Takdir Luna

Takdir Luna
Bodoh...


__ADS_3

Satu minggu sudah Luna masih terikat di tas ranjang Rehan.


Satu minggu pula Rehan tak pergi ke kantornya.


" Kau urus saja dulu.. masalah seperti itu saja kau bertanya padaku" ucap Rehan dengan HP di pipinya


Dengan sesekali Rehan melihat Luna yang masih polos tak memakai kain.


Dan tersenyum senang melihat Tubuh Luna yang penuh dengan tanda merah.


" kau sebenarnya sedang apa dirumah... ? " tanya Rangga disebrang sana


" Sedang bersenang senang" jawab Rehan dan mematikan hp'nya


Dan menyalurkan nafsuny kembali pada Luna.


1 jam Rehan berolahraga dengan Luna. membuat Luna terkapar diatas ranjangnya dengan tatapan kosong.


Suara tangis yang dulu Luna keluarkan saat awal masuk kamar Rehan kini tak ada lagi.


"Tuan.. saya ingin kekamar kecil" Ucap Luna


" Baik lah. dan jangan coba coba kau lari" ucap Rehan dengan suara sedikit mengancam


Luna yang 1 minggu dikurung dan menjadi bahan pemuas nafsu kini berjalan tertitah titah menahan sakit diseluruh tubuhnya.


Bukan berarti Luna tak berusaha melarikan diri.


sudah beberapa kali berusaha melarikan diri tapi selalu tertangkap dan hasilnya Rehan tak segan segan memukul Luna hingga terluka bahkan melemparkan tubuh Luna diatas kasur sehingga kepala Luna membentur tembok dan pingsan.


Hanya saat Luna akan kekamar mandi baru lah Rehan melepaskan ikatannya dan mengikatnya kembali.


Setelah kejadian malam dimana Rehan untuk pertama kalinya menikmati tubuh Luna karena pengaruh obat.


membuat Rehan ketagihan terhadap tubuh Luna yang bagaikan candu baginya. membuat Rehan tak mau melepaskan Luna.


Alunan lagu dari HP Rehan membuat Rehan terburu buru pergi dari Rumah. meninggalkan Luna sendirian.

__ADS_1


Kesempatan itu lah yang membuat celah Luna pergi dari Rumah terkutuk itu dan melarikan diri.


" Kenapa hal seperti ini saja kau tak bisa menyeleseikannya" Kesal Rehan pada Rangga


" itu proyek milyaran rupiah, aku tak mau disalahkan bila terjadi sesuatu. " ucap Rangga membela diri


" Dasar kau... "


" Sebenarnya ap yang kau lakukan dirumah sehingga kau menelantarkan pekerjaanmu? " tanya Rangga


Akhirnya Rehan menceritakan semuanya pada Rangga.


Ya.. Rangga adalah teman baik Rehan dan sekaligus kepercayaan Rehan


" Apa.... kau tak salah bicara kan.. "


" Tidak... " jawab Rehan datar


" Apa selama kau melakukannya pada Luna. kau memberikan obat supaya dia tak hamil"


Deggg... seketika Rehan baru teringat kebodohannya..


" iya Aku lupa"


Seketika Rehan pun langsung pergi meninggalkan Rangga yang masih geleng geleng tak percaya.


Sesampainya dirumah alangkah terkejutnya Rehan melihat pintu gerbang yang sudah terbuka, refleks Rehan langsung mencari keberadaan Luna.


Disisi lain Luna yang berhasil kabur pun terus berlari secepat mungkin menjauh dari lingkungan rumah Rehan.


Namun na'as bagi Luna dia berlari sampai menabrak seorang preman.


" hey... kau... " dengan muka marah karena ditabrak oleh Luna


" maaf... pak.. maaf" ucap Luna


Preman yang melihat Luna pun mendapat ide dan langsung menangkap Luna

__ADS_1


Dilain sisi Rehan yang tak menemuka Luna didalam Rumah langsung menancapkan mobilnya menuju rumah Luna.


Tapi kondisi mobil tak bersahabat. membuat Rehan harus mencari taksi ditepi jalan


" Tolong..... Tolong ayah... "


Rehan yang mengenal suara terikan itupun langsung mencari asal suaranya..


Dan alangkah Marahnya Rehan saat Luna kini hampir diperk*sa oleh preman.


Tanpa pikirpanjang Rehan langsung menghajar permanen itu tanpa ampun.


" Berani sekali kau menyentuh mainan ku " ucap Rehan dengan penuh emosi.


Setelah dirasa cukup Rehan menghajar preman itu, Rehan menghampiri Luna yang duduk bersimpuh dengan air mata yang mengalir di pipinya tanpa ada suara rengekan sedikitpun. tatapan matanya kosong menerawang entah kemana.


" Cepet berdiri " perintah Rehan


Rehan yang melihat Luna tidak ada respon langsung menariknya pergi.


" Tuannn.... " ucap Luna lirih dan kembali bersimpuh karena tak ada lagi tenaga untuk berjalan.


Rehan yang melihat Luna akhirnya menggendongnya masuk kedalam taksi yang sudah menunggunya.


" Akhirnya aku kembali lagi dirumah jahanam ini. " batin Luna


" Cepat keluar.. " perintah Rehan.


Dan langsung dituruti oleh Luna.


Sesampainya Luna didalam kamar. Rehan langsung mengunci pintu dari luar


" Buka... buka pintunya... " Teriak Luna


" ini hukumannya kau berani kabur dari Rumahku" uacap Rehan...


" Aku harus bagaimana lagi, kurang puaskah engkau memberikan cobaan padaku sehingga engkau kirim aku kerumah jahanam ini. " Batin Luna yang menangis tak bersuara.

__ADS_1


Kecewa, lelah, putus asa itulah yang kembali dirasakan Luna saat ini.


Terima kasih.. 🙏🙏


__ADS_2