yang tak mendengar jawaban sama sekali.


" maaf tuan tapi saya tak mengenal nama bajin*an itu, bisa kah tuan lebih jelas lagi" ucap Arman dibalik telfon


" ishhh.... kau benar benar.... MALIK, RUMAH MALIK, DASAR PIKUN"teriak Rehan


Sedangkan Amran yang mendapat teriakan dari tuannya, langsung menjauhkan telfonnya dari daun telinganya.


" Kau dengar tidak.. jangan hanya diam mematung cepat kau pergi" ucap Rehan lagi dan mematikan sambungan telefonnya.


" isshhh... kenapa lagi dia... marah marah tak jelas... kalau gantengnya ilang tau rasa, moga aja gantengnya pindah ke muka aku. " cerocos Arman tapi tetap melangkah menuju tujuannya.


"sialan kau.. sepertinya aku harus membereskan mu. " Batin Rehan.


Arman yang sudah sampai tujuan hanya mengintai didalam mobil. sambil bermain HP


Saat Arman sedang asik bermain hp, kedua mata Arman langsung terbuka lebar, saat melihat Luna yang pinggang dan dibawa kedalam Rumah Malik.


" hallo... tuan" ucap Arman yang langsung menghubungi Majikannya.


" hallo... bagaimana, apa kau melihat Luna? "

__ADS_1


" iya.. Tuan... sebenarnya apa yang terjadi? "


" Aku kecolongan lagi. " ucap Rehan dengan nada kesalnya


Arman yang mendengar jawaban Tuannya tak bisa menahan tawanya lagi.


" ha.. haaaaaa"


" hey... aku akan memotong gajimu bulan ini"


" loh.. loh... loh, ko jadi gajiku tuan"


"sudah jangan banyak membantah, sebentar lagi aku sampai, kau tetap intai bajin*an itu. " perintah Rehan


" dasar majikan... kalau masalah pekerjaan udah kaya gengster, tapi masalah istri kecilnya, udah kaya Orang bego.. kecolongan mulu" Gerutu Arman...


Rehan yang hampir sampi.. harus menelan ludah, karna ada kecelakaan dan Rehan mau tak mau, harus menunggu.


" ishhh... mana si majikan yang suka perintah perintah, udah suruh cepet cepet dateng, dia sendiri kaya kura kura. " Gerutu Arman yang mulai BT menunggu majikannya datang.


teng... teng.. teng


Arman yang melihat ada penjual Es doger memilih membeli segelas es doger, sambil menunggu majikannya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung... ☺☺


__ADS_2